Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Mertuaku syok dan kena stroke


__ADS_3

"Aku di mana ini ,"kataku


"Anda di rumah sakit Bu.Tadi anda tiba -tiba jatuh pingsan,"jawab seorang perawat.


"Terima kasih Suster telah menolong saya,"jawabku.Lalu aku berpamitan dengan suster perawat yang telah menolong aku tadi.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Suster dan sekalian saya mohon pamit mau pulang,"jawabku


"Oh iya ibu silahkan, jangan lupa ya Bu jaga kesehatan untuk bulan - bulan pertama tidak boleh terlalu capai ya Bu.Karena itu akan berpengaruh terhadap perkembangan kandungan ibu.Dan jangan lupa minum vitamin juga tambah darah. Oke Bu,"jawab perawat puskesmas.


"Iya suster saya akan patuhi nasehat yang Suster berikan sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih suster," jawabku


"Sama -sama ibu,"kata suster tadi.


Aku langkahkan kaki dengan gontai.


Sebetulnya aku punya anak senang apa sedih?.Aku tidak tahu dengan perasaanku.


Karena semua fifty - fifty.Di katakan senang juga bingung karena tidak tahu biduk rumah tanggaku akan di bawa kemana.


Di katakan sedih juga nggak.Tidak tahulah yang penting kita ikuti arus saja seiring waktu berjalan.


" Ryan besok kan hari tujuh bulan kandungan istri kamu .Ibu minta uangnya buat belanja selamatan tujuh bulanan ya.Soalnya Ibu sekarang nggak pegang uang.Semua usaha aku pasrahkan ke kamu ,"kata ibu mertuaku.


"Hmm gimana ya Bu,"jawab Ryan.


"Gimana apanya kamu kan suaminya .Kamu ,ya harus bertanggung jawab semua urusan keluarga jangan lepas tangan dong!" kata ibu mertuaku.


"Masalahnya aku sekarang nggak pegang uang Bu ,"jawab suamiku


"Lho kok gitu ,uang hasil usaha pada lari kemana ,Yan.Jangan bilang kamu habiskan buat judi lagi ,ya,"kata mertuaku sambil membentak Ryan.


"Iya Bu semua uang ludes aku pertaruhkan buat judi termasuk sapi semua habis aku jual buat judi . Ternyata aku di tipu temanku.Planingku salah Bu aku kira akan dapat dua kali lipat ternyata ludes semua nggak ada sisa .


Maafkan aku Bu nggak bisa mengemban amanah menjaga usaha yang telah di rintis kakek buyut kita .semua telah terlanjur Bu,"jawab Ryan.


"Ryan dadaku sesak ,"teriak ibu mertuaku.mertuaku langsung jatuh pingsan "brugh,"Ibu jatuh.


"Ibuuu ,"aku langsung memeluknya.


"Pak ,Ibu harus dibawa ke rumah sakit?"jawabku.


"Tetapi aku nggak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit Marsha!"jawab Ryan.


"Sudah pikir belakang yang penting ibu bawa dulu ke rumah sakit,"jawabku

__ADS_1


Langsung Ryan menggendong ibunya dan memanggil taksi.Kami bertiga meluncur ke rumah sakit.


"Dokter , dokter tolong Ibu saya dokter,"kataku


"Tenang Bu ,Ibu anda masih dalam penanganan medis.Saya harap Ibu tenang dan berdoa saja,"jawab dokter lalu menutup pintu .


Aku mondar- mandir . Ryan berdiri di ujung sambil menghisap rokok.Setelah satu jam pintu di buka dan keluar dokter juga perawat.


"Gimana dok ibu saya dok",kataku


"Ibu anda mengalami stroke .Dan dalam pemulihan butuh waktu lama.Yang penting jaga pikiran ibu anda supaya tidak banyak beban.


Usahakan kalau ada masalah jangan sampai terdengar Ibu anda supaya cepat sembuh dan minum obat secara teratur dan kontrol setiap sebulan sekali,"jawab dokter


"sekarang ibu silahkan ke administrasi untuk penanganan lebih lanjut,"jawab dokter mengarahkan.


"Baik dokter ,"aku berlalu ke administrasi dan suamiku menunggu Ibuku di kamar .


"Maaf suster mau tanya tentang administrasi atas nama Bu Sambodo habis berapa ya saya mau membayarnya,"kataku kepada Perawat.


"Sebentar Bu saya cek dulu ya ,"kata perawat sambil membuka komputer.


" Ini Bu atas nama Bu Sambodo ruang Magdalena dengan total dua puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu Bu ,"jawab perawat.


"Haaaah sebanyak itu suster.itu bisa di cicil nggak suster,"kataku.karena aku cuma punya uang dua juta rupiah.dari tabunganku.


Aku keluar menuju ke arah Kamar inapnya mertuaku.


"kleck,"pintu aku buka suamiku duduk di kursi depan ranjang ibuku di rawat


"Bagaimana ?"tanya suamiku


"Biaya rumah sakit totalnya 24 juta Mas.Coba kamu cari pinjaman tetangga atau Kakak kam,"jawabku.


" Nggak bisa aku nggak berani kamu saja yang pinjam .Mau di taruh di mana muka aku.Kalau kamu kan sudah terbiasa miskin,"kata suamiku.


" Oke makan itu gengsimu kamu makan juga dari aku orang miskin seperti ini jualan gorengan keliling",kataku


Tiba tiba suamiku mau menamparku tapi di urungkan.


"Oke mau tampar silahkan sudah kebal aku sama kamu.aku mau pulang cari pinjaman uang kamu jaga ibu,"kataku.


Aku melangkah ke depan dan mencari Taksi.Tidak ada taksi lewat terus aku naik.Sampai di rumah aku duduk di kursi depan.


Aku termenung siapa yang akan aku jadikan sasaran untuk pinjaman.

__ADS_1


Ah coba Bu Murti dia juga punya salon.pikirku dalam hati.


"Assalamualaikum Bu Murti?"kataku sambil mengetuk pintunya Bu Murti.


" Maaf Bu sebelumnya merepotkan ibu ,begini Bu Murti , kedatangan saya ke sini


mau pinjam uang untuk biaya rumah sakit Bu,"kataku.


"Maaf ,Nak Marsha bukannya ibu tidak boleh tetapi uangnya sudah buat bayar kuliah vinto Nak, maafkan ibu ya gak bisa bantu ,"jawab Bu Murti.


"Ya sudah Bu tidak apa -apa kalau begitu saya permisi dulu Bu Terimakasih Bu ,"jawabku sambil melangkah pergi.


"Assalamualaikum Bu Noval ,"kataku


"waalaikum salam wr wb nak silahkan masuk,"sambut Bu Noval.


"Maaf ada apa Nak, Marsha malam malam datang ke mari?"tanya Bu Noval.


"Bu begini Bu saya mau pinjam buat biaya rumah sakit apakah ibu punya?" tanyaku.


"Maaf Nak kalau cuma lima ratus ribu ada tetapi Kalau sampai jutaan ibu nggak punya.Kalau ibu menyarankan Nak Marsha pinjam saja sama Bu Galuh.dia terkenal rentenir di desa ini,"kata Bu Noval.


"Baik Bu saya akan menuju ke sana,"Jawabku.


"Assalamualaikum Bu Galuh,"kataku


"Waalaikum salam wr wb nak Marsha,"jawab Bu Galuh.


"Ada apa nak Marsha malam malam kemari?"tanya Bu Galuh.


"Ya Bu terus terang saja saya mau mengajukan pinjaman,"kataku.


"berapa,"jawab Bu Galuh


"Dua puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu saja Bu?"jawabku


"Boleh saja tetapi ada syaratnya apa kamu bersedia ?"tanya bu Galuh.


"Iya Bu saya bersedia,"jawabku singkat.


"Oke syaratnya bunganya dua puluh lima persen.jangka waktu enam bulan apa kamu sanggup ?"tanya Bu Galuh.


"Iya Bu saya bersedia,"Jawabku tanpa pikir panjang.


"Baiklah kamu tanda tangan kontrak di sini","awab Bu Galuh.

__ADS_1


setelah aku tanda tangan kontrak uang aku terima .Aku senang sekali dan tidak memikirkan hal lain yang akan menimpaku di depannya. Bersambung


__ADS_2