Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Panjul Membuat ulah Hati Ryan tidak Goyah


__ADS_3

Setelah menang telak kini Ryan pulang dan kartu di serahkan Panjul.


"Sudah njul kamu lanjutkan sendiri,"kata Ryan.


Lalu Ryan pulang hatinya terasa senang rasanya beban di pundak sudah hilang.


"Yang aku pulang ,"sapa Ryan kepada Marsha.


"Tumben pulang cepat biasanya kamu sampai tiga hari baru pulang,"jawab Marsha dengan kesal.


"Bukannya gitu ini aku terpaksa karena di ancam Panjul,"pembelaan Ryan.


"Toh kamu juga menikmatinya itu juga hobi kamu,"kataku.


"Benar kok yang , aku mau tobat aku insyaf sekarang bagaimana supaya kamu percaya,"kata Ryan.


Ryan merasa bersalah kepada Marsha lalu dia mengambil hatinya Marsha dengan membantu menyetrika.


"Sudah taruh saja setrikanya aku bisa nyetrika sendiri selama ini nggak ada Kamu aku terbiasa sendiri,"kataku.


"Nggak apa-apa biar cepat selesai,"kata Ryan tetap menyetrika.


Lalu dengan kesal Marsha mencuci baju dengan keranjang di lemparkan suatu ungkapan hatinya.


"Brug brug brug,"suara keras keranjang menatap tembok.


"Kenapa yang, kamu masih marah sama aku,"kata Ryan.


Marsha hanya diam saja baru sesaat telpon berdering.


"Tut Tut Tut," telpon berdering.


"Ya halo assalamualaikum,"kataku

__ADS_1


"Waalaikum salam wr wb,"kataku


"Marsha ini aku kak Edel kamu kesini ya ibu sakit diare nanyain kamu,"kata kak Edel.


"Iya kak aku segera ke sana," kataku.


" Ibu sakit diare aku mau ke rumah kak Edel,"kataku pada Ryan.


"Aku antar ya ,"kata Ryan.


"Nggak usah aku bisa sendiri ke sana ," kataku.


"Benar nggak mau di antar?"tanya Ryan.


"Lagipula kamu antar pakai apa kalau ujung ujungnya naik ojek juga mendingan aku berangkat sendiri kamu itu nggak kuat derajatnya di kasih warisan orang tua malah nggak bisa menjaga memang kamu dulu suka menghina aku , orang miskin makanya kamu sekarang juga berada di posisi seperti aku dulu,"kataku.


"Iya aku memang nggak kuat derajatnya nggak bisa menjaga amanah sekarang kamu bisa ganti memakai aku sesukamu aku terima memang aku salah ,"kata Ryan.


"Nggak ada gunanya kalau aku ganti menghinamu semuanya sudah terjadi yang penting kamu harus sadar harta nggak di bawa mati harta nggak menjamin orang bahagia ,"kataku


"Kamu di bilangin malah ngeledek ya ,"kataku.


"Nggak memang Kata - katamu seperti ustazah ceramah ,"kata Ryan.


"Ingat aku belum memaafkan kamu atas tindakan kamu kemarin bersama Panjul ,"kataku.


"Iya aku siap mendapatkan hukuman aku pasrah asal kamu jangan marah lagi,"kata Ryan.


Lalu aku berangkat ke rumah kak Edel dan sampai di depan rumahnya.


"Assalamualaikum," kataku


"Waalaikum salam wr wb,"suara kak Edel dari dalam rumah.

__ADS_1


"Masuk Marsha,"aku masuk mengikuti kak Edel.


"Begini Marsha ibu itu sakit diare dan aku itu nggak doyan makan kalau habis lihat ibu diare, untuk sementara kamu tinggal di sini sampai ibu sembuh diarenya , ya,"kata kak Edel.


" Ya kak ,"kataku.


"Oh ya Marsha kamu minta di bayar berapa untuk merawat Ibu ,"kata kak Edel.


"nggak kak aku ikhlas merawat ibu ,"kataku


"Tetapi aku sudah membuat kamu repot ",kata kak Edel.


"Nggak apa-apa kok merawat orang tua adalah kewajiban anak,"kataku


"Oh jadi kamu menyindirku Marsha ,kata kak Edel.


"Maaf Kak Edel aku tidak menyindir siapa - siapa,aku benar - benar tulus untuk merawat ibu,"kataku.


"Maafkan kakak Marsha nggak seharusnya saya bicara begitu,"kata kak Edel.


"Nggak apa-apa kok, kak,"kataku.


Lalu aku mulai membersihkan Ibu , memapah ke kamar mandi dan memandikan serta mengganti pampers.


Setelah semuanya selesai aku lalu mengambil makanan dan menyuapinya.


"Ibu semuanya sudah beres sekarang Ibu istirahat ya ,"kataku.


"Iya Marsha,"Kata ibuku.


Ibu mertuaku sekarang sudah bisa berbicara walaupun sedikit - sedikit,aku ikut senang melihat peningkatan kesehatan Ibu.


Tinggal badannya yang belum bisa di gerakan.

__ADS_1


Dengan sabar aku setiap merawat Ibu dan mengajaknya berjemur.


Sudah satu Minggu aku di rumah kak Edel,keadaan Ibu sudah membaik.Sudah waktunya aku pulang ke kampung.Karena telpon terus - menerus, menanyakan kapan aku pulang


__ADS_2