Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
malam yang tersakiti


__ADS_3

Raka kembali mengambil handphone nya dan menelpon Mama nya


"Halo Ka"ucap Maya dari seberang telepon


"Halo Ma"


"Una nggak ada Ma,Raka nggak tau Una pergi kemana"


"Itu semua karena kamu Raka"ucap Maya


"Una pergi gara-gara kamu,kamu nggak tau kan seberapa besar perjuangan Una mempersiapkan semua untuk kamu sampai-sampai dia meminta bantuan kepada bodyguard untuk membantunya karena ia mau di acara kamu dan dirinya nanti itu berjalan lancar"


"Tapi Apa sekarang kamu malah heppy dengan mantan kamu itu"ucap Maya emosi


"Mama sudah pasrah Ka kalau Una mau pisah sama kamu Mama nggak bisa berbuat Apa-apa lagi karena kamu sendiri yang bikin semua ini rumit,kamu yang mau bikin jarak dengan Una dengan cara melibatkan mantan kamu itu "ucap Maya


"Ma,Raka minta maaf Ma"ucap Raka menyesal


"Kamu minta maaf terus lalu kamu mengulangi lagi "ucap Maya


"Raka janji Ma, Raka nggak akan pernah mau dengerin Sofi Ma,Raka mau Una"


"Lalu sekarang kamu mau Apa"ucap Maya


"Raka mau pergi ke kampung Una Ma,Raka mau minta maaf sama Una sekalian Raka juga mau jemput Una pulang"ucap Raka


Maya menarik nafasnya panjang


"Ya udah Mama kirimin kamu alamat Pak Angga"ucap Maya


"Makasih Ma"ucap Raka


"Sama-sama,kamu jerniin dulu pikiran kamu"ucap Maya


"Iya Ma, Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Sambungan telpon pun terputus


Tak perlu waktu lama Maya mengirimkan alamat rumah Pak Angga


Setelah Raka melihatnya ia segera mengambil beberapa pakaian dan mengambil kunci mobil nya dan langsung pergi ke kampung Aruna


Di sepanjang perjalanan Raka tak henti-hentinya meminta maaf


"Una maafin aku Una"ucap Raka gemetar


Lalu Dion menelponnya


"Halo Ka gimana?"ucap Dion


"Gue mau ke kampung Una"ucap Raka


"Maksud lo Una balik kampung"


"Iya"


"Ya udah kita temenin lo"


"Nggak usah gue udah di jalan nanti kalau gue butuh bantuan dari kalian berdua gue hubungi kalian "ucap Raka


"Ya udah,tapi ingat kalau lo butuh bantuan kita lo hubungi gue atau Dito"ucap Dion

__ADS_1


"Ok! kalau gitu gue tutup telponnya dulu"ucap Raka


"Ok hati-hati lo"ucap Dion


"Ok"


Lalu sambungan telpon pun terputus


***


"Assalamualaikum"ucap Aruna dengan mata yang sembab


"Waalaikum salam"ucap Dina yang terkejut melihat putrinya yang tiba-tiba datang dengan kondisi yang tidak stabil dan membawa koper


"Nduk kamu Kenapa toh, Kenapa kamu bawa koper,dimana suami kamu"ucap Dina khawatir


Una langsung memeluk erat tubuh Ibunya itu dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Ibunya


"Nduk Kenapa kamu nangis"ucap Dina


Angga yang bersiap untuk tidur pun langsung terbangun karena mendengar suara yang lumayan keras di telinganya


"Siapa toh Buk"ucap Angga yang baru saja keluar dari kamar


Angga melihat putrinya yang menangis


"Loh Nduk kamu Kenapa ada di sini,Mana nak Raka"ucap Angga


"Nak Raka nda ada Pak"ucap Dina


"Kok bisa, ya sudah kita bawa Una masuk dulu takut di dengar tentangga kan nggak enak"ucap Angga


Lalu Dina membawa Una masuk ke dalam rumah nya


"Nah Nduk kamu cerita ada Apa sebenarnya"ucap Angga


"Iya toh Nduk Kenapa kamu pulang sendirian"ucap Dina


"Una mau pisah aja sama Mas Raka Bu,Pa"ucap Aruna sendu


Mendengar perkataan dari Aruna Dina dan Angga langsung terkejut


"Loh Kenapa bisa Nduk ada Apa?"tanya Dina cemas


"Una ngerasa Una nggak pantes jadi istri Mas Raka Buk"ucap Aruna sendu dan kembali meneteskan air matanya


