Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
Perubahan sikap


__ADS_3

"Oh ya di sini tuh ada makanan Apa aja sih"ucap Raven


"Banyak kok"ucap Aruna


"Kalau lemper rasa cinta ada nggak"ucap Raven ngasal


"Ada noh di toilet cari aja di situ"ucap Sela


"Lo kira gue Apaan nyari di toilet"ucap Raven


"Ya lagian lo nanya kayak gitu"ucap Sela


Mereka berempat ingin ke kelas Raka tapi pas di depan pintu kelas Raka


Mereka bertemu dengan Karin, Shasha, Amel, dan Sofi


"Lo jadi murid baru di sini juga Ven"ucap Sofi


"Menurut lo"ucap Raven datar


Lalu Sofi terdiam, lalu mereka langsung pergi


Aruna, Novi, dan Sela heran dengan sikap Karin yang terlihat tak seperti biasanya


"Tuh anak udah minum obat kali ya, atau gue yang mimpi"ucap Novi


"Nggak tau"ucap Sela


"Yang jelas itu bukan Karin,ya kali Karin nggak bikin kekacauan"ucap Novi


"Mungkin dia udah sadar kali"ucap Aruna


"Karin sadar?gila kali orang seperti dia mau sadar"ucap Sela


Lalu Raka,Dion, dan Dito keluar dari kelas nya


Raven menatap wajah Raka dan begitu pula sebaliknya


"Lo ikut gue dulu, kalian semua tunggu gue di sini"ucap Raka datar


Lalu Raka dan Raven pergi ke samping kelas nya sedikit menjauh dari Aruna dan teman-temannya


"Lo udah ketemu sama Sofi"ucap Raka


"Iya,tapi ngapain dia balik ke Indonesia"ucap Raven


"Gue juga nggak tau, yang pasti kembalinya dia pasti mau hancurin hubungan gue sama Una"ucap Raka


"Gila kali ya tuh cewek"ucap Raven


"Lo juga udah liat cewek yang bareng sama dia, itu adalah Karin dia adalah salah satu cewek yang ngidolain gue"


"Siapa pun yang deketin gue cewek pasti dia akan bikin cewek itu sengsara"ucap Raka


"Gila juga"ucap Raven


"Maka dari itu lo harus bantuin gue buat jagain Una karena dulu dia sudah pernah di siksa oleh Karin"


"Dan sekarang kita harus perketat keamanan Una tanpa dia tahu Apa lagi sekarang dia nggak sendiri"ucap Raka


"Iya gue paham maksud lo"ucap Raven


"Yang penting jangan sampai Una tau karena kalau dia tau, gue yakin pasti dia akan nyuruh gue buat hentiin semua pengawasan ini"ucap Raka jelas


"Lo tenang aja gue bakalan jagain Una tanpa harus dia ketahui sebenarnya"ucap Raven


"Bagus kalau gitu, gue percaya sama lo"ucap Raka sambil memegang bahu Raven dan menganggukkan kepalanya


"Mereka ngomong Apaan sih lama banget"ucap Novi


"Yee kepo lu"ucap Dion

__ADS_1


"Biarin"ucap Novi


Lalu selang beberapa menit kemudian Raka dan Raven sudah berkumpul lagi dengan mereka


"Kalian lagi ngomongin soal Apa?"tanya Aruna


"Nggak ada kok, nggak penting juga"ucap Raka


"Kalian lagi ngomongin Apa tadi"ucap Dion


"Yee... Tadi bilang gue kepo sekali mereka ada di sini langsung gercep lo nanya cowok kepo"ucap Novi


"Biarin"ucap Dion


"Ngomong Apa sih"ucap Dito


"Kepo lu"ucap Raven lalu melangkahkan kakinya menuju ke kantin


"Kampret lo anak setan"sahut Dito lalu mereka semua langsung pergi ke kantin bersama


***


Setelah mereka semua sudah duduk dan sudah ada makanan dan minuman beserta beberapa cemilan di atas meja mereka


