
Seharian kami mengunjungi tempat wisata di kota tempat tinggal Angel dan Baby Queen.
Banyak panorama alam yang indah belum tersentuh oleh tangan manusia.
Kami berempat naik perahu motor dan juga naik mainan lainnya.
Setelah seharian terasa penat dan capai berkeliling akhirnya kami memasuki restoran dan makan bersama setelah itu di lanjutkan keliling lagi sampai tepat pukul 6 sore kami baru pulang.
Tak terasa berkumpul layaknya sebuah keluarga kecil bahagia sedang berkumpul.
Aku jadi tidak ingin meninggalkan momen - momen indah ini.
Lalu ku ambil foto untuk kenang- kenangan.
Menjelang malam kami pulang, karena capai anak - anak tertidur pulas di mobil.
Sedang aku duduk di depan dekat mas Ryan yang sedang menyetir.
"Bagaimana perasaan kamu Ngel melihat anak - anak tadi."
"Ya, senang mas melihat mereka begitu ceria, meskipun keluarga mereka tidak utuh,"
"Bagaimana kalau kita utuh kan kembali, kita kembali menikah demi anak kita!!!"
__ADS_1
"Sudah mas, cukup jangan di bahas lagi."
Ryan menelan ludah dan bernafas berat.Seperti banyak uneg-unegnya yang mau di sampaikan ke Angel, namun selalu Angel menahannya sebelum kata - katanya selesai.
Jadi seakan berhenti di tenggorokan suaranya lidahnya kelu.Andai waktu bisa di ulang dia akan selalu menjaga hati Angel karena hatinya tertambat di Angel.Lalu bagaimana dengan Marsha bagaimana statusnya.
Seperti biasanya Marsha mengerjakan tugas rumah tangga dan menjaga laundrynya.
Walaupun di tinggal Ryan dia tetap amanah melakukan tugas-tugasnya.
Memang Marsha istrinya Ryan, tetapi tak pernah di anggap oleh Ryan.
Malah setiap hari Marsha di perlakukan layaknya seorang pembantu rumah tangga.
Setiap hari dia belanja untuk Ryan tapi tidak boleh memakan hasil masakannya, jadi Marsha kembali menitipkan gorengan di warung belanjaan dekat rumahnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hari -harinya memang sangat berat dan menyedihkan,setiap hari hanya tetesan air mata mengalir deras membasahi pipinya.Tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya, hanya senyuman Daffa yang merekah bisa menyiram hati Marsha yang gersang terasa menyejukkan.
Dia pun menulis novel online untuk tambahan penghasilannya supaya suatu saat nanti dia bisa berpijak di kakinya sendiri dan tidak ada yang meremehkannya lagi.
Sudah seminggu Daffa di rumah Angel, sudah saatnya kembali masuk sekolah.
Akhirnya pagi ini, Ryan dan Daffa berpamitan untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Mama Angel, Daffa pulang dulu ya."
"Jangan lupa belajar yang rajin besok kalau sudah besar bisa bermain ke sini sendiri jadi anak pemberani dan tangguh ya!!!"
"Siap Ma!!"
"Mas , nitip ya ini oleh oleh buat mb Marsha,ada aneka keripik dan kue tolong sampaikan ke mb Marsha."
"Ya nanti aku sampaikan."
Akhirnya Daffa pulang ke kampung halamannya dan jam 4 sore sampai di rumah.
di depan pintu sudah ada sosok seorang perempuan lusuh dan kusut berdiri di ambang pintu menyambut kedatangan mereka.
"Ibu Daffa pulang...."
"Anak ibu sudah pulang ya!!!"
Air mata Marsha menetes karena bahagia dan kangen sama Daffa yang kesekian kalinya tidak bisa bertemu.Akhirnya hari yang di tunggu datang juga.
Marsha memeluk Daffa dengan erat melepaskan kerinduan terhadap anaknya.
Sedang Ryan langsung masuk kamar dan membawa oleh - oleh dari Angel, dan di simpan di kamarnya, yang seharusnya teruntuk Marsha dari Angel.
__ADS_1
Seperti biasa muka masam dan dingin tampak dari raut Ryan,tak ada keceriaan setelah kembali ke rumahnya.