
Aku segera berangkat ke rumah Bi Jami untuk ber bela sungkawa.
"pak saya turut berdukacita atas meninggalnya Bi Jami ,"ucapku kepada suaminya Bi.
Aku berjalan mencari tempat duduk di paling ujung dapat kursi kosong,aku terus menuju ke sana.
"Sendirian ya,"kata pemuda itu.
"Iya,"ucapku.
Ternyata di sebelah aku adalah Aldo Barreto.mantan pacarku dulu
Aku langsung beranjak pergi, takutnya timbul fitnah.Aku lekas pergi dari situ tetapi kak Aldo terus mengikuti aku.
"Maaf kak sebaiknya kita jaga jarak karena kita sudah tidak ada ikatan takutnya nanti bisa timbul fitnah dan akan terjadi kesalahpahaman nantinya,"ucapku.
"Tidak apa-apa Marsha aku hanya Mau pulang kita, kan searah jadi tidak ada salahnya jalan bareng,"ucap kak Aldo.
"Tapi nanti kalau keluarga kak Aldo lihat bagaimana,"ucapku.
"Jangan Kawatir Marsha kan kita nggak melakukan apapun, kita hanya jalan bareng,"tambah kak Aldo.
Aku terdiam tidak bisa membantah lagi ucapan kak Aldo.Tetapi pikiran aku gundah akan banyak hal yang ku takutkan terjadi.
Sampai di depan rumahku karena aku sejak tadi terdiam dan melamun hampir saja terserempet motor untung saja kak Aldo menarik lenganku dan aku terjatuh di pelukan hangat kak Aldo.
Dari depan pintu mas Ryan melihat aku berpelukan dengan kak Aldo, sehingga darahnya naik.
"Oh begitu ya selama ini aku tinggal diam -diam kau bermesraan dengan mantan bagus ya,"kata mas Ryan.
"Mas kamu salah paham,aku bertemu dengannya baru kali ini,"ucapku
"Pantas saja sejak aku datang kamu tidak mau aku sentuh ternyata sudah ada pengganti diriku yang lebih kaya,"jawab mas Ryan.
"Mas kamu salah paham tadi aku hampir terserempet motor terus kak Aldo menolongku," ucapku.
"Mana ada maling ngaku kalau ada penjara penuh,"bantah mas Ryan.
"Berapa kali harus aku jelaskan mas ,aku bukan orang seperti itu,"jawabku.
"Kamu sudah salah masih saja berdalih.Apalagi dia kaya Siapa yang nggak mau munafik?"kata mas Ryan.
Kenapa sesal selalu datang di belakang.Kalau tahu begini aku nggak akan pergi tausiyah.Mas Ryan apa sadangkal itu cintamu ,mas?
Apa kurang pengabdian cintaku mas?
Apakah kurang pengorbanan hidupku.
Mas Ryan membanting pintu,dan bergegas pergi.Aku tidak bisa tidur, aku tengok jam sudah jam satu malam tetapi mas Ryan belum pulang juga.
Akhirnya aku tunggu di kursi dan aku ketiduran di kursi.
__ADS_1
"Tok tok tok....,"suara pintu di ketuk.
"Ya sebentar,"aku lekas bangun dari kursi.
"Lama sekali buka pintunya kamu sembunyikan lelaki ya,'ucap mas Ryan.
"Mas kamu mabuk ya,"jawabku.
"Dasar kamu perempuan brengsek tidak tahu di untung, tukang selingkuh,"ucapan mas Ryan membuat perih hatiku.
Sejak saat itu mas Ryan tiap malam pergi mabuk - mabukan dan pulang pagi.
Aku rasa sakit hatiku rasanya tidak kuat menahan beban hidup yang begitu berat.
"Marsha buka pintunya,"ucap mas Ryan."Iya mas sebentar,"ucapku.
"Sudah mas berhentilah mabuk- mabukan, ingat anak kita mas,"jawabku.
"Jangan cerewet sok suci kamu tukang selingkuh,"jawab mas Ryan.
"Aku nggak pernah selingkuh mas kamu percaya apa tidak Allah yang tahu bahwa aku tidak berbohong,"jawabku.
"Jangan sebut-sebut nama Allah perempuan bejat,"jawab mas Ryan.
