
Jam dinding berdentang sepuluh kali, menandakan sudah pukul sepuluh siang.
Angin berhembus sepoi-sepoi menerobos masuk ke jendela, menerpa wajahku yang kusam.
Memang sebetulnya aku cantik hanya tidak terawat saja jadi kelihatan tua.
Sambil memotong sayuran aku mendengarkan lagu di handphone agar tidak terlalu berlarut-larut terbawa kesedihan dan kegalauan di hati.
"Tok,tok,tok"suara pintu di ketok dari luar,lalu aku tersadar dari suasana hati.
Sambil berjalan membuka pintu ku matikan kompor dulu karena air sudah mendidih.
"Ehh Angel,ayo masuk,itu Baby Queen sudah tanya terus menerus kapan Mama datangnya?".
"Lalu ku jawab saja nanti kalau kamu sudah mandi, soalnya di suruh mandi susahnya minta ampun,Ngel !!!" .
"Oh gitu ya mb , memang ini anak minta di jewer kupingnya biar jera,"jawab Angel.
Angel menghempaskan tubuhnya di atas sofa dan mengibaskan tangannya kegerahan.
"Panas ya ,Ngel , bentar aku ambilkan kipas di dalam biar enakan," ucapku.
"Sedikit mb ,Ndak usah mb , malah jadi ngerepotin mb Marsha,biar aku ke kamar anak - anak ,aku kipasan di sana saja mb!!".
"Ya sudah kalau begitu,aku terusin masak dulu ya,"ucapku.
ku tenteng celemek yang ku pakai tadi dan berjalan ke arah dapur.
__ADS_1
"Mas Ryan ke mana mb ,kok sepi? tanya Angel dari kamarnya Dafa.
" Mungkin ke rumah temannya kali !!".
"berubah nggak mb mas Ryan selama ini mb , apa masih seperti dulu selalu nyusahin ?".
"Yaaa begitulah....,"
"Maksudnya begitu gimana mb?"
"Masih sama seperti dulu,Ngel,"jawabku agak malas mengomentari tentang mas Ryan.
"Yang sabar ya mb, mungkin suatu saat pasti ada masanya untuk mas Ryan berubah jadi lebih baik!!!"
"Ya semoga saja masa itu ada," jawabku gamang.
"Pada ngomongin aku ya, " kata mas Ryan sambi mencomot tahu goreng yang habis aku goreng.
"Ehh Ndak kok mas , cuma tanya kabarnya mas Ryan bagaimana?" Angel mengalihkan pembicaraan.
Mas Ryan menuju ke kamar anakku tapi saat melangkah melewati aku , dia menarik kerah bajuku,
"Kamu jangan macam-macam dan jangan mengadu kepada Angel,awas kamu kalau mau aman,diam saja jangan bertingkah,"teriak mas Ryan di telinga aku, sambil menampar pipiku.
Sesak dadaku serasa nafasku berhenti.Aku coba untuk tidak di ambil hati tetap saja masih terngiang di telinga.
Mas Ryan menghampiri Angel yang sedang duduk di sudut ranjang Dafa sambil memperhatikan Dafa dan Baby Queen bermain rumah-rumahan
__ADS_1
"Ma,nanti habi dhuhur pulangnya ya , soalnya aku masih pengen.ain bersama kak Daffa,ya Ma," rengekan Baby Queen.
"Iya, tapi kalau mau pulang mainannya di bereskan dulu ya!!!".
"Siap ,Ma,"
Ryan menghampiri Angel duduk di depan Angel sambil mengangkat kursi di letakkan di depan Angel buat tempatnya duduk.
Di hati Ryan masih tersirat ingin kembali rujuk bersama Angel, karena sejujurnya dia sangat mencintai Angel.
Lidahnya kelu mau mulai berbicara seperti kehabisan akal dan kata- kata.
"Halo Angel,"
"Halo juga mas,"jawab Angel singkat karena dia tidak enak posisinya di rumah Marsha.
Setidaknya di hanya ingin menjaga hati keduanya antara Marsha dan Ryan agar tidak menimbulkan percekcokan.
"Apa kamu sudah menemukan pengganti dari aku?".
"Belum dan aku tidak ingin memikirkan hal itu,aku hanya akan fokus membesarkan Baby Queen mas,"
"Apa tidak ada terselip di hatimu untuk rujuk denganku?".
"Sudahlah mas jangan mulai lagi, itu luka lama jangan kau korek -;korek lagi," jawab Angel.
Bersambung
__ADS_1