Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
berani


__ADS_3

Setelah beberapa jam belajar akhirnya waktu istirahat pun tiba.


"Haduh akhirnya istirahat juga"ucap Ical


"Benner gue udah dari tadi nungguin istirahat ini"ucap Haikal


"Aduhh otak gue rasanya mau pecah"Ucap kiran siswa di kelas itu


"Dih sok-sokan otak nya mau pecah,otak lo tuh nggak pecah tapi udah hancur"ucap Haikal


"Heh ngomong apa Lo?"ucap Kiran


"Ngomong alien"ucap Haikal


"Dasar monyet"ketus Kiran


"Aduh gue laper benget nih purut gue keroncongan gue mau ke kantin dulu deh isi perut"ucap Dado


"Woi Do loh itu taunya makan mulu tuh perut lo mau meletus juga masih mau di isi tuh perut"ucap Ical sambil tertawa keras


"Masih mending gue mau meletus dari pada lo kerempeng cuman tinggal tulang dan dosa"ketus Dado


"Woi berani lo sama gue Do"ucap Ical emosi


Dado langsung lari dari kelas dan Ical di tertawai satu kelas


"Rasain lo kena mental kan"ucap Haikal sambil tertawa terbahak-bahak


Dan memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa


"Cepetan napa gue udah laper nih pengen makan nasi goreng"ucap Dion


"Iya bentar juga kali"ucap Dito


Pada saat berjalan ke kantin Raka melihat Aruna berjalan sendirian


"Kalian ke kantin aja dulu nanti gue nyusul, pesenin gue mie ayam"ucap Raka datar


"Emangnya lo mau kemana?"ucap Dito


"Kepo lo"kesal Raka


"Ya ellah untung gue orangnya penyabar"ucap Dito


"Bodo,,,"ucap Raka dan langsung pergi


"Kampret lu"sahut Dito


Raka memberhentikan jalannya dan membalikkan badannya menatap ke arah Dito dengan tatapan mematikan


Dito langsung cengengesan dan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal


Raka melihat Aruna berjalan menuju perpustakaan


Raka melihat ke sekeliling tidak ada orang dia langsung menarik tangan Aruna dan menempatkannya ke rak buku


"Apaan sih main tarik-tarik aja"ketus Aruna


"Heh cewek tengil lo lupa kalau sebentar lagi lo akan jadi tunangan gue dan lo harus nurut semua yang gue katakan paham lo"ucap Raka


"Dih,ogah!"ucap Aruna


"Apa lo bilang?"tanya Raka emosi


"Kenapa Ha? enggak suka? kalau nggak suka makanya batalin perjodohan ini"


"Oh jadi ini permainan lo,lo bikin gue kesel sama lo supaya gue batalin perjodohan ini! Iya?"


"Iya! emang Kenapa Ha?"tanya Aruna emosi


"Jangan harap gue akan batalin perjodohan ini lakuin apa yang lo mau tapi gue nggak akan pernah batalin perjodohan ini"ucap Raka sambil tersenyum miring

__ADS_1


"Ini baru permainan dan baru pemula gue akan selalu bikin lo kesel bahkan tiap hari!ini bukan ancaman tapi ini semua akan gue lakuin jadi lo siap-siap aja"ucap Aruna menekan dan memperlihatkan wajah yang meremehkan


Lalu dia pergi dari perpustakaan itu


"Aduh Una apa yang lo lakuin itu kan bukan sikap lo"ucap Aruna sambil menepuk-nepuk jidatnya meratapi kebodohannya ini


Raka melihat punggung Aruna dengan kesal


"Dasar tuh cewek emang dia siapa"ucap Raka emosi


***


"Una lo dari mana?"tanya Novi


"Kan udah gue bilang gue mau ke perpustakaan"ucap Aruna


"Ya lagian lo dari perpustakaan atau dari arab lama bener"ucap Sela


"Kalau gue dari arab pasti gue beliin kalian kurma"


"Lo dari perpustakaan tapi lo kok nggak bawa buku sih?"tanya Novi


Aruna berpikir dia tidak mengambil buku gara-gara Raka


Tapi dia tidak boleh memberitahukan kepada kedua sahabatnya itu


"Emmm gue malas liat buku banyak banget"ucap Aruna berbohong


"Nah itu dia gue nggak bisa nemenin lo karena gue malas liat buku otak gue langsung kosleting"ucap Novi


Aruna hanya tersenyum manis


Raka yang baru saja datang langsung mengambil mie ayam nya itu dan langsung melahapnya tanpa berbicara


Membuat Dito dan Dion heran


"Eh bocah baru datang langsung nyambar aja lo"ucap Dion


Tapi Raka tidak menghiraukannya dia tetap melahap mie ayam nya


"Kesambet Apaan?"


