Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
pindah ke apartemen


__ADS_3

Sesampainya di rumah Aruna langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Aruna tidak melihat Raka sama sekali


"Tuh manusia kemana Ya?"tanya Aruna sedikit bingung


"Ahh!!bodo amat deh gue mau mandi dulu"ucap Aruna lagi


Setelah beberapa saat kemudian Aruna telah keluar dari kamar mandi dan langsung berganti pakaian


Ia melihat seragam sekolah Raka berada di atas kasur


"Loh ini bajunya terus orang nya Mana?"


Aruna lagi-lagi tidak memperdulikannya dia langsung mengganti pakaiannya dan keluar dari kamar setelah membereskan kamar


Dia melihat Raka terduduk di sofa


"Ada Apa?"tanya Aruna


"Nggak ada"jawab Raka datar


"Oh"ucap Aruna langsung pergi meninggalkan Raka sendiri di sofa


Tiba-tiba bel rumah berbunyi Aruna tersenyum kala melihat seseorang yang datang yaitu mertuanya


"Mama"ucap Aruna sambil tersenyum dan memeluk tubuh Maya


"Halo sayang kamu apa kabar?"tanya Maya lembut


"Baik Ma"ucap Aruna


Raka beranjak dari tempat duduk nya


"Hai sayang nya Mama"ucap Maya sambil memeluk Raka


"Kamu baik-baik aja Kan?"ucap Maya


"Iya Ma"ucap Raka datar


"Tapi Mama kenapa sih pergi liburan lama banget"


"Haduh kamu kangen ya sama Mama,,kamu kan udah punya istri nggak boleh kangen"ucap Maya menggoda Raka


"Mama apaan sih"ucap Raka kesal


"Udah-udah Mama bawain kalian oleh-oleh nih"ucap Maya.


Hari telah berganti malam kini Raka sekeluarga makan malam bersama


"Aduh Mama tuh kangen banget deh bisa makan bareng kalian berdua lagi"ucap Maya tersenyum


"Iya Ma Una juga kangen soalnya beberapa hari ini una cuman makan sama Kak Raka doang"ucap Aruna


"Ya tapi kalian tuh juga harus belajar berdua"ucap Maya


"Oh iya jadi Papah dan Mama juga mau ngasih tau ke kalian berdua!!! kalau besok kalian akan tinggal apartemen"ucap Ferdi


"Loh kenapa harus gitu Pa, Kenapa nggak tinggal bersama kalian aja"ucap Raka


"Kamu boleh kok kesini kapanpun kalian mau Mama sama Papa kayak gini karena supaya kalian berdua itu bebas dan lebih terbuka pastinya satu sama lain"ucap Ferdi jelas


"Iya sayang supaya Mama sama Papa juga bisa cepat punya cucu"ucap Maya tersenyum


Tiba-tiba Aruna terdesak makanan

__ADS_1


"Uhhuk,,uhukk,,uhhuk,,"


"Eh sayang kamu nggak apa-apa Kan?"tanya Maya


"Iya Ma Nggak Apa-apa kok"


"Kalau makan hati-hati ya sayang"


"Iya Ma"


"Bukan karena makanannya tapi perkataan Mama yang bikin nih bocah tersedak"ucap Raka dalam hatinya


"Oh ya jadi kalian harus siapkan semua barang-barang kalian yah besok sepulang sekolah kita langsung ke apartemen kita"ucap Ferdi


"Iya Pa"ucap Raka datar


"Sayang kamu nggak apa-apa kan tinggal di apartemen,, apartemen itu punya kita kok jadi kamu tenang aja"ucap Maya


"Iya Ma kalau Una terserah.Una ikut kak raka aja"ucap Aruna


"Jangan panggil kak dong sayang kan kalian udah sah kalau di sekolah nggak apa-apa kamu panggil kak kalau di rumah nggak boleh"ucap Maya


"Terus apa dong Ma?"tanya Aruna polos


"Kalau di rumah kamu panggil Raka dengan sebutan mas aja"ucap Maya


"Mas?"tanya Aruna


"Iya Mas!Kenapa"


"Ng... Nggak Apa-apa kok Ma!!iya Una akan coba"


