Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Malam tiba keluarga mas Arman Khan.Papanya bernama Malik Khan dan Ibunya Mira neswara.Tepat pukul delapan malam


"Assalamualaikum ," keluarga mas Arman mengucapkan salam.


"Waalaikum salam wr wb,"


jawab Kami berdua.


"Mari Bu silahkan masuk.ya begini ini keadaan kami Pak Bu .Kami tidak bisa menyediakan tempat yang layak," kata Ibuku.


"Terima kasih Bu nggak apa-apa Bu .ini sudah cukup bagi kami.dan ini akan menyambungkan tali silaturahmi," kata mamanya mas Arman dengan bijaksana.


Ternyata aku dan ibuku sudah salah menilai keluarga mas Arman.


Walaupun tergolong orang kaya raya.Baru kali ini aku menemukan keluarga yang sederhana dan tidak sombong.Padahal perusahaannya banyak.


"Maaf Bu sebelumnya kami dari dari keluarga miskin ,apa Bapak sekeluarga nggak malu Punya besan seperti kami,"kata Ibuku


"Maaf Bu harta adalah titipan.dan kita di sisi Allah adalah sama yang membedakan dari kita adalah amal dan ibadah kita Ibu,"kata Bu Mira menyejukkan hati. Sungguh mulia hatinya.


"Makanya Arman saya suruh cepetan menikah dan tidak usah pacaran.Karena pacaran, akan menimbulkan fitnah dan dosa,"kata Ibunya Arman.


Ternyata Mas Arman lahir dari pondasi agama yang kuat . Sehingga mas Arman menjadi seorang taat beragama."Seperti yang sudah tadi siang Arman sampaikan Bu .Kami ingin melamar anak ibu yang bernama Marsha .Apakah Ibu setuju bila Arman dengan Marsha Bu," kata ibunya mas Arman

__ADS_1


"Kalau aku terserah nak Arman dan Marsha Bu . karena mereka berdua yang menjalani,"jawab Ibuku.Dan kami sangat bahagia penuh canda Sendau - gurau.


Saling tukar pikiran Layak seperti sudah saling akrab dan nggak ada sekat status sosial antara Kami.


Keluarga Arman mohon pamitan , karena sudah larut malam. "Ibu saya sekeluarga mohon pamit karena waktu sudah malam.Dan untuk acara akad nikah kita lanjutkan pembahasannya Minggu depan .Cari waktu yang tepat ," keluarga Arman.


"Iya Bu kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas silaturahminya.Dan kami mohon maaf bila banyak kekurangan dalam penyambutan", kata Ibuku.


"Enggak kok Bu semua sudah lancar dan kami senang sudah di terima dengan tangan terbuka oleh Ibu sekeluarga ,"lanjut ibunya Arman.


Suasana kembali hening hanya tinggal kami berdua .Aku dan ibuku , berbenah membersihkan piring dan gelas yang buat acara tadi.


Karena makanan masih banyak lalu aku bagikan tetangga


Seperti biasa kami beraktivitas sehari - hari


Mas Arman datang menjemput aku untuk berangkat kerja.Setelah seminggu lamaran mas Arman mengabarkan bahwa pernikahan kami di langsungkan bulan depan tepatnya hari Minggu .


Soalnya hari libur supaya keluarga semua bisa kumpul


Lalu kami dan mas Arman mencetak undangan dan pree wedding.juga menyiapkan apa saja untuk keperluan kami nikah nanti


aku sangat capai dan juga mas Arman akhirnya aku ketiduran di kamar dengan mas Arman di sebelahku.

__ADS_1


Mas Arman membelai rambutku


Lalu mengecup keningku "kamu adalah bidadariku dan penerang hidupku Marsha," kata mas Arman.Dan aku bangun kaget karena mas Arman memegang tanganku. "Lho mas Arman belum pulang ?" tanyaku.


" Belum ini baru mau pulang.besok besok kalau aku gak bisa ke sini lagi jaga dirimu baik baik ya," kata mas Arman.


"Lho kok gak bisa kesini mas Arman mau ke mana . soalnya pernikahan kita tinggal nunggu hari . Tepatnya besok Kamis di laksanakan ,"kataku


"Bukan begitu pekerjaanku di kantor banyak menumpuk.jadi misalkan aku gak bisa ke sini kamu jaga dirimu baik baik ya ,"jawab mas Arman


"Oh gitu ,tak kirain kenapa kok pesan pesan tak kirain mau pergi jauh," kataku pada mas Arman "Ya enggak Marsha pernikahan kita tinggal menunggu hari jadi aku nggak kemana - mana mas pulang ya ,"jawab mas Arman.


Setelah berpamitan Mas Arman pulang naik Pajero.belum lama mas Arman pamitan .pintu kami di gedor - gedor dengan


sangat keras."Bu Bu .., Marsha , Marsha," suara dari luar


"Siapa ya," kataku sambil menuju pintu .


"Aku bi Inah," kata pengetuk pintu tadi


" kenapa Bi ada apa?" tanyaku pada bi Inah.


"Anu itu anu itu itu mobil Mas Arman masuk jurang,"Kat bi Inah sambil tergopoh-gopoh bicaranya.

__ADS_1


Bagai di sambar petir aku langsung pingsan dan terjatuh di depan pintu .Bersambung


__ADS_2