"Kesambet demit di atas pohon"


"Kalau gitu kita panggil tukang urut yuk"


"Tukang urut?"


"Iya supaya bisa keluarin demit nya"


"Ehh,,,kuda nil ini anak kerasukan demit harus nya di panggilin dukun bukan tukang urut pe'a" sahut Dito sambil menoyor kepala Dion


"Eh lo berdua berisik banget sih nggak bisa apa ngeliat orang makan dengan tenang"ucap Raka sambil emosi


"Nah akhirnya demit nya udah keluar juga"ucap Dito


"Sekali lagi lo ngomong demit gue jahit mulut lo mau"


"Ya kali mulut gue mau di jahit emang lo kira mulut gue tuh kain robek apa mesti di jahit segala"ketus Dito


Raka menatap Dito dengan tatapan yang mematikan membuat Dito cengengesan


***


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan semua siswa-siswi pulang ke rumah mereka masing-masing


"Eh guys gimana kalau kita nongkrong dulu"ucap Novi


"Nongkrong di mana?"tanya Aruna


"Di cafe kita ngopi-ngopi"jawab Novi

__ADS_1


"Bener tuh yuk"ucap Sela


"Gimana Una mau Nggak? tanya Novi


"Emmm bentar dulu deh gue telpon Ibu soalnya takut di cariin nantinya"Jawab Aruna


"Oke"


Aruna langsung mengeluarkan handphone dan menekan nomor Ibunya


"Halo Assalamualaikum"ucap Dina dari seberang telepon


"Waalaikum salam Bu"ucap Aruna


"Ada apa Nduk?"tanya Dina


"Bu' Una mau minta izin! Una mau pergi ke cafe bentar ya"ucap Aruna


"Kamu mau ngapain di sana toh Nduk?"tanya Dina


"Una mau pergi nongkrong bu minum kopi bareng temen-temen Una boleh ya"


"Tapi nanti malam kan kamu mau tunangan Nduk"


"Iya Bu Una ingat kok lagipula Una bentar doang nongkrong nya!boleh ya?"


"Ya sudah kalau gitu tapi hati-hati ya Nduk jangan pulang kemalaman"


"Iya Bu makasih ya! kalau gitu Una tutup dulu telponnya, Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Sambungan telpon terputus


"Gimana?"tanya Novi


"Di bolehin"jawab Aruna senang


"Yey,,,"kalau gitu ayo kita berangkat"


Lalu mereka bertiga langsung pergi ke cafe


Sesampainya di cafe mereka memesan kopi dan beberapa cemilan tak ketinggalan ngegosip


Aruna merasa beban nya sedikit terangkat dan dia merasa rileks berada di luar bersama sahabatnya


Tak berselang lama mereka pun sudah selesai nongkrong


"Oh ya Una gimana kalau kita anterin lo pulang mau ya"ucap Novi


"Emmm nggak usah deh gue pulang naik taksi aja"tolak Aruna


Bagaimana caranya dia mau di anterin dia kan tidak langsung ke rumah melainkan ke rumah Raka


"Beneran nggak apa-apa?"tanya Novi


"Iya nggak apa-apa kok"jawab Aruna


"Santai aja kali na kita anterin ya"ucap Sela


"Emmm lain kali aja ya"ucap Aruna


"Ya udah deh tapi kita berdua akan pergi setelah lo juga sudah pergi ya"ucap Novi


"Iya"


Tak perlu banyak waktu sebuah taksi pun akhirnya mendekat dan Aruna langsung menaikinya


"Gue balik dulu ya guys by"


"Bay,,,bay,,, Una"ucap Novi dan Sela melambaikan tangannya

__ADS_1


Setelah melihat Aruna pulang dengan selamat Novi dan Sela pun langsung menancap gas mobil nya pergi dari cafe itu


Bersambung...


__ADS_2