Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Hanya Persinggahan


__ADS_3

Apakah mungkin aku memang gadis pembawa sial , seperti yang sering di katakan Ibuku.Atau mungkin aku gadis kutukan.


Gara - gara aku lahir, Bapakku meninggal dunia dalam kecelakaan saat mengantarkan Ibu mau melahirkan.


Kalau boleh memilih saya tidak mau di lahir kan menjadi Marshanda Atmojo,karena hidupnya penuh di warnai penderitaan kekecewaan dan penjara kesedihan sengsara seumur hidup.


Kalau saja waktu bisa berputar ulang , flash back, aku tidak mau di jodohkan.Kalau saja waktu bisa berubah,aku tidak mungkin menangis darah setiap kekejaman Ryan.


Andai saja aku jadi orang kaya raya semua orang pasti tidak memandang sebelah mata terhadap aku .Aku dengan ketegaran hati , Marshanda Atmojo , Itulah namaku yang tertera di atas akte kelahiran aku, yang saat ini berpacaran dengan seorang pria yang berbeda kasta atau sosial.flask back


Pacarnya bernama Aldo Barreto,anak pengusaha kaya , Bapak Barreto restorannya di mana - mana


"Perkenalkan namaku Aldo Barreto , kalau kamu siapa,"kata Aldo Barreto sambil mengulurkan tangannya untuk salam perkenalan.


"Kalau aku Marshanda atmojo, biasa di panggil Marsha,"jawabku di resepsi pernikahan pamanku.


"Kamu tinggal di mana ,Marsha?" tanya Aldo atau Al.


"Aku tinggal di Bukit Kelapa sawit kak,"jawabku.


"Kalau kak Aldo tinggal di mana,"tanyaku. "Kalau kakak tinggal di Kelapa Gading,berarti kita searah pulangnya ya!" jawab kak Aldo.


"Nanti kita pulangnya bareng ya,"kata kak Aldo.


."Tetapi aku pulang agak malam kak soalnya di tempat saudara nggak enak pulang kalau segera pulang,"jawabku .


"Nggak apa-apa aku tunggu ya,"kata kak Aldo.


Kami terus bercakap tak terasa waktu sudah larut malam.


"Ayo kak kita pulang,"kataku pada kak Aldo . Saya naik mobilnya kak Aldo ,Pajero warna hitam metalik. Sampailah di depan pagar rumahku.


"Terima kasih kak sudah mengantarkan aku sampai rumah , mampir yuk ?" Kataku.


"Terima kasih Marsa, lain kali saja karena sekarang sudah malam,"jawab kak Aldo.


Lalu mobil kak Aldo Barreto putar balik di pertigaan terus melaju pulang.


Aku masuk rumah "Marsa kamu tadi aku cari cari kok nggak ada , di sebelah mana?"tanya Ibuku.


"Aku di pojok prasmanan , Bu ," jawab aku kepada ibuku.


"Oh yang dekat sound sistem tadi ya,"Ibu menegaskan.


"Iya , Bu,"jawab aku singkat.


"Tadi aku lihat kamu sepertinya sama pemuda siapa dia , Marsha?,"tanya Ibuku.

__ADS_1


"Iya Bu, tadi itu anaknya Pak Baretto pemilik Restoran Sedap Malam dan pemilik kantor Notaris CV Barreto Jaya Abadi ,Bu,"kataku kepada ibuku.


"Marsha jangan dekat - dekat keluarga Barreto ,kita nggak sepadan dengannya, ya," Ibuku menasehati.


"Ibu nggak mau nanti kamu sakit hati,dia orang kaya kita orang miskin,"


Ibuku merasa Kawatir kalau aku sakit hati , karena Aldo Barreto orang terpandang kaya raya di kampung kami .Tidak ada seorang pun yang berani berteman dengannya .


karena Bapaknya sangat angkuh dan galak.


Tapi mulai dari bertemu di pernikahan Pamanku,Aldo Barreto setiap hari main ke tempatku .Ibuku takut -takut cemas, karena status sosial yang berbeda.


"Maaf , Nak Aldo main ke sini nggak di marahi Bapak,"tanya Ibuku kepada Aldo.


"nggak Bu, tadi saya sudah bilang ke Bapak kalau mau main ke rumahnya teman begitu,"jawab kak Aldo.


"Kalau begitu ya sudah Ibu ikut lega dengarnya, soalnya ya Nak Aldo kan orang kaya sedangkan Marsha orang miskin takutnya kalau Bapaknya , Nak Aldo marah,"


kata Ibu.


"Tidak Bu , Bapak saya baik kok," tambahnya kak Aldo.


"Baiklah, Nak Aldo teruskan saja ,Ibu mau masak di dapur," pamitnya Ibu.


"Oh iya Bu , silahkan," jawab kak Aldo.


Aku kerja sebagai SPG Toko.