"Una nggak Apa-apa kalau Una nggak bisa sekolah lagi yang penting Una pisah sama Mas Raka"ucap Aruna


"Nduk jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat kamu harus pikirkan baik-baik dan matang"ucap Angga menasehati Aruna


"Una siapa Pak,Buk demi kebahagiaan Mas Raka,Una akan usahakan untuk melupakan Mas Raka"ucap Aruna


"Sudah... Sudah kamu sepertinya butuh istirahat dulu kamu tenangin pikiran kamu dulu ya"ucap Dina


"Iya Nduk kamu sekarang masuk kamar ya dan kamu ganti baju dulu,baju kamu basah dan kamu langsung tidur"ucap Angga


Aruna menganggukkan kepalanya


"Iya Pak,Bu"ucap Aruna sambil berjalan memasuki kamarnya


Pada saat Aruna sudah di kamar Dina langsung menangis tapi menutup mulutnya supaya Aruna tidak mendengarkannya


Angga memeluk Dina dan menguatkannya

__ADS_1


"Pak Apa kita salah ya telah menikahkan Una terlalu cepat "ucap Dina


"Yang kuat ya Buk.Bapak yakin masalah Una dengan Raka itu pasti bisa selesai tanpa harus berpisah "ucap Angga


"Iya Pak mudah-mudahan ya"ucap Dina


"Ya sudah kalau begitu kita tidur aja ya udah larut juga "ucap Angga yang langsung di anggukkan oleh Dina


Lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar untuk istirahat


Kini sudah pukul 02.15 mobil Raka kini sudah sampai di halaman rumah orang tua Aruna


Tok...Tok...Tok (Suara ketukan pintu)


"Assalamualaikum"ucap Raka pelan


Dina mendengar suara ketukan pintu itu


Ia langsung keluar dan membukanya


"Waalaikum salam"ucap Dina yang membukakan pintu


"Nak Raka,ayo masuk"ucap Dina lembut


Raka langsung masuk dan mencium punggung tangan Dina dengan sopan


"Buk maaf saya datang larut seperti ini, saya mengganggu waktu istirahat Ibu"ucap Raka sopan


"Iya nggak Apa-apa Nak"ucap Dina


"Oh ya Buk Raka mau nanya Una Ada nggak yah"ucap Raka pelan


"Ada Nak,Una ada di dalam kamar dia sangat sedih Ibu dan Bapak tidak tahu kalian ada masalah Apa"


"Sampai-sampai Una bilang mau pisah sama kamu"ucap Dina


"Una...Una mau pisah sama saya?"ucap Raka sambil meneteskan air matanya dan langsung terjatuh


"Nak...Nak Raka kamu yang kuat ya Una ngomong seperti itu karena pikirannya sekarang sedang kacau"ucap Dina menenangkan Raka


"Tapi bagaimana jika Una benar-benar meninggalkan Raka Buk"ucap Raka sendu


"Ibu tau sikap Una dia cepat mengambil keputusan tapi Ibu juga yakin kalau Una pasti tidak akan ninggalin kamu karena dia juga cinta sama kamu "ucap Dina


"Iya benar kamu hanya perlu meluluhkan hati Una kembali dan menyelesaikan pertengkaran antara kalian "ucap Angga yang keluar dari kamar


Raka berdiri dan langsung mencium punggung tangan Angga


"Iya Pak,Buk Raka akan selesaikan semua nya"ucap Raka


"Ya sudah kalau begitu kamu sudah jauh-jauh dari kota ke kampung,kamu pasti capek kamu istirahat ya"ucap Dina


"Iya kamu masuk istirahat di kamar istri kamu"ucap Angga


Raka langsung menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu Raka masuk kamar dulu ya Buk,Pak"ucap Raka


Angga dan Dina menganggukkan kepalanya


"Ya sudah Buk kita tidur lagi ya"ucap Angga


Lalu mereka langsung istirahat

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2