Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Awal Move On


__ADS_3

Setelah seminggu berlalu perpisahan Marsha dan Kak Aldo.


Tiba - tiba datang sepucuk undangan pernikahan antara Aldo dan Vera gadis pilihan orang tuanya Aldo.


Marsha hatinya bagai di sayat- sayat terasa sesak penuh harapan hampa.


Di Balik tirai dinding bambu yang sudah tua dan lapuk.


"Marsha kamu akan datang di pernikahan Aldo ,"kata ibunya Marsha


"Datang ,Bu," dengan kata lirih.


"Ya sudah besok Ibu temani,kuatkan hatimu ya, nak semoga kamu dapat lebih baik dari dia," jawab Ibu menguatkan hatiku yang sedang hancur.


Tibalah saatnya berangkat ke undangan pernikahan kak Aldo .


Kami berangkat dengan naik angkot,tak berapa lama sampai di gedung tempat pernikahan kak Aldo Barreto di selenggarakan.


Kami langsung menunjukkan Undangan ke petugas penjaga dan petugas menyarankan mengisikan daftar hadir


"Silahkan isi dulu daftarnya, Bu,"jawab petugas.


Lalu kami masuk ke dalam dan langsung menghampiri kak Aldo." selamat ya, kak semoga jadi keluarga yang mawadah warahmah,"ucapan aku kepada kak Aldo.


"Maafkan kakak Marsha, Kakak tidak bisa memenuhi janjiku," kata kak Aldo.


"Sudahlah, jangan di pikirkan lagi masa lalu adalah masa lalu,"kataku .


Dengan mulut kering dan suara bergetar, aku menyalami calon istrinya dan di lanjutkan orang tuanya kak Aldo.


"Hey gembel kenapa kamu datang ke sini apa kamu mau cari makanan gratis ya, Memang dasar gembel nggak pernah makan enak.


Maunya cari gratisan melulu.Mengaca kamu gembel selamanya ya tetep gembel,"hinaan orang tua kak Aldo .


Aku tetap diam takut menambahi masalah keributan juga malu di lihat tamu undangan.


Aku dan ibu langsung pulang,karena keberadaan kami seperti mengganggu mereka.


Setelah sampai di rumah lalu kami duduk di kursi depan rumah.


"Marsha kalau tahu kejadiannya seperti tadi ibu pilih nggak datang ke undangan pernikahan kak Aldo.


Harga diri kita di injak - injak, padahal kita makan nggak minta mereka,"kata Ibukku kesal sama keluarga kak Aldo.


"Sabar Bu siapa yang menanam pasti menuai, semua nanti ada balasannya Bu," Kataku kepada ibuku.


Seperti hari - hari biasa kami beraktivitas ibuku jualan di pasar dan aku kerja di toko.


Pagi ini suasana agak mendung .


Aku berangkat kerja ,Tiba-tiba waktu turun dari bus hujan turun deras .Aku langsung lari untuk berteduh.Kebetulan di depan ada studio foto bisa berteduh sebentar di situ.


"Masuk aja mb tidak apa - apa.di luar hujannya deras tunggu di dalam mb,"kata pria itu


"terima kasih kak,"jawabku lalu saya masuk menunggu di dalam.


"Ini minum teh hangatnya, supaya badannya jadi hangat ," kata pria itu.


Dia sepertinya sangat baik . wajahnya juga tampan seperti keturunan orang Turki.

__ADS_1


Hidungnya mancung bibirnya tipis dan berkumis tipis.


Aku nggak sadar memandangnya terus ,tanpa berkedip.


"Perkenalkan saya Amran Khan.Bapak saya orang Turki kalau ibu saya orang bandung.kalau kamu namanya Siapa?" tanya Arman Khan.


"Salam kenal kak nama saya Marshanda Atmojo.Biasa di panggil Marsha," jawabku. Amran Khan adalah pemilik studio foto."Kamu kerja di mana"tanya Amran.


" Aku kerja di SPG Supermarket Indah Sari kak", jawabku."terus kalau masuk pagi pulang jam berapa, nanti aku jemput,"kata Arman menawarkan dirinya .


" Nggak usah kak nanti merepotkan,"jawabku.


Tak terasa hujan sudah berhenti.


"Kak hujannya sudah berhenti aku pamit ya, Terimakasih banyak ya ,kak sudah di kasih tempat berteduh,"Kataku Kepada Amran


Aku lanjutkan berangkat kerja.