Mas Ryan langsung menarikku ke ranjang.Di tariknya bajuku dengan paksa hingga terlepas.Lalu dia menciumi aku secara kasar dan menggigit buah dadaku.
"Mas, sakit pelan - pelan mas,"jawabku sambil meringis.
"sakit mas,"ucapku lagi.
Mas Ryan terus memasukkan jarinya dengan kasar ke bagian bawah sensitif ku.
Aku menangis , meronta dan tidak bisa melawan.
"Mas Ryan hentikan,"ucapku.
"Oh kamu lebih senang di sentuh Aldo ya,"ucap mas Ryan.
"Mas, jangan konyol, cemburumu tidak beralasan,"ucapku.
"Rasakan punyaku lebih jago daripada punya Aldo,"ucap mas Ryan.
Dia langsung menghujamkan pedangnya yang besar sekali seperti pisang Ambon.
Dengan kasar mas Ryan menghujamkan batang pisang tarik ulur dengan keras membuat perih bagian sensitifku.
Dengan semakin kencang dan kasarnya permainan mas Ryan, sehingga aku tidak menikmati hanya kesakitan yang ku rasakan.mas Ryan juga menggigit seluruh dadaku punggungku terasa perih.
Dan terus di masukkanya pusaka mas Ryan sampai dia mencapai kenikmatan lalu terkapar di ranjang sebelahku.
Dia langsung tertidur pulas dan belum mengenakan pakaian sehelai pun.
__ADS_1
Aku terima nasibku, jadi korban Siti Nurbaya.
Apakah aku sanggup menjalani takdirku sampai akhir?
Satu hari saja rasanya setahun.Ya Allah berikan aku kekuatan untuk menghadapi ini semua.
Waktu cepat berlalu pagi hari ini aku masih lemas dan tubuhku terasa remuk dan perih semuanya.
Lekas ku ambil handuk untuk mandi.
Setelah habis mandi aku mau ganti baju , ternyata mas Ryan sudah bangun.
Di tariknya tanganku, sehingga aku terjatuh di pelukan mas Ryan.
"Kita mulai lagi sayang supaya kamu tidak menoleh pria lain selain aku,"ucap mas Ryan .
"Sudah mas aku capai,"ucapku.
"Kalau kamu tidak mau melayani aku itu berarti benar bahwa kamu berselingkuh,"jawab mas Ryan.
"Baiklah terserah kamu mas maumu apa?"
Lagi - lagias Ryan menarik handukku.Sehingga aku polos tidak ada benang sehelai pun. Dia mulai menciumi tengkuk leherku dan menggigitnya.
"Mas yang halus permainannya,"ucapku.
"Oh kamu lebih menikmati permainan kak Aldo yang halus,"ucap mas Ryan yang di penuhi api cemburu.
Dia memasukan jarinya ke bagian sensitif dan memukuli punggungku.Setelah Dia puas menyiksaku di lanjutkan pusakanya di masukkan lorong gelap punyaku hingga dia mengerang nikmat dan ambruk di sebelahku.
Aku seperti pembantunya, pembantu di rumahnya dan pembantu di ranjangnya.Aku tidak di hargai sebagai istri. Ku raih bajuku dan lekas aku pakai .ku seka air mataku.
Aku tidak mau terlihat sedih di depan anakku.Aku harus terlihat tegar dan baik - baik saja.
Ku buka pintu kulkas dan aku ambil beberapa sayuran hijau untuk aku masak.
"Ibu memasak apa hari ini Bu?"tanya Daffa.
"Ibu mau memasak sayur bayam kesukaan kamu Daffa dan nugget,"Kataku.
"Hore, hore,hore....Sayur bayam ,"jawab Daffa.
Aku pandangi anakku sayang polos putih tak ternoda.Ibu sangat menyayangimu.
Aku melihat Anakku jadi bersemangat lagi.Demi kamu Nak ku pertaruhkan jiwa ragaku,asal kau bahagia kelak.Doa Ibumu semoga kau jadi orang sukses.
"Marsha buatkan aku nasi goreng,"ucap mas Ryan.
Aku terdiam namun tetap aku buatkan takutnya mas Ryan mengamuk lagi .
Setelah nasi gorengnya sap ku siap ku antar ke kamar dan ku serahkan tanpa bersuara.
__ADS_1
Bersambung