Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Bu Ratna malaikat tak bersayap


__ADS_3

Ibu mertuaku mendengar teriakannya Bu Galuh lalu dia merangkak turun dari tempat tidur dan merangkak ke luar sambil membawa kertas sama pulpen.Sedang dari kejauhan Ryan menyaksikan semua adegan tadi .


Dia lalu mendekati rumahnya ."Eegh eegh eegh,"kata Ibu mertuaku suaranya tidak jelas maklum dia kena stroke jadi mulutnya mati separo tetapi lalu dia menulis omongannya di kertas.


"Beri aku waktu satu bulan aku akan melunasi semua hutang menantuku atau tepatnya hutangku karena aku yang memakainya ,aku akan menjual tanahku untuk melunasinya,"yang tertera di kertas tulisan ibuku .


Baru saja di baca Bu Galuh di rebut Ryan"Ada apa ribut- ribut," kata Riyan sambil membaca tulisan ibunya. "Enak saja di jual nggak bisa .Itu sudah tanggung jawab Marsha karena dia yang berhutang.Aku pemilik tanahnya keberatan dan tidak aku jual,"kata Ryan.


"Terserah kalian yang penting dalam satu bulan aku datang lagi uangnya harus sudah ada.Ingat itu Marsha kalau gak mau bayar aku ambil rumah ini dan isinya, lain kali jangan berhutang kalau, nggak bisa baya ,"jawab Bu Galuh.


Aku berdiri tegak dekat Ibu mertuaku aku menahan tangisku, karena tidak ingin mertuaku ikut bersedih.


tetapi air mata tidak bisa di ajak kompromi . Air Mataku berjatuhan membasahi pipiku.


Ibu mertuaku ikut menangis sambil memukul mukul dadanya karena tak berdaya. semua harta telah di balikan nama Ryan.


"Sudah jangan banyak drama dan Ibu harus istirahat ayo aku bawa ke dalam. Dan kamu Marsha hutangmu kamu urus sendiri jangan bawa - bawa Ibuku. Apa kamu belum cukup menyiksa mertuamu sampai lumpuh begini .Dasar menantu tidak tahu diri di kasih hati minta jantung kamu," bentak Ryan kepada Marsha.


Ryan berlalu menggendong ibu mertuaku melewati ku dan mendