Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Wujud Pembuktian Cinta Ryan


__ADS_3

Matahari sudah terbenam berselimut kabut gelap telah datang membawa dewa Dewi terbenam dalam mimpinya.


Kau ciptakan suasana sunyi sepi hanya suara jangkrik bersautan dan burung malam ber-sendau gurau di dahan suasana dingin


menusuk kalbu.


Aku masih bergelut dengan pekerjaan.


Menyetrika baju - baju tetangga yang besok harus sudah jadi dan ku Antarkan ke tuannya.


Hampir setiap hari aku tidur hanya 2 jam.


Karena di tuntut pekerjaan dan juga aku memang menyibukkan diriku supaya aku tidak ingat akan kesedihanku.


Sudah jam dua malam setrikaan aku masih kurang satu bungkus yang belum terselesaikan , tetapi mata tidak mau di ajak kompromi.


ngantuk sudah menjemput mengajak kita ke dunia mimpi.


Dengan terpaksa aku sudahi pekerjaanku daripada nanti ada yang berlubang bajunya gosong kena setrikaan


Matahari kemilau keluar keemasan dan menerobos celah celah jendela.


Seperti biasa aku sama Ryan masih perang dingin.


Aku masih malas berbicara dengan Ryan apalagi bercinta tidak ada dalam kamus ku bila sedang marahan.


"Ibu Ibu Dafa mau minum susu,"kata Dafa.


"Ya sebentar ibu buatkan,"kataku


"Yang ,sudah lama aku kok di abaikan,"kata Ryan.


"Please dong yang jangan marah terus," bujuk Ryan.


Aku pura - pura gak dengar sibuk membungkus laundry yang bentar lagi mau aku Antarkan.


"Marsha kenapa kamu diam terus sampai kapan kamu mau memaafkan aku setiap orang pasti pernah berbuat salah,"kata Ryan.


"Bapak , bapak kenapa sich sejak tadi saya lihat mengganggu ibu.Awas kalau bapak macam - macam sama Ibu hadapi Dafa dulu saya tinju nanti," kata Dafa.


"Waduh sudah seperti power rangers saja kamu, gayamu itu lho seperti orang dewasa,"kata Ryan kepada Dafa.


"Memang aku sudah dewasa ya Bu karena aku sudah bisa makan sendiri dan mandi sendiri seperti orang dewasa lainnya,"kata Dafa


"Iya Dafa kalau jadi orang dewasa harus bertanggung jawab atas segala sesuatu dan berbudi pekerti luhur ya nak,"kataku.


"Wah ada yang menyindir ini ,"kata Ryan.

__ADS_1


"Memangnya kamu seperti itu kalau ya baguslah berarti aku tepat sasaran,"kataku.


Tiba-tiba Ryan beranjak bangun dari duduknya dia menghampiri baju baju yang telah aku cuci.


Ryan menjemur pakaian dan setiap garis di kasih nama biar gak tertukar.


Dia bersungguh-sungguh untuk mendapatkan maaf dari Marsha.


Setelah semuanya terjemur lalu Ryan ke dapur mengambil sapu semua ruangan di sapu dan di pel tidak itu saja semua di bersihkan oleh Ryan Marsha hanya geleng-geleng melihatnya.


"Bagaimana yang sudah dapat maaf belum aku sekarang sudah jadi suami siaga ,"kata Ryan.


"Hmm baru lima belas persen aku maafkan ,"kataku


"Sayang kok seperti obral baju saja ada diskon,"kata Ryan protes.


"Iya orang seperti kamu harusnya tidak di maafkan karena sebelum kamu mati di kubur menghadap yang kuasa selama hidupnya akan terus berbuat kejahatan kelamin dan kejahatan fisik terhadap perempuan,"kataku.


"Aduh yang ,kata - katamu kok pedas sekali sich seperti sambal mercon.Buktinya sejak kemarin aku sudah nggak mukul kamu malah aku sayang kamu lho,"rayuan gombal Ryan.


"Aku janji sekarang aku tidak akan pernah melakukan kekerasan terhadap kamu dan aku akan menunggu kamu sampai suatu saat ada ruang di hatimu untukku ,"kata Ryan bersungguh-sungguh.


