
"Kalau mas berani turunkan motornya saya babat dengan pedang ,mas nya,"ucap Mas Ryan.
"Kamu itu apa - apaan sih, Mas !"ucapku.
"Kamu itu yang apa - apaan , kredit motor nggak bilang - bilang,"jawabku.
"Terus kalau aku bilang, memangnya kamu yang akan ngasih cicilan motornya, capai dech!" Ku banting pintu karena kesal dengan sikap Mas Ryan.Sejak awal pernikahan ini harusnya tidak terjadi kalau bukan karena kemauan ibuku,aku tidak mungkin berada di posisi ini mengabdi pada orang yang tidak aku cintai tetapi ini semua ku korbankan demi anakku.
"Hey, kok pada ribut ini urusannya bagaimana, jadi di turunkan nggak motornya,"ucap dealer motor.
"Maaf Bapak tuli ya , jangan turunkan motornya,sana bawa kembali ke dealer," ucap Mas Ryan.
"Bilang dari tadi, dong,"ucap pegawai dealer.
"Mau aku tonjok,"ucap Mas Ryan.Pegawai dealer lari terbirit-birit.
Mas Ryan menuju ke kamar.
"Kamu sudah berani ya sekarang!" Mas Ryan menarik rambutku dan memukul pipiku.
"Ingat kalau kamu dulunya seperti apa, cuma anak gembel penjual sayur sekarang derajat kamu naik jadi istri juragan Ryan,"ucap Mas Ryan.
Aku hanya terdiam dan memegangi pipiku yang terasa panas bekas pukulan Mas Ryan. Aku tidak membalas karena takut Mas Ryan semakin menjadi - jadi.Lebih baik diam dari pada bertengkar,malu aku di dengar tetangga.
__ADS_1
"Ibu kenapa sama ayah,kok ayah teriak teriak,"ucap Dafa.
"nggak kok sayang,Ibu sama Bapak tadi ngasih tahu pegawai dealer motor, orang nya tuli ,jadi kalau nggak teriak nggak dengar begitu ,"ucapku memberikan pengertian kepada Dafa.
"Oh , begitu ya,Bu," jawab Dafa .
"Iya, sayang, sekarang cuci tangan dan kaki lalu tidur siang,ya,"jawabku.
"Oke , Bu,Dafa sayang, Ibu". Dafa mencium kening Ibunya lalu berlari ke kamar mandi.
Apa salah aku kredit motor,toh untuk kebaikan bersama, uang setoran juga nggak minta mas Ryan kenapa Mas Ryan sewot.
Aku duduk di meja setrika dekat jendela,ku pandangi langit tampak biru nan indah menawan.
Di samping tampak ayam jago berkejaran dengan induknya tampak mesra seperti sedang jatuh cinta ayamnya.
Tidak seperti aku yang tidak mempunyai cinta.
Saat termenung melihat awan seperti bau gosong ,ku toleh meja setrika, ternyata sudah mengeluarkan asap dan berlubang bajunya.Aku kaget seketika ku cabut kabel setrika.Kemudian ku angkat setrikanya dan ku taruh di tatakan setrika.Begitu terkejutnya aku melihat bajunya berlubang.Ya Allah ,aku bisa di marahi sama pemilik bajunya.
"Maaf Bu mengganggu, begini Bu ini soal laundry Ibu yang kemaren,gamis Ibu yang berwarna biru dan bermerk Tuneca rusak karena kena setrikaan jadi berlubang, sekali lagi maaf atas keteledoran dari saya,Bu,"ucapku.
"Marsha,kamu itu bagaimana sich,itu baju mahal kamu kerja setahun juga nggak bisa menggantikan baju saya, ceroboh kamu Marsha, itu baju mau aku pakai besok Kamis terus ini gimana?"ucap Bu Sekar ,sang pemilik bajunya.
__ADS_1
"Ya ,bu saya ganti dengan uang Bu bajunya seharga berapa ya ,Bu," ucapku.
"Memang kamu punya, harganya dua juta dua ratus lima puluh ribu, Marsha," kata Bu Sekar.
"Haaaa....," ucapku kaget.
"Kenapa,kaget, terus nggak bisa bayar gitu maksudmu,"ucap Bu Sekar.
"Tidak kok Bu, tetapi beri saya waktu dua bulan untuk mengumpulkan ,ya"ucapku.
"Alasan,kamu mau cari cara untuk menghindar dari tanggung jawab bukan,"ucap Bu Sekar.
"Tidak sama sekali Bu,aku meminta waktu untuk bisa mengumpulkan uangnya Bu,dan saya berjanji akan segera mengganti Bu,ku harap Ibu jangan kapok laundry di tempat saya,"ucapku.
"Kita lihat saja nanti, kalau kamu konsisten dengan ucapanmu, saya akan terus lanjut laundry di tempat kamu , tetapi bila kamu ingkar ,ya sampai di sini saja!" kata Bu Sekar.
"Ya Bu , pegang janji saya, terima kasih banyak ya, Bu,"ucapku.Aku bergegas mengambil kaleng di dalam lemari bajuku dan aku buka ,ku hitung uang tabungan aku dari sisa - sisa belanja tiap hari aku sisihkan.
Setelah ku kumpulkan semua berjumlah tiga ratus ribu, lumayan buat tambahan bayar ganti rugi Bu Sekar.
Lalu ku masukkan kembali uangnya ke kaleng biar terkumpul dulu,dari balik pintu Mas Ryan melihat sambil tersenyum memperhatikan aku.Lalu ku rebahkan tubuhku , kepalaku begitu pening dengan kejadian tadi siang membuat vertigo aku kambuh .
Tak berapa lama aku terbawa ke alam mimpi.Aku begitu kecapaian hingga tertidur pulas.Sampai Mas Ryan mengambil uang tabungan yang ada di kaleng tadi aku tidak mendengar sama sekali.
__ADS_1
Bersambung