Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Ryan Berkelahi di Diskotik


__ADS_3

Bayu sangat terkejut dengan perkataan Raditya, kedua pria itu sangat mengenal siapa Gladys.


Gladys adalah teman sekampus dulu,dia adalah primadona kampus , sudah pintar, cantik anaknya orang terkaya di wilayahnya lagi.Hubunganya dengan ketiganya sangat baik namun Bayu tidak tahu kalau Gladys jadian sama Ryan.


Yang tahu hanya Raditya, karena Gladis sangat dekat dengan Raditya jadi rahasia apapun, Raditya juga tahu.


"Maksudnya Gladis tidak menikah dengan Ryan, melainkan dengan gadis itu."


"Maksudnya siapa gadis itu?"


ucap Raditya.


"Dia adalah anak dari teman ibunya Ryan,Marsanda namanya."


" Oooh begitu!!!"


Bayu mencerna apa yang di ceritakan oleh Raditya dan kemudian dia mulai paham .


Kemudian Bayu melayangkan pukulan tepat di pipi Ryan.Dan membuat Ryan terjungkal dari tempat duduknya.


Dari kejadian itu banyak pasang mata melihat ke arah mereka.


"Brengsek!!! bagaimana kau menikah dengan Marsha sedangkan kau kekasihnya Gladys dan sekarang kau injak injak harga dirinya Marsha!!!"


Kembali Bayu meninju rahang Ryan, namun Ryan dapat mengelak justru Ryan dapat menendang perutnya Bayu , sehingga Bayu jatuh tersungkur.


Bayu bangun dan meringis menahan sakit di perutnya.

__ADS_1


Sudut bibirnya Ryan berdarah akibat bekas pukulan Bayu.


Tapi sejujurnya dalam hatinya Ryan, dia mengakui bahwa dirinya memang bersalah, namun dia tidak mau terlihat lemah di hadapan siapapun.


Apalagi usaha yang di rintisnya kini mulai tampak hasilnya.Dia bergelut di bidang kontraktor sama seperti Bayu , karena semula Bayu yang merekomendasikan.


"Tenang Bayu, hentikan," teriak Raditya memisah keduanya agar Ryan tidak kembali kena pukulan dari Bayu.


"Jadi aku harus bagaimana, Gladys pergi di saat hari pernikahan aku,dan apa aku salah menikahi Marsha dan membuatnya menderita, karena dia yang telah menghancurkan hubungan aku dengan Gladys!!!"


Ryan berteriak mengeluarkan uneg-unegnya.


"Gladys tiba- tiba menghilang,di saat undangan pernikahan kami ,mau di taruh di mana mukaku,kau kira aku tidak berperasaan....aku juga punya perasaan!!!"teriak Ryan dengan nafas tersengal - sengal , kemudian tangannya meninju tembok.


Ryan begitu marah karena dirinya di pojokan.


Dia begitu kesal terhadap teman- temannya.


Raditya memandangi Bayu yang masih mematung, sedang Ryan menancap gas mobilnya kemudian pergi dengan melaju dengan sangat kencang.


Raut wajah Ryan penuh dengan kekesalan, karena tampak beberapa kali memukul stir mobilnya untuk meluapkan emosinya.


"Aaargh,"teriak Ryan sambil menepikan mobilnya, kemudian dia menelpon seseorang namun tidak terhubung. Dia kemudian melempar ponselnya ke kursi belakang.


Tak berapa lama Ryan telah sampai di rumahnya,di bantingnya pintu mobil .


Wajahnya penuh amarah.

__ADS_1


Suaranya pintu yang di banting keras membuat Marsha sangat terkejut.


Lengan baju yang dipakai di singkapnya sampai lengan.


Rahangnya mengeras dan matanya dingin.


"Marsha.... Marsha.... Marsha!!!"


teriak Ryan penuh emosi.


Jaketnya di lemparkan ke sofa.


"Marsha....!!"


Kembali lagi Ryan berteriak.


Marsha kaget lalu terbangun dan berlari menuju suara yang dengan tergopoh-gopoh Marsha datang lalu memandangi Ryan yang penuh emosi di mukanya.


"Kau memanggilku."


Marsha begitu ketakutan melihat wajah Ryan, badannya sudah mulai gemetar dan tangannya berkeringat.


"Sudah berapa kali aku memanggilmu,huh!!!"


"Maaf,a-aKu tertidur."


"Siapa yang menyuruhmu tidur jam segini!!!"

__ADS_1


"Kau pikir aku membawamu kesini hanya untuk tidur- tiduran!!!"


Le-le-lepaskan aku kau bisa membunuhku.Bersambung


__ADS_2