Pernikahan Rahasia Siswa

Pernikahan Rahasia Siswa
ke puncak


__ADS_3

Sepulang sekolah Aruna tidak pernah berbicara sedikit pun


Sesampainya di apartemen Aruna langsung masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya


Raka yang dari tadi hanya melihat Aruna juga kasian melihat istrinya itu tapi ia harus melakukan ini demi keselamatan Aruna


setelah Aruna sudah selesai mandi dan kini ia memasak makanan dan dalam beberapa menit kemudian masakannya pun sudah selesai


Raka juga sudah membersihkan tubuhnya lalu ia langsung pergi ke meja makan


"Udah?"tanya Raka


"Iya"jawab Aruna sambil memberikan makanan kepada Raka


Lalu ia makan tanpa berbicara


"Kamu marah ya sama aku"ucap Raka


"Nggak kok"ucap Aruna


lalu ia berdiri dan membereskan semua sisa makanannya lalu mencuci nya


Setelah Aruna mencuci piring ia memegang perut nya,Raka yang melihatnya langsung mendekati Aruna


"Perutnya Kenapa?"tanya Raka


"Keram"ucap Aruna


Lalu Raka menggendong Aruna dan mendudukkannya di sofa lalu mengusap lembut perut Aruna


"Masih keram"ucap Raka


"Udah mendingan"ucap Aruna


"Kamu nggak boleh kecapean,biar aku bantu kamu"ucap Raka berdiri


"Bantuin Apa semuanya udah selesai juga kok"ucap Aruna


"Oh"ucap Raka sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal lalu ia kembali duduk di samping Aruna


"Maaf ya harus nya aku bantuin kamu"ucap Raka lembut sambil terus mengusap perut Aruna


"Iya Mas nggak Apa-apa kok"ucap Aruna


Lalu ia memeluk tubuh Raka menyenderkan kepalanya di dada Raka


"Mas aku pengen banget ke puncak"ucap Aruna


"Ia Mas tau tapi Mas juga nggak bisa ngambil resiko ini menyangkut kamu dan calon anak kita"ucap Raka


"Tapi aku ngidam tau Mas"ucap Aruna melepaskan pelukan Raka


"Ngidam?"tanya Raka


"Iya"ucap Aruna


"Terus"ucap Raka


"Kamu nggak tau ngidam itu Apa?"tanya Aruna, Raka menggelengkan kepalanya


"Nggak"ucap Raka


"Kalau istri ngidam itu harus di turuti kalau nggak nanti anaknya ileran.Emang kamu mau anak kita nantinya ileran?"tanya Aruna


"Nggak lah"jawab Raka


"Ya udah turutin"ucap Aruna


"Kamu bohongi aku ya supaya kamu bisa ke puncak"tuduh Raka


"Kok gitu sih, kalau kamu nggak percaya kamu boleh cari di internet"ucap Aruna


Raka langsung membuka handphone nya dan mengetik dan benar saja Apa yang di katakan oleh Aruna

__ADS_1


"Kok bener sih"ucap Raka


"Tuh kan"ucap Aruna


Lalu Raka mengetik sesuatu lagi


"Halo Ka ada Apa"ucap Maya dari seberang telepon


"Halo Ma.Raka mau nanya kalau orang ngidam itu harus di turuti ya"ucap Raka


Maya tertawa


"Kok Mama ketawa sih"ucap Raka


"Lucu aja gitu kamu nanya kayak gini sama Mama"ucap Maya tersenyum manis


"Jadi beneran ya Ma"ucap Raka


"Iya sayang bener kalau seorang wanita hamil itu ngidam kalian sebagai seorang suami itu harus nurutin kemauan istri kalian kalau nggak ya anak nya bisa ileran"ucap Maya


"Masa gitu sih Ma"ucap Raka


"Ya emang harus nya kayak gitu dong"ucap Maya


"Kan aku bilang juga Apa, turutin ya...ya..ya..ya..Masa"ucap Aruna merengek sambil menggoyangkan tangan Raka


