
"Ndre sebenarnya Una tuh Kenapa sih"ucap Maya
"Iya om Una sakit Apa"ucap Raka
"Una nggak sakit Apa-apa"ucap Andre tersenyum
"Kalau nggak ada Apa-apa Kenapa harus panggil dokter wanita kesini"ucap Raka datar
"Jadi gini setelah om periksa Una tadi om merasa bahwa Una mempunyai gejala seperti orang hamil"ucap Andre
"Ha"ucap Aruna terkejut
"Iya'dan ternyata memang Aruna sedang hamil"ucap Dokter Sindy sambil tersenyum
Semua yang ada di sana langsung ternganga tidak percaya
"Hamil?"ucap Aruna terkejut
"Alhamdulillah ya allah engkau telah mengabulkan doa-doa ku"ucap Maya bersyukur
"Alhamdulillah"ucap Ferdi
"Pa kita punya cucu"ucap Maya senang
"Iya Ma"ucap Ferdi
"Sayang selamat ya kamu akan jadi seorang Ibu"ucap Maya senang sambil memeluk erat tubuh Aruna yang masih mematung
"Selamat ya Raka"ucap Maya
"Iya Ma makasih"ucap Raka senang
"Selamat ya Ka,Una kalian bentar lagi bakalan jadi orang tua"ucap Andre
"Dan saya akan jadi kakek mudah-mudahan mirip kayak aku ya"ucap Andre tersenyum bahagia
"Nggak, anak aku nggak boleh mirip sama om yang kelamaan jomblonya"ucap Raka
"Yee kamu mentang-mentang udah punya istri"ucap Andre
"Makanya nikah juga cepat"ucap Raka
"Iya...Iya nanti om nikah langsung dua noh biar puas kamu"ucap Andre
Lalu mereka semua langsung tertawa tapi tidak dengan Aruna
Maya melihat Aruna yang sedang berpikir
"Sayang kamu Kenapa?"tanya Maya
"Ma sebenarnya Una belum siap"ucap Aruna
"Una kamu nggak bilang begitu itu kan rejeki dari allah kita menerimanya'banyak orang di luar sana yang mau punya anak tapi belum bisa dan kamu di kasih itu artinya allah percaya sama kalian untuk bisa mengurus tanggung jawab ini"ucap Maya memberikan pengertian kepada Aruna
"Iya juga sih Ma'tapi ini tuh juga gara-gara Mas Raka tau nggak mau terus punya anak kan jadinya ini"ucap Aruna kesal kepada Raka
Lalu Maya, Ferdi,Andre, Dokter Sindy,dan Bi Astrid langsung tertawa kecil melihat tingkah Raka dan Aruna
"Iya maaf sayang"ucap Raka sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
"Una kandungan kamu masih sangat muda jadi kamu harus makan makanan yang sehat ya"ucap Dokter Sindy
__ADS_1
"Iya Dok"ucap Aruna
"Gimana kalau kalian tinggal di rumah dulu sampai Una udah lahiran"ucap Maya
"Udah Ma nggak Apa-apa kok,Una sama Mas Raka tinggal di apartemen aja"ucap Aruna
"Emang kamu bisa?"ucap Maya
"Iya Ma Una nggak Apa-apa kok lagian kalau nanti Una Kenapa-napa.Una atau Mas Raka akan ngasih tau ke Mama"ucap Aruna
"Ya udah sayang nggak Apa-apa yang penting kamu heppy"ucap Maya
"Ma aku boleh minta tolong nggak"ucap Aruna
"Minta tolong Apa sayang"ucap Maya
"Tolong telponin Ibu sama Bapak dong mereka pasti belum tau"ucap Aruna
"Oh ya juga Mama hampir lupa"ucap Maya menepuk jidatnya
"Ya udah Mama telpon Ibu kamu dulu ya"ucap Maya yang langsung mengambil handphone nya
"Iya Ma"ucap Aruna
"Halo"ucap Dina dari seberang telepon
"Halo besan saya punya kabar gembira"ucap Maya bahagia
"Oh ya apa itu besan"ucap Dina
