
Fajar menyingsing sinar matahari kemilau keluar dari singgasananya.
hari pertama Ryan tidur di rumahnya tetapi seperti orang asing.
Marsha tidak mau berbicara dan bila di tanya hanya menjawab sepatah dua patah kata dan seperlunya.
Marsha seperti berubah atau Ryan yang berubah.walaupun serumah Marsha tidak mau tegur sapa.
Akhirnya dia coba mendekati Dafa
"Dafa sudah makan belum?"kata Ryan.
"Belum pak ,"kata Dafa.
"Yuk makan bareng bapak," kata Ryan.
"Nggak ah aku maunya sama Ibu,"kata Dafa
"Ya sudah bapak makan duluan ya," jawab Ryan.
"Oke,"kata Dafa
Dafa kembali bermain mobil - mobila nya di teras .
Marsha sibuk menjemur pakaian di samping rumahnya.
"Assalamualaikum , permisi ," suara tamu dari balik pintu.
"Waalaikum salam,"jawab Marsha.
"Oh pak Toni silahkan masuk pak, aku ambilkan uangnya ,"jawab Marsha.
"Ini pak uangnya , maaf pak kemarin mau antar ke banknya lupa ?" jawab Marsha.
"Tidak apa - apa bu,"kata dept colector .
"Yang penting ibu rutin setorannya dan ini sudah memasuki tahap setoran ke tiga puluh jadi enam bulan lagi hutang Ibu akan lunas .
Dan nanti bila sudah lunas saya kembalikan sertifikat tanah Ibu terimakasih atas kerjasamanya selama ini Bu kami permisi,"kata Toni
"Iya pak sama- sama saya juga terima kasih sudah memberikan tenggang waktu,"kataku.
"Sama-sama Bu atau Ibu bila mau ambil pinjaman lagi juga boleh langsung saya ACC karena pelanggan lama,"kata pak Toni.
__ADS_1
"Enggak kok pak satu kali ini saja saya sudah dengan banyak hutang,"kataku.
"Ya sudah saya permisi dulu ya Bu dan semoga usaha ibu makin sukses selalu ,"kata Pak Toni.
"Amin ya pak terima kasih atas doanya,"kataku sambil mengantarkan kepergian pak Toni.
Ternyata dari ruang tengah semenjak tadi Ryan memperhatikan kedatangan pak Toni dan mendengarkan percakapan antara Kami.
"Bagus ya jadi pendengar setia dan pura pura tidak tahu,"kataku
"Kamu itu bicara apa,"kata Ryan
"Bicara apa katamu.hey jangan sok bodoh Mas Ryan kamu tahu arah pembicaraan aku.
Kamu tidak tahu malu ya pergi meninggalkan hutang BANK begitu banyak,"kataku
"Saya ingatkan kembali dulu kamu mau pergi meninggalkan hutang buat biaya rumah sakit dan yang kedua sertifikat kamu jaminkan buat bercinta dengan pacar kamu , sebetulnya kamu itu manusia apa monster sich,"kataku kesal.
"Iya Marsha aku salah dan aku mempunyai anak dari pacarku itu. Pacarku namanya Angel aku dan dia nikah siri dan di karuniai seorang anak perempuan yang aku kasih nama Queen.Setelah dua tahun menikah karena aku tidak bekerja lalu Angel mengusirku dan dia minta cerai begitu ceritanya.
Dan aku mulai saat ini akan coba mencintaimu Marsha dan aku akan berubah,"kata Ryan.
"Makan itu cintamu memang bisa kenyang perut dengan memakan cinta.Aku sudah tidak butuh cinta.
Yang aku butuhkan saat ini hanya uang dan uang untuk melunasi hutang - hutang yang kau tinggalkan padaku,"kataku.
Yang kebetulan rumah Ryan ada dua dan bersebelahan.
"Terserah kamu bukan urusan aku ,"kataku.
"Kamu kok gitu Marsha ketus sama aku .Aku kan sudah janji sama kamu akan berubah," kata Ryan.
"Makan janjimu itu sudah kenyang aku dengan janji-janji sebaiknya kamu urusi dirimu sendiri dan aku urusi diriku sendiri,"kataku
"Yang , jangan gitu dong beri aku aku satu kesempatan lagi dan aku akan buktikan kepadamu kesungguhan hatiku,"kata Ryan.