"Entah aku memaafkan kamu atau tidak karena aku sudah mati rasa terhadapmu,"kataku.


Karena semua pekerjaan rumah sudah dilakukan Ryan lalu aku memasak dan berangkat kerja seperti biasanya.


"Ya,"kataku.


Hari tak terasa sudah sore matahari tenggelam di Pesanggrahannya.


Aku pulang dari kerja sambil menggendong Ryan karena kecapaian jalan.


"Sayang mandi dulu ya , nanti habis mandi tak bikinin nasi goreng,"kataku kepada Dafa.


"Iya Bu tapi nasi gorengnya seperti biasa ya hanya pakai kecap dan telor ,"kata Dafa .


"Iya Bosque,"godaku pada Dafa dan Dafa tersenyum nyengir sambil masuk kamar mandi .


Memang Dafa nggak suka pedas dan nggak suka bawang merah bila menggoreng nasi jadi nasinya hanya kecap telor sama penyedap rasa.


"Sayang sudah matang nasi gorengnya,"kataku.


"Iya Bu sebentar lagi aku baru ganti baju,"kata Dafa.


Ryan nyelonong masuk rumah dan melihat nasi goreng di meja.


Dia jadi cemburu sama Dafa di buatkan nasi goreng.

__ADS_1


"Yang aku juga mau seperti Dafa di buatkan nasi goreng,"kata Ryan.


"Nggak ada,kamu punya tangan buat apa ,bikin sendiri,"kataku.


"Yang kok gitu," protes Ryan sambil berjalan ke dapur mau bikin nasi goreng sendiri.


Dan tidak seperti dulu Ryan pemarah sombong angkuh kini berbalik seratus delapan puluh derajat.


"Kamu sebetulnya kesambet dari mana tingkahmu akhir - akhir ini aneh apa kamu punya duplikat,"kataku sambil meraih cobek yang di pegang Ryan dan ku buatkan nasi goreng juga.


"Bukan kesambet yang , memang aku berjanji pada diriku sendiri untuk berubah semuanya agar jadi lebih baik,"kata Ryan.


"Oh ya yang aku dapat pekerjaan dari temanku nanti kalau sudah dapat cuman banyak kamu di rumah saja laundry saja kasihan Dafa di ajak panas - panasan jual gorengan dan nanti utang Bu Ratna aku lunasi,"kata Ryan.


"Kamu kerja apa ,"kataku.


aku dapat borongan mengecat rumah proyek perumahan milik temanku dan kata temanku ada tiga perumahan yang aku tangani", kata Ryan.


"Baiklah ," kataku rasanya ikut senang mendengar kata-kata Ryan tetapi aku sembunyikan biar dia nggak besar kepala.


"Cuman itu saja yang ucapan selamat untukku,"kata Ryan


"Maksud lho gue harus teriak hebat Ryan aku bangga kepadamu biar semua tetangga dengar gitu ,"kataku.


"Ya nggak gitu amat yang sudahlah lupakan ,"kata Ryan kesal pada istrinya tetapi dia bersabar memang tes kesabaran amatlah susah.


"Ibu aku sudah selesai makannya,"kata Dafa


"Ya taruh di cucian piringnya setelah itu kamu ambil peci akan ibu antar ke mushola ibu daftarkan ngaji Dafa ,"kataku


"Baik Bu ,"kata Dafa


Lalu Dafa berangkat ngaji di antar Ibunya.


Ryan duduk termenung di meja makan sambil berpikir bagaimana menaklukkan Marsha yang seperti bongkahan es batu.


Saat Marsha mengantarkan mengaji rupanya Ryan mencuci semua baju yang mau di laundry.Selain itu dia juga mulai menyetrika lalu Marsha datang .


" Kenapa kamu melakukan semua pekerjaan aku,"kataku


"Ya ini adalah salah satu pembuktian janjiku padamu," kata Ryan.


" Dan mulai detik ini aku akan selalu membantu meringankan tugasmu semua pekerjaanmu aku bantu ,"kata Ryan lagi.


Hatiku sudah mulai goyah benarkah Ryan sudah berubah , oh tidak - tidak jangan sampai aku terbujuk rayuan gombal Ryan kuatkan Hatiku.Begitulah hatiku mulai berkecamuk.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2