"Nah gitu dong"


Aruna melihat Raka yang tidak bisa di tebak ekspresi nya


Pagi telah datang,,, matahari telah bersinar terang


Kini Aruna dan Raka sudah siap ke sekolah


Mereka berdua langsung pergi ke meja makan untuk sarapan


"Pagi sayang"ucap Maya


"Pagi Pa,Ma"ucap Aruna sambil tersenyum


"Pagi Pa,Ma"ucap Raka datar


"Pagi sayang"ucap Ferdi


Aruna dan Raka langsung duduk di kursi mereka masing-masing


"Barang kalian udah siap Kan?"tanya Maya


"Iya Ma udah kok barang Una,barang mas Raka juga udah siap"ucap Aruna


Raka langsung tersedak makanan mendengar perkataan dari Aruna


"Eh kenapa Raka"ucap Maya


"Ini mas minum dulu"ucap Aruna sambil menyodorkan air putih ke Raka


Raka langsung meminum air putih itu habis


"Kalian berdua kenapa sih kemarin Una yang tersedak sekarang kamu kayak nya kalian berdua itu harus di kasih nama pasangan suami istri yang suka tersedak"ucap Maya

__ADS_1


"Ini cuman tersedak biasa kok Ma kenapa di kasih nama kayak gitu"ucap Raka mulai kesal


"Oh atau jangan-jangan kamu salting ya"ucap Maya menggoda Raka


"Nggak kok"ucap Raka datar


Maya tersenyum melihat putranya jadi salah tingkah


"Udah ah Raka mau ke sekolah dulu ayo Una"ucap Raka


"Iya udah nanti kalian berdua sepulang sekolah langsung ke apartemen ya biar Mama yang bawa nanti barang kalian"ucap Maya


"Nggak usah m


Ma takut ngerepotin Mama"ucap Aruna


"Nggak repot kok sayang malah Mama senang bisa bantu anak Mama"ucap Maya


"Ya udah kalian berangkat gih ke sekolah nanti telat loh"ucap Maya


"Ya udah Ma Una sama mas Raka ke sekolah dulu ya!! Assalamualaikum"ucap Aruna sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya itu dan di ikuti oleh Raka


"Iya Waalaikum salam sayang hati-hati ya"ucap Maya lembut


Kini Aruna dan Raka telah berada di dalam mobil


Di sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara sama sekali


"Nanti kalau di sekolah lo jangan panggil gue dengan sebutan mas ya awas aja lo"ucap Raka


"Iya,,siapa juga yang mau panggil lo mas di sekolah"


"Lagian kita itu nikah tanpa sepengetahuan mereka semua jadi salah dikit aja bisa berabe urusannya"ucap Aruna jelas


"Bagus lah kalau lo ngerti jadi gue nggak usah buang-buang waktu untuk ngasih tau ke elo"ucap Raka datar


"Satu lagi ucap Mama kemarin nggak usah lo peduli in"ucap Raka datar


"Omongan Apa?"tanya Aruna polos


"Omongan Mama yang kemarin di meja makan"


"Gue nggak ingat"


"Nggak usah sok amnesia deh lo"ucap Raka mulai emosi


"Dih lo apa-apaan sih gue memang enggak ingat yang Mana"


"Kata Mama yang kemarin yang bikin lo sampai tersedak"ucap Raka


"Tersedak?"tanya Aruna kebingungan


"Oh gue udah ingat perkataan Mama yang kemarin Mama bilang mau punya cucu cepat?"


"Iya"


"Udah tenang aja gue juga nggak kepikiran kok ya karena gue tau orang tua lo dan orang tua gue itu tau kalau kita masih kecil dan masih sekolah"ucap Aruna


"Ya jadi nggak mungkin lah mau cepat-cepat apalagi kita berdua tuh juga harus banyak belajar dulu jadi orang tua"


"Udah-udah lo nggak usah ngomong gitu lagi jijik gue"ucap Raka datar


"Dih dasar nyebelin"ucap Aruna


Kini mereka berdua tidak banyak berbicara lagi dan Raka fokus pada jalan yang di depannya itu...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2