Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Ryan kembali pasang perangkap


__ADS_3

Ryan sampai di supermarket ,dia


mulai ambil keranjang belanja dan memasukkan barang belanjaan.


"Eeits maaf saya nggak sengaja?"kata gadis cantik berbaju casual mundur -' mundur menabrak Ryan.


Wajah putih seperti pualam bibirnya tipis mungil bila tersenyum sungguh menggoda.kakinya yang jenjang berbalut celana jeans ketatnya.sungguh sempurna.


"Oh tidak apa apa, perkenalkan saya Ryan anda siapa?"tanya Ryan tebar pesona.


"Aku Angel Pramudipta ,mas maaf ya, yang tadi ," jawab gadis itu


"Oh Angel ,ke sini sama siapa suaminya atau pacar ,"tanya Ryan penuh selidik


"Nggak mas sendiri.boro - boro suami pacar aja belum punya ,kalau mas Ryan bagaimana sudah beristri ?"tanya Angel.


"Mana ada yang mau cowok jelek sepertiku gak laku laku bujang lapuk,"kata Ryan.


"Aah mas Ryan merendah sukanya , berarti kita sama sama jomblo dong," jawab angel.


"Sebagai permintaan maaf mari mas Ryan aku traktir makan di kafe situ,"jawab Angel.


"Oke ,siapa yang berani menolak ajakan gadis secantik ini ," Rayuan Ryan.


"Mas Ryan bisa aja dech,"jawab Angel merasa di awang -awang karena sanjungan Ryan.


"Mas Ryan kerja di mana?"tanya Angel.


"Aku usaha kecil-kecilan ,"jawab Ryan.


"Bagus itu lebih baik kerja sendiri tidak ada yang ngatur ," jawab Ryan.


"Kalau kamu kerja di mana Ngel ?"tanya Ryan.


"Aku Kerja di Bank mas ,"jawab Angel.


"Cocok itu CII,"jawab Ryan.


"Apa itu CII ,mas ,"tanya Angel.


"CII, itu calon istri idaman," jawab Ryan.


Angel tersipu malu pipinya memerah mendengar sanjungan Ryan .Ryan memasang ranjau pemikat untuk menjerat Angel.


Dengan segala rayuan gombal di arahkan Angel.


Tampaknya Angel mulai kena jurus pemikat Ryan.


"Nomor telepon kamu berapa karena aku nanti mau buka rekening bank tempat kamu bekerja.Lalu Angel menyerahkan hpnya.


"Ini mas kamu catat sendiri,"kata Angel.


Itu adalah modus Ryan hanya agar bisa mendapatkan nomor telepon Angel.


Agar bisa berlanjut hubungannya.


"Terima kasih ya , nggak ada yang cemburu aku telpon kan?"tanya Ryan.

__ADS_1


"Nggak ada beneran bang dua rius," jawab Angel sambil mengangkat dua jarinya.


Ryan tersenyum lebar umpan masuk perangkap dalam hatinya.


"Kamu pulang jam berapa, besok aku jemput ya ,"kata Ryan


"Aku biasanya kalau cepat jam lima sudah pulang tetapi kadang berkas laporan keuangan harus satu hari selesai kadang molor sampai jam tujuh mas ,"kata Angel.


"Terus tepatnya jemput jam berapa ?"tanya Ryan.


"Nanti aku kabari dech, soalnya belum pasti jam berapa pulangnya,"kata Angel.


"Oke beneran ya besok aku kabari ,"kata Ryan.


"Siap boss,"jawab Angel.


Ryan tersenyum mendengar kata-kata Angel.


Lalu mereka berpisah di persimpangan jalan.


Karena rumah Angel berada di pusat kota sedang Ryan di pedesaan.


Sampai di rumah Ryan tidak seromantis waktu Marsha habis melahirkan.


Sikapnya kembali dingin seperti sediakala.


"Pak mana belanjaannya," tanyaku.


"Itu di meja ambil sendiri,"kata Ryan ketus.


"Iih tadi pagi kamu lembut sekarang kok kembali ke habitatnya,"kataku.


nyaliku langsung surut.seperti siput masuk tempurungnya.


Begitulah aku di bentak sedikit langsung takut dasar wanita tempat orang - orang yang lemah.


Dadaku sesak seperti mau menangis tetapi aku tahan supaya nggak kelihatan cengeng di depan Ryan.


