
Sudah waktunya jemput Daffa dari sekolah, biasanya Daffa pulang jam 9 pagi.
Biasanya Marsha jalan kaki jemput Daffa maklum motornya di bawa Ryan, lagi pula Marsha nggak bisa naik motor.
"Ibu....,"
"Jangan lari nanti jatuh Daffa,"
"Bu,kata Bu Guru besok libur satu minggu karena habis tes Bu."
"horee aku bisa main ke rumah Baby Queen , boleh ya Bu?"
"Nanti tanya Bapak dulu ya,Ibu nggak bisa janji oke!!!"
"Oke Bu,"
Sambil bersendau- gurau Marsha berjalan tak terasa capai sudah sampai di rumah.
"Bapak, bapak aku liburan mau ke rumah Baby Queen ya?"
"Memang kamu libur?"
__ADS_1
"Iya pak, soalnya habis tes libur."
"Oke nanti aku antar sekarang makan dulu lalu tidur siang."
Kemudian Daffa pergi ke meja makan dan mengambil makanan.
Ryan kembali mengintimidasi Marsha.
"Dengarkan aku,aku mau mengantarkan Daffa ke Baby Queen kamu nggak usah ikut, pokoknya kamu cari alasan biar Daffa nggak curiga,"
Ryan menjambak rambutku dan setelah itu mendorongku sampai aku terhuyung hampir jatuh.
Dadaku nyesek banget setiap mendapatkan perlakuan Ryan."Jangan tampilkan wajah sedih mu itu di depan ku,muak aku melihatnya,"
Layaknya seorang pembantu saja aku di rumahku sendiri."Kenapa bengong , nggak suka aku suruh, minta di tampar lagi biar fokus!!!"
"Mas ,kamu kok bisa sekejam ini sama aku, salah aku apa?"
"Sudah jangan banyak bicara, lakukan saja, sebelum aku belum berubah pikiran,tahu rasa kamu !!!"
Dengan hati hancur berkeping keping Marsha pergi ke ruang laundry dan seperti biasanya menyetrika dan mencuci baju yang mau di laundry, sedangkan uangnya Ryan yang menerima."Seperti sapi perah saja aku ini,tapi ya sudahlah nggak ada pilihan lain kecuali ini agar aku selalu bisa bersama Daffa" gumamnya Marsha dalam hati.
__ADS_1
Sudah pukul 5 sore Marsha kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam, dari pada kena Omelan lagi dari Ryan, mendingan dia segera menyelesaikan tugas memasaknya.
Setengah jam kemudian sudah selesai lalu dia memanggil Ryan dan Daffa untuk makan malam.
Mereka berdua duduk berdampingan dan bergantian mengambil makanan dengan lahapnya mereka makan
"Ibu kok berdiri terus nggak ikut makan kenapa Bu?"
"Oh Ibu tadi sudah lebih dulu makanya,nak"
"Oh tak kira kenapa kok nggak ikut makan,tapi kok berdiri terus nggak capai Bu,sini duduk dengan Daffa."
"Enggak Daffa ibu itu sejak tadi kerjaannya sudah duduk lama jadi sekarang ingin berdiri biar nggak pegal pegal badannya, Marsha katanya mau angkat jemuran sana angkat dulu,"ucap mas Ryan.Dia menyuruh aku pergi agar Daffa tidak tambah curiga.
"Oh ,iya aku sampai lupa, Daffa, ibu tinggal dulu nggak apa-apa ya , soalnya mau hujan nanti jemurannya bisa kehujanan," ucapku memberikan penjelasan kepada Daffa.
"Ya Bu nggak apa-apa,"
Aku pun pergi bersembunyi di balik kamar.Soal jemuran itu cuma alasan , karena jemuran sudah aku ambil sejak tadi siang .
Pagi menyingsing Daffa benar-benar bersemangat ingin pergi ke rumah Baby Queen.Dia sudah menyiapkan bajunya sendiri.aku senang dia mau ketemu saudaranya, tetapi ragaku seperti hilang separuh karena Daffa mau pergi sedang aku nggak boleh ikut oleh Ryan.
__ADS_1
Lalu apakah Ryan akan kembali merayu Angel, kenapa aku jadi berpikir yang aneh- aneh.hatiku mulai gusar.
Bersambung