
Mentari pagi bersinar menembus jendela sinarnya Kilauan keemasan.Aku beranjak dari tempat tidur dan membersihkan kamar lalu pergi ke dapur.Tak terasa kehamilanku Sudak beranjak sembilan bulan.
Panci kecil ku siapkan untuk membuatkan bubur ibu mertuaku baru saja menyalakan kompor tiba tiba perutku sakit sekali .
"Mas, tolong aku ,"teriakku memanggil suamiku.
"Ada apa pagi - pagi sudah berisik bikin keributan.Apa kamu nggak tahu aku baru saja mau tidur !" bentak suamiku karena subuh baru pulang dari begadang.
"Mas , antar aku ke Bu bidan sepertinya aku mau melahirkan anak kita,"jawabku sambil meringis kesakitan.
"Sudah kamu duduk dulu tak telpon kan Ibu kamu biar kemari menemanimu.
. . Sama tak telpon pak Parto yang mengantarkan ke rumah Bu bidan,"jawab suamiku.
"Bu Marsha mau melahirkan,Ibu segera kesini ya temanin Marsha ?"kata suamiku di telpon.
"Pak Parto tolong segera kesini ya istriku mau melahirkan , terimakasih pak Parto ,"jawab suamiku di sambungan telepon.
Selang lima belas menit ibuku datang sambil panik.
"Marsha , Marsha di mana kamu,"jawab ibuku
"Aku di kamar Bu," jawabku.sementara suamiku membuatkan bubur mertuaku di dapur.Pak Parto datang."Din Din Din," suara klakson di mobil.
"Jangan keras - keras klaksonnya pak Parto kami sudah mendengar," jawab suamiku.
Lalu suamiku memapahku sampai masuk mobil.
"Bu tolong jaga Marsha ya Bu . soalnya aku mau merawat Ibuku dulu setelah itu aku menyusul ke sana ,"kata suamiku
"Tenang ,Nak Ryan ada ibu jangan Kawatir soal Marsha, Ibu akan menjaganya sebaik mungkin,Kamu selesaikan dulu pekerjaan di rumah setelah itu baru kamu baru tengok Marsha,"kata ibuku.
Sampai di rumah Bu bidan aku di papah ibu dan pak Parto.
"Mari Bu silahkan masuk ,"kata Bu bidan.
"Terima kasih Bu ,"jawab ibuku.
"Aduh Bu bidan pinggang saya terasa pegal sekali sama perutku sakit Bu !"kataku merengek seperti anak kecil.
"Sabar Bu Marsha ini adalah pengaruh dari rangsangan bayi yang mau lahiran,"kata Bu bidan.
Pak Parto habis mengantarkan kami dia langsung pulang, sedangkan ibu mondar - mandir depan pintu penuh kecemasan.
__ADS_1
"Ya Allah lindungilah anak dan cucu Kami ya Allah semoga Marsha melahirkan dengan selamat ,"gumam ibuku .
Ibuku terus mendoakan aku di balik pintu .Selang satu jam terdengar suara tangisan bayi.
"oek oek oek,"suara tangisan bayi.
"Alhamdulillah ya Allah kau kabulkan doaku ,"kata ibuku sambil mengusap. pipinya.
"Selamat Bu cucunya laki - lak,"kata Bu bidan memberitahu.
"Terima kasih Bu , boleh aku masuk untuk menengok Bu ,"kata Ibukku.
"Oh boleh Bu silahkan.saya akan menyiapkan obat dan vitamin untuk Marsha ,"kata Bu bidan.
"Marsha selamat ya kamu sudah jadi ibu ,"kata ibuku.
"bagaimana Bu anakku ," tanya Ryan dari ambang pintu.
"Alhamdulillah, Nak Ryan Anakmu lahir dengan selamat dan jenis kelaminnya laki - laki nak ,"kata Ibuku.
"Terima kasih Bu telah menemani Marsha melahirkan.Mulai sekarang aku janji kepadamu Marsha akan berubah demi anak kita,"kata Ryan penuh makna tersirat.
Aku hanya terdiam tidak menanggapi komentar Ryan , karena bagiku Ryan berkata manis bila di depan ibuku.
"Benar Bu dan aku bangga sudah jadi seorang ayah,"kata Ryan sok puitis.
Itu semua tidak merubah penilaian aku terhadap Ryan.