"Ya udah besok kita pergi"ucap Raka


"Yeyy..."ucap Aruna senang


"Emang kalian mau Kemana?"tanya Maya


"Jadi Una ngidam pengen kemping di puncak Ma"ucap Raka


"Wah seru banget kayaknya Mama ikut ya"ucap Maya


"Tapi kan ini untuk party Ma"ucap Raka


"Ya nggak Apa-apa dong Mama mau temenin cucu Mama boleh kan"ucap Maya


"Iya Ma,Pa kalian boleh ikut kok"ucap Aruna


"Makasih sayang, biar Mama yang lengkapi semua keperluan kita di sana sama teman-teman kalian juga"ucap Maya


"Ada Apa Tante seru banget"ucap Raven yang baru datang


"Ini Raka sama Una nelpon katanya mau ke puncak besok Tante sama Om mau ikut"ucap Maya


"Ha bukannya nggak jadi"ucap Raven


"Nih kamu ngomong sama Raka"ucap Maya sambil menyodorkan handphone nya dan di terima oleh Raven


"Halo Ka bukannya nggak jadi ya"ucap Raven


"Una ngidam jadi harus di turuti"ucap Raka datar


"Nah gitu dong nggak sia-sia kaka ipar hamil"ucap Raven


"Jadi lo manfaatin anak gue gitu"ucap Raka emosi


"Ya nggak gitu juga"ucap Raven


"Terserah lo yang penting sekarang lo kasih tau ke anak-anak yang lain kalau besok ngumpul di rumah"ucap Raka


"Ok siap"ucap Raven lalu sambungan telpon pun terputus


"Yey... puncak"ucap Raven heboh


"Bu,Bibi ikut ya"ucap Bi Astrid


"Saya juga Bu"ucap Mag Sapri


"Iya kalian boleh ikut"ucap Maya

__ADS_1


"Mag bersihin motor saya yang ada di garasi bersihin juga motor sport untuk Raven"ucap Ferdi


"Siap Pak"ucap Mag Sapri


"Widi Om punya motor juga"ucap Raven


"Iya dong gini-gini Om juga pernah gabung klub motor"ucap Ferdi


"Widih jago"ucap Raven


"Motor sport punya Om itu buat kamu"ucap Ferdi


"Wiiihhh thank you Om"ucap Raven


***


"Makasih ya Mas"ucap Aruna


"Iya sama-sama"ucap Raka


"Tapi kamu ikhlas kan"ucap Aruna


"Iya sayang Mas ikhlas kok yang penting kamu harus dalam pengawasan Mas ya soalnya Mas nggak mau kalau kamu Kenapa-kenapa"ucap Raka


"Iya Mas aku ngerti kok"ucap Aruna


***


"Halo lo di Mana?"tanya Raven


"Gue di cafe sama anak-anak anjing gue"ucap Dion


"Dasar lo ngatain kita anjing"ucap Novi sambil melemparkan kentang goreng ke Dion


Dan di terima oleh Dion dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya


"Oke bagus kalau gitu"ucap Raven


"Ada Apa emang"ucap Dion


"Besok kita ke puncak dan kita semua ngumpul di rumah Tante Maya"ucap Raven


"Bukan nya nggak jadi"ucap Dion


"Aruna berhasil men"ucap Raven


"Huu...Una memang the best naklukin Raka"ucap Dion


"Yoi party men kita besok"ucap Raven


"Yoi"ucap Dion


"Jangan lupa kalian pagi-pagi ngumpul ke sini kasih tau sama yang lain"ucap Raven


"Yoi bro"ucap Dion


"Ya udah gue tutup telponnya, gue mau bantu Tante Maya beres-beres"ucap Raven


"Ok"ucap Dion


Sambungan telpon pun terputus


"Ada Apa sih hebo banget dah lo"ucap Sela


"Iya lo kayak mau ke pameran"ucap Dito


"Besok kita ke puncak"ucap Dion gembira


"Lah kan kak Raka bilang nggak"ucap Sela


"Kalian berdua nggak tau aja sisi lain kehebatan sahabat kalian"ucap Dion senang


"Una"ucap Sela dan Novi

__ADS_1


"Iya lah siapa lagi yang bisa naklukin Raka selain Una"ucap Dion


Bersambung...


__ADS_2