"Assalamualaikum,"suara dari luar seperti kakak ipar.


"Waalaikum salam wr wb , kak,"jawabku.


"Maaf ya baru menengok sekarang kalau kamu melahirkan ,"kata kak Edel.


"Iya sejak kemarin Edel tak ajak ke sini menunggu mas puji libur?"jawab kak Lala.


"Iya Sha maafin kakak kakakmu ,ya,"jawab kak Puji juga ikut.


"Iya gak apa - apa kak terimakasih banyak ya kak sudah jauh jauh datang kesini meluangkan waktunya," kataku


Kak Puji adalah suami dari kak Edel.


"Kak Lala ,Kak Edel dan Kak Puji silahkan di minum teh nya maaf adanya cuma air minum saja,"kataku.


"Sudah Marsha tidak usah repot-repot,"jawab kakaku bertiga.


"Ini ada sedikit hadiah buat Dede bayi Marsha ,"Kata kak Edel.

__ADS_1


"Dan ini juga dari kakak buat adik bayinya Marsha,"kata kak Lala


"Kalau ini buat Ibunya bayi buat nanti beli vitamin supaya cepat pulih kembali,"jawab kak Puji menyodorkan amplop tebal berwarna coklat.


"Terima kasih kak semuanya atas dukungannya semoga Allah membalas kebaikan kakak semua ," jawabku.


"Amin,"jawab mereka bertiga.


"Hiks hiks hiks ,"aku menangis terharu


"Lho kenapa Marsha kok menangis," tanya kak Lala.


"Nggak kak aku terharu karena masih ada orang yang perhatian padaku," jawabku.


Lalu mereka bertiga memeluk.


"Sudah jangan menangis kasihan adik bayinya Marsha nanti ikut menangis ,"kata kak Puji.


"Iya kak terimakasih dukungannya,"jawabku.


"Berapa hari menginap di rumah Bu bidan Marsha?"tanya kak Edel.


"Satu Minggu Kak," jawabku.


"Begini Marsha , kamu kan sedang repot mengurus bayi.bagaimana bila ibu ikut kak Edel saja supaya kamu agak ringan nggak terlalu repot gitu ,"kata kak Edel.


"Terima kasih kak atas perhatiannya, apakah tidak lebih baik kita tanyakan ibu saja mau tidak ikut kakak , seumpamanya mau aku menurut saja kak ,"jawabku.


Lalu aku bertiga menuju kamar ibu .


"Ibu ,ibu mau nggak di ajak menginap di rumah kak Edel ?"tanyaku pelan takutnya nanti ibu salah paham.


"Hhagh hagh hugh hugh,"jawab ibu sambil mengangguk pelan.


"Alhamdulillah jangan Kawatir Bu nanti aku merawatnya akan seperti Marsha.


Dan aku akan belajar apa yang aku belum tahu dari Marsha ," jawab kak Edel.


Lalu kami memberesi pakaian ibu yang mau di bawa kak Edel.


"Marsha aku mau luar kota satu Minggu,"kata Ryan dari balik pintu.


"Tunggu Ryan kakak mau bicara ,"kata kak Puji.


Lalu kak Puji keluar menemui Ryan.


" Ryan berubahlah demi anakmu apa kamu mau begitu terus jadi orang tak beretika bagaimana bila suatu saat anakmu meniru sifatmu.menelantarkan wanita menelantarkan Ibunya di mana hatimu Ryan ,"kata kak Puji


"Dengar ya, kak puji jangan menceramahi aku .Aku lebih tahu dari kakak dan Marsha sudah beruntung masuk keluargaku Dia nggak kelaparan lagi tinggal di rumah yang bagus bukan di tempat reot dan kumuh.,"jawab Ryan


"Entah hatimu itu terbuat dari apa Ryan ,kamu sangat sulit di nasehati.Ingat Ryan karma pasti berlaku entah itu cepat atau lambat ,"kata kak Puji lagi untuk menyadarkan Ryan agar kembali ke jalan yang benar.


"Sudah sejak dulu aku di jalan yang benar kak ,kakak nggak nggak sepaham dengan pikiranku,"kata Ryan


"Sudahlah Ryan nanti dosa juga kamu yang tanggung sendiri kakak capai menasehatimu,"kata kak Puji.


Lalu kak Puji melangkah masuk.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2