"Sudahlah pergi sana muak aku lihat tampangmu kamu tahu aku bertahan disini karena anakmu bukan kamu ,"kataku sambil pergi ke depan menghampiri anakku.
"Dafa ibu mau berangkat kerja nanti kamu di rumah sama Bapak ya kalau mau makan atau minum minta sama Bapak ya,Ibu sebentar kerjanya nanti kalau sudah selesai Ibu pulang ",kataku
"Ibu kenapa aku nggak ikut saja biasanya aku di ajak Ibu kerja kan ?"kata Dafa.
"Ya itu karena di rumah nggak ada orang ,nah sekarang ada bapak kamu di rumah sama bapak nanti pulangnya Ibu belikan es krim mau ?"kataku membujuk Ryan.
__ADS_1
"Hore ada es krim mau mau tapi pulangnya cepat ya Bu,"kata Dafa.
"Iya Ibu janji,"kataku.
"Pagi Bu Ratna ,"sapaku sesampainya di rumah Bu Ratna.
"Pagi Marsha kok tumben Dafa nggak ikut,"kata Bu Ratna.
"Ya Bu hari ini bapaknya pulang,"kataku.
"Haah setelah sekian lama dia masih berani pulang nggak tahu malu itu suamimu .Lalu kamu terima kembali ,"kata Bu Ratna.
"Ya bagaimana lagi Bu walaupun begitu toh dia masih sah bapaknya Dafa,"kataku.
"Aku heran sama kamu Marsha kamu sudah di pukuli di tendang di remehkan dan di injak- injak martabatmu sama Ryan kok masih mau bertahan sama dia nggak minta cerai saja,"kata Bu Ratna.
"Sebetulnya aku sakit hati Bu tetapi aku
ingat Dafa jadi ku buang jauh semuanya hanya demi anakku.Dan aku bila bercerai juga takut , entahlah Bu aku seorang penakut lebih baik aku bersembunyi di balik anaku dan merasakan zona nyaman di samping anakku,"kataku.
" Ya sudahlah Marsha aku tidak mengerti jalan pemikiran kamu yang penting kamu bahagia dan ini aku belikan baju baru untuk Dafa tak kirain tadi dia ikut ini nanti di kasihkan ,"kata Bu Ratna.
"Terima kasih Bu telah membelikan baju buat Dafa semoga rejekinya Ibu bertambah banyak ,"kataku
"Amin,"kata Bu Ratna.
"Oh iya Marsha kamu sudah makan belum kalau belum kamu sarapan dulu itu di meja Ibu sudah masak ayam garang asem kamu ambil sendiri ya soalnya Ibu buru - buru ke kantor sudah telat karena hari ini ada meeting di kantor,"kata Bu Ratna.
"Ya Bu terimakasih tetapi saya tadi sudah sarapan kok Bu,"kataku.
"Ya sudah tak tinggal dulu ya jangan lupa kalau pergi pintu di kunci semua,"kata Bu Ratna sambil melangkah pergi.
Lalu aku lanjutkan pekerjaan aku menyetrika baju dan setelah selesai aku lanjutkan mengepel lantai dan bersih - bersih lainnya.
Setelah semuanya beres aku pulang aku cek lagi semua sudah aku kunci termasuk pintu pagar sudah aku kunci . Kemudian aku lanjutkan ke rumah BI Jami untuk berjualan gorengan.
Seharian aku beraktivitas di luar sore aku pulang sambil menenteng baju baju yang mau aku laundry.Sebagian tetangga ada yang di Antarkan langsung ke rumahku ada juga yang suruh ambil kerumahnya.
Aku lihat di ranjang anakku sudah tidur sambil memeluk mobil-mobilan.
"Ya demi kamu Nak ,Ibu bersemangat untuk hidup dan berjuang ,"Kataku aku duduk di samping anakku tidur sambil mengelus rambutnya.
Andai saja waktu masih bisa berputar aku tidak mau di posisi seperti ini
__ADS_1
banting tulang mati - Matian untuk membayar hutang orang yang nggak tahu diri seperti suamiku itu.Tetapi semua tiada gunanya di sesali.Semua pasti ada hikmahnya.
Hanya Allah yang maha tahu engkau tempatku bersandar atas semua keluh kesah ku.Bersambung.