Hari semakin hari lama - lama pertemanan kami sampai di dengar Bapaknya kak Aldo.


"Do,Papa dengar kamu berpacaran dengan anaknya Bu Sumi penjual sayur di pasar itu ya,"tanya Bapaknya kak Aldo.


"Iya , Marsha namanya Pa," jawab kak Aldo .


"Marsha itu anak baik Pa ,dia juga Soleh kok," kata kak Aldo ke Papanya.


"Pokoknya Papa nggak setuju kalau kamu masih berhubungan dengan anak gembel itu,"kata Bapaknya


"Nggak bisa begitu dong , Pa ,aku sudah terlanjur cinta sama Marsha,"jawab kak Aldo


"Pokoknya kamu harus putuskan cewek itu ,Papa sudah punya calon untukmu.Dia anak dari rekan kerja Papa,"kata Papahnya Aldo.


"Dia juga punya Perusahaan Rokok di Kudus," tambah Papahnya Aldo.


"Tidak Pa ,Aldo tetap memilih Marsha," Jawab kak Aldo .


. "kamu milih gembel itu berarti Kamu siap hidup melarat , tinggalkan rumah ini dan aku cabut semua fasilitas yang Papa kasih ke kamu dan mau .... di anggap anak durhaka kepada orang tua kamu,"jawab Papanya Aldo.

__ADS_1


"Kamu mau seperti itu atau menuruti Papa , dengan Pilihan Papa, tinggal pilih kamu ,Do", ancamannya Papanya Aldo.


Aldo jadi kacau , bingung dia terus langsung masuk kamar dan "brrag,"pintu di banting.


"Do , jangan pergi Kamu orang tua lagi ngomong , jangan main nyelonong saja,"jawab Papanya Aldo.


Tetapi Aldo diam tidak menghiraukan ucapan Papanya .


Papanya jadi kesal sama Aldo dia lanjutkan ke kantor.


Waktu Sampai di pertigaan Mobilnya berpapasan dengan sepeda onthel yang di Naiki Marsha.


Mobil Alpard putih berhenti tepat di depannya"hey gembel Kamu ya, yang ngejar - ngejar anak Saya,"kata Papahnya Aldo.


"Maaf , Bapak Siapa Ya," tanyaku.


"Halah jangan pura- pura sok polos ,Kamu,"serang papanya Aldo.


"maaf , sekali lagi saya nggak mengerti ucapan Bapak!"kataku lagi.


"Saya ini Papahnya Aldo Barreto,dan sebaiknya kamu tinggalkan Aldo,kamu minta berapa saya bayar,"kata Papahnya Aldo seraya menghina.


"Orang gembel seperti kamu pasti yang di incar uangnya Aldo iya ,kan,"jawab Papanya Aldo lagi


"Enggak kok Pak ,kami berdua sepakat untuk saling mencintai dengan tulus dan ikhlas dan tidak memandang status sosial ekonomi kami masing-masing",.jawabku lagi


"Hallah persetan dengan cinta Makan saja cintamu itu.Menjauhlah dari Aldo , Minggu depan Aldo tunangan dengan anak Bos rokok Sinar Kudus, Pabrik terbesar di Indonesia, jangan mimpi kamu, gembel selamanya ya tetep gembel,"Papahnya Aldo mendorongku hingga aku terjatuh.Minggu depan Aldo akan menikah dengan anak pemilik perusahaan rokok ternama.


Langkahku gontai , orang miskin banyak di lecehkan.


Siapa orang yang mau di lahirkan miskin.


Tentu kalau boleh memilih, semua orang maunya sih jadi orang kaya


Orang miskin hanya jadi persinggahan orang kaya, habis manis sepahnya di buang.


"kak Aldo selamat ya atas pertunangannya,"kataku di telpon .


"Marsha ini bukan kehendak, ku Papaku yang memaksaku,"kata kak Aldo.


"Mungkin memang hanya sampai di sini kisah kita,dan anggap saja kita tidak berjodoh,"kataku Kepada kak Aldo.


"Marsha , mari kita perjuangkan cinta kita ,kita lari dari rumah bagaimana?"tanya kak Aldo."Tidak kak itu terlalu riskan untuk aku sebagai perempuan,lagi pula kalau Aku melakukan itu harga diriku mau di taruh di mana?"kataku pada kak Aldo.


"Aku memang orang miskin ,tapi bukan berarti Kami tidak punya Harga diri yang bisa di injak injak dan di hina,"jawabku .


"Sudah cukup kak, carilah yang sejajar dengan kakak, seperti langit dan bumi , dunia kita sudah berbeda,"kataku lagi .

__ADS_1


"Tut Tut Tut,"aku tutup telponnya.


"Marsha , Marsha Mar jangan tutup dulu,"kata kak Aldo , Bersambung


__ADS_2