Yang sudah mereka pesan tadi


Novi dan Sela tak henti-hentinya menatap ke arah Karin dan teman-temannya


"Woi lo berdua ngapain nggak makan"ucap Dion


"Kalian berdua malu sama gue ya"ucap Raven


"Diem lo pada,noh kalian liat si nenek lampir"ucap Novi


"Kenapa lagi sama dia"ucap Dion


"Emang kalian nggak gerasa Apa perubahan sikap nenek lampir"ucap Sela


"Jangan-jangan ada udang di balik batu"ucap Dito


"Mungkin mereka lagi nyusun strategi buat bikin kita semua hancur Apa lagi kak Raka sama Una"ucap Sela


"Kita harus waspada aja sama mereka"ucap Raka


"Iya bener noh kata si Raka"ucap Dion


"Mendingan kita nggak usah terlalu banyak pikiran, makan aja yuk laper nih"ucap Aruna


"Nah Una bener juga tuh mending kita makan aja"ucap Dion


Lalu mereka semua makan bersama dengan lahap


***


"Pasti mereka heran melihat perubahan sikap dari kita semua"ucap Amel


"Iya pasti mereka lagi kaget soalnya kita nggak gangguin mereka"ucap Shasha


"Kan memang skenarionya seperti itu harimau mengendap-endap untuk menangkap mangsanya supaya mangsanya tidak tau bahwa dirinya sedang di incar"ucap Karin tersenyum miring


"Jadi Apa rencana lo selanjutnya"ucap Sofi


"Kita liat aja dulu bagaimana pergerakan mereka lalu menangkap mangsanya"ucap Karin


"Bener"ucap Shasha


"Tapi kita harus memikirkan strategi juga kan"ucap Sofi


"Lo nggak usah mikirin itu semua karena gue udah siapin semuanya dengan sangat matang, kita cuman hanya tunggu waktu nya aja"ucap Karin


"Good"ucap Sofi lalu mereka semua tersenyum

__ADS_1


"Guys kita bikin party yuk"ucap Aruna


"Acara Apaan Una"ucap Novi


"Apa aja kek"ucap Aruna


"Apa dong"ucap Sela


"Gimana kalau kita kemping aja"ucap Aruna


"Ide cemerlang, kita kemping di puncak gimana"ucap Dion


"Bener pasti enak banget cuaca, pemandangannya"ucap Aruna


"Iya boleh tuh Apa lagi besok kita libur sekolah"ucap Dito


"Kita berangkat aja besok"ucap Sela


"Boleh tuh"ucap Novi


"Nggak"ucap Raka datar


"Loh kok nggak sih"ucap Aruna


"Puncak jauh, pokoknya nggak boleh"ucap Raka


"Aahh lo mah nggak seru"ucap Dion


"Iya Kenapa sih kalau jauh kita juga kan nggak jalan kaki"ucap Sela


"Bener"ucap Dito


"Pokoknya nggak boleh"ucap Raka


"Ka ayo lah sekali-kali Napa sih,gue juga pengen gue udah lama nggak ke puncak"ucap Raven


"Kalian boleh pergi tapi Aruna nggak boleh pergi"ucap Raka sambil menatap wajah Aruna yang sedih


"Loh kok gitu sih"ucap Sela


"Terserah"ucap Aruna yang langsung pergi meninggalkan mereka semua


Ia langsung pergi ke kelas dengan wajah yang sedih


Raka melihat punggung Aruna


"Pasti dia sedih,tapi gue harus lakuin ini demi dia"ucap Raka dalam hatinya


"gue harus jaga dia dan calon anak gue, gue nggak mau dia sampai Kenapa-kenapa"ucap Raka lagi


"Ka kok lo gitu sih"ucap Dion


"Iya nih kak Raka mah nggak seru"ucap Sela


Lalu Sela dan Novi pergi ke kelas nya untuk nyamperin Aruna


"Una lo nggak Apa-apa kan"ucap Sela pada saat mereka sudah sampai di dekat Aruna


"Iya gue nggak Apa-apa kok"ucap Aruna


"Bener"ucap Novi


"Iya bener"ucap Aruna


"Lagi pula kak Raka Kenapa sih kok ngelarang lo pergi"ucap Sela


"Nggak tau,tapi ya udah lah nggak usah di pikirin"ucap Aruna


Lalu mereka bertiga sedang menunggu guru masuk di kelas


Dengan perasaan Aruna yang sedikit kecewa

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2