"Jadi kita berdua akan jadi seorang Nenek"ucap Maya senang
"Alhamdulillah ya allah'Pa kita mau punya cucu Pa"ucap Dina berteriak
"Iya Pak"ucap Dina senang
"Alhamdulillah ya allah terimakasih"ucap Angga
"Halo besan apa saya boleh bicara sama Una"ucap Angga
"Oh iya boleh-boleh"ucap Maya dan langsung memberikan handphone nya ke Aruna
"Ini nak orang tua kamu mau ngomong sama kamu"ucap Maya
"Oh iya Ma"ucap Aruna yang langsung mengambil handphone itu
"Halo"ucap Aruna
"Halo Nduk selamat ya sayang kamu akan jadi seorang Ibu"ucap Dina senang
"Iya Bu,Pak makasih ya"ucap Aruna
"Kamu harus banyak istirahat ya, nggak boleh kecapean, dan juga tidak boleh stress"ucap Angga
"Iya Pak, makasih ya sarannya"ucap Aruna
"Iya sama-sama,oh ya kita boleh kesan nggak Ibu pengen tawa kamu lima hari aja Nduk"ucap Dina
"Boleh kok Bu.Ibu sama Bapak ke sini aja"ucap Aruna
"Iya besan supaya kita bisa rayain ke kehamilan Una ya walaupun baru sih tapi ini kan bentuk rasa syukur kita semua"ucap Maya
__ADS_1
"Iya bener banget"ucap Dina
"Ya udah kalau gitu mungkin besok atau besok lusa Ibu sama Bapak ke kota ya"ucap Dina
"Iya Buk"ucap Aruna
"Ya sudah Ibu tutup telponnya dulu ya,kamu jaga diri kamu baik-baik ya"ucap Dina
"Iya Buk makasih ya"ucap Aruna
"Iya sama-sama.Assalamualaikum"ucap Dina
"Waalaikum salam"ucap Aruna
Lalu sambungan telpon pun langsung terputus
"Ya udah Una pengen pulang,Una udah nggak betah di sini"ucap Aruna
"Ya udah boleh kok,oh iya ini obat dan susu jangan lupa di minum ya untuk kamu lebih sehat supaya janinnya juga ikut sehat"ucap Dokter Sindy
"Iya Dok"ucap Aruna
"Andre Mbak pulang dulu ya nanti Mbak telponin kamu ya kalau kita mau party"ucap Maya
"Oke siap Mbak"ucap Andre
Lalu mereka langsung pergi
***
Sesampainya di apartemen Aruna hanya berdua dengan Raka saja karena Maya dan Ferdi sudah pulang
"Sayang kamu hati-hati ya"ucap Raka
"Iya"ucap Aruna datar
lalu Aruna merebahkan tubuhnya di atas sofa
"Kenapa nggak ke kamar aja"ucap Raka
"Males"ucap Aruna
"Sayang kamu Kenapa?"ucap Raka
"Aku tuh masih kepikiran gimana caranya bisa ke sekolah kalau kayak gini"ucap Aruna
"Nggak Apa-apa kamu bisa sekolah kok kalau kamu mau dan kamu juga bisa belajar dari rumah itu terserah kamu"ucap Raka
"Aku mau tetep ke sekolah aja nanti kalau perutnya udah udah buncit baru sekolah di rumah"ucap Aruna
Raka menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala istrinya itu
"Mas gimana kalau anak-anak tau kalau aku hamil"ucap Aruna
"Nanti Mas yang akan urus itu dan ngasih tau ke mereka ya'yang sekarang kamu tidak boleh kepikiran Apa-apa jaga kesehatan kamu dan jaga junior"ucap Raka sambil memegang perut Aruna sambil tersenyum
"Iya"ucap Aruna
"Mas aku mau istirahat di kamar aja"ucap Aruna
"Oh ya udah kalau gitu Mas anter kamu ya"ucap Raka dan membantu Aruna berjalan
__ADS_1
"Mas padahal aku tuh nggak Apa-apa,aku kayak biasa aja kamu berlebihan tau"ucap Aruna
"Nggak boleh protes"ucap Raka lalu Aruna menggelengkan kepalanya pelan