Ryan adalah sosok manja ,kejam berhati batu , keras kepala, dan ugal ugalan.Tukang cari keributan.Entahlah banyak kejelekan di diri Ryan kenapa aku masih bertahan dengan posisi istri Ryan.
Padahal kalau di pikirkan Ryan juga tidak pernah mengasih nafkah .Ryan juga tak pernah peduli dengan Marsha.Ryan juga sering menyiksa Marsha memukul menendang bahkan saat hamil perutnya Marsha juga di tendang.
Tetapi mengapa masih bertahan , mungkin karena Marsha takut akan kehidupannya ke depan kalau jadi janda tidak punya pendidikan tinggi tidak punya kekayaan hidup dalam kemiskinan.
Paranoid -paranoid yang menghantui juga tidak berwawasan luas.
Selain itu Marsha juga tidak bisa berpikir luas.Dia penjara dengan segala ketakutan akan masa depannya.
Sudahlah aku jalani seperti air yang mengalir.gumamku dalam hati .akan ku ikuti takdirku ke mana arahnya aku hanya bisa pasrah.
Begitulah sikap Marsha selalu pasrah.
"Oh ya Marsha aku tadi waktu dalam perjalanan mampir ke minimarket beli susu untuk ibu menyusui dan juga perlengkapan bayi,"kata Ryan.
__ADS_1
"Terima kasih tidak usah sok perhatian padaku ,"jawabku ketus .
"Marsha kamu bicara apa,Nak Ryan sudah baik dan banyak membantu kita, kamu tidak boleh omong kasar sama Nak Ryan cepat minta maaf pada Nak Ryan,"kata ibuku kesal padaku.
"Sampai kapanpun aku tidak akan minta maaf dengan orang berhati batu dan berotak udang,"jawabku .
Karena hatiku lelah sering di sakiti.
"Marshaaaa," jawab Ibuku marah.
"Sudah Bu sabar jangan terbawa emosi.Mungkin Marsha hanya sedang tidak enak hatinya Bu ,"jawab Ryan.
Lalu ibuku terdiam dan suasana jadi hening dengan kekakuan masing-masing.
"Ibu itu aku bawakan sarapan di makan dulu Bu ,"jawab Ryan
"Terima kasih ,Nak Ryan memang menantu yang baik . Tidak salah aku menjodohkan dengan Marsha ,"jawab Ibuku.
Satu Minggu aku di rawat di rumah Bu bidan.Sudah saatnya aku di perbolehkan pulang.
"Marsha kamu kemasi barangmu aku temui Bu bidan untuk administrasi ,"kata suamiku.
Setelah semuanya beres aku pulang naik mobilnya pak Parto seperti sewaktu berangkat.
"Selamat ya Marsha atas kelahirannya semoga kelak jadi anak Soleh dan berguna untuk Nusa dan Bangsa ,"kata pak Parto.
"Amin ,terima kasih pak Parto sudah mendoakan anak kami ,"jawabku.
"Sama - sama Marsha dan kalau butuh sesuatu bilang saja sama bapak jangan sungkan-sungkan ,ya . Bapak akan selalu siap membantu sesuai kemampuan bapak,"kata pak Parto.
"Terima kasih pak ,jadi tersanjung saya.Mari pak masuk dulu saya buatkan minum di dalam,"kataku.
"Waduh nggak usah repot repot Marsha ,Tadi bapak sudah minum di warung makan ujung rumah Bu bidan.Bapak terusan saja ya soalnya ini juga dapat carteran orang pabrik,"kata pak Parto.
"Ya sudah pak saya mengucapkan banyak terima kasih pada pak Parto karena sudah banyak membantu saya ,"kataku.
"Sama sama Marsha,"kata pak Parto sambil melangkah pergi. Karena dapat carteran lainnya.
"Oek oek oek ,"suara bayiku memanggil minta di susui.aku duduk di ujung ranjang sambil memangku anakku menyusui.
"Marsha ini sudah aku buatkan soup daun katu biar asimu lancar ,"kata suamiku sok jadi suami siaga.
"Nanti di makan ya aku mau pergi beli keperluan anak kita ,"lanjut suamiku sepertinya dia sangat senang dengan kelahiran anaknya atau aku mimpi ada perubahan watak Ryan .
__ADS_1
Bersambung