"kamu kok terlambat Marsha,"Sesha.


tanya temanku kerja.


"Iya sesha tadi hujan deras jadi aku berteduh menunggu hujan reda,"jawabku


lalu kami bekerja sampai jam empat .


Arman Khan datang menjemput aku lihat dari atas dia masi di lantai satu.


"Shesa nanti kalau ada cowok ganteng cari aku ,bilang saja aku sudah pulang ,ya ,"pesanku pada Shesa.


Aku masih trauma di dekati cowok . Terutama cowok tajir ,takut luka lama terulang kembali.


Padahal aku belum pulang hanya sembunyi di toilet.


"Maaf mb mau tanya lihat Marsha nggak?"tanya Arman pada Shesa.


"Oh Marsha Sudah pulang mas sejak tadi katanya ada keperluan terus dia pulang cepa," jawab Shesa seperti yang sudah aku katakan tadi.


"Kalau gitu saya permisi mb , terimakasih . Tolong besok kalau ketemu Marsha sampaikan kalau dia di cari Amran ya mb !" jawab Amran.


"Iya mas nanti aku sampaika,"jawab Shesa.


Lalu Amran menyalakan mobilnya waktu mau putar mobil ,Amran melihat Marsha sedang menunggu angkutan.


"Marsha,"panggil Arman


"Waduh ketangkap basah ini,"kata Marsha.


Mobil Arman menghampiri Marsha yang sedang berdiri di pinggir jalan.


"Ayo naik,"kata Arman


"Iya mas,"Jawab Marsha agak gugup dan canggung.


"Kamu aku jemput kenapa pulang duluan?"tanya Arman.


Marsha tidak bisa menolak permintaan Arman.


Karena dia tidak ingin membuatnya kecewa.

__ADS_1


Tetapi Marsha juga bingung mau cari alasan .


"Itu mas tadi keponakan aku ulang tahun jadi aku pulang cepat untuk ikut merayakannya",jawabku.


Untung keponakan benar waktu ulang tahun, jadi aku cari alasan tepat.


"kalau begitu ayo kita cari kado buat keponakanmu,"jawab Arman.


" Mas kan ninggalin studio nanti kelamaan kalau cari kado ,"kataku Kepada Arman.


"Nggak apa-apa sudah ada yang jaga kok studio foto aku,"jawab Arman .


Arman masih saja merayu Marsha . Walaupun Marsha agak tertarik dengan ketampanan Amran seperti foto model saja.


Tetapi dia tetap kukuh menjaga jarak


Karena luka lama Belum sembuh masih membekas dan menyayat hati.


Akhirnya Marsha nggak bisa menolak ajakan Arman ke toko kado , untuk membelikan kado keponakannya.


"Keponakan cewek apa cowok ?" tanya Arman .


"Keponakan saya Cowok mas,"jawab Marsha.


Akhirnya kami memilih mainan cowok untuk kado keponakan.


Tiba di rumah Tante aku "Jerry ,"aku memanggil Keponakan .


Setelah pintu di buka keluar Jerry sambil memegang mainan.


"Lihat mbak bawa apa?"tanyaku pada Jerry.Tampak ceria sekali melihat mainan yang ku bawa.


"Hore ,hore, kak Marsha belikan aku mainan ," teriak jerry.


Sehingga Tante keluar.


" Ada apa kok rame sekali ,"tanya Tante .


"Ini Tante Jerry tak belikan kado ulang tahun," kataku pada Tante.


"Jerry mainannya di rapikan,"kata Tante.


"Marsa temannya di buatkan minum sana,"suruh tante.


Lalu aku buatkan minum buat mas Arman.


"Namanya siapa ,Nak . tinggal di mana ?" Selidik Tante aku.


" Arman tante,saya tinggal di perumahan bukit Asri," jawab Arman.


"Sudah lama kenal Marsha?"Tanya tanteku lagi


"Belum Tante baru beberapa hari,"kata Arman


"Oh . begini Nak Arman Marsha itu anak baik.Cuma nasibnya kurang baik.dia baru saja di tinggal nikah pacarnya karena status sosial," kata Tanteku.


"Jadi seumpama ,Nak Arman mau mempermainkan Marsha ,jauhi Marsha detik ini juga ,aku nggak mau Marsha sakit' hati dua kali ," kata Tante aku.


"Tidak Tante aku akan menjaga Marsha dengan sungguh - sungguh,"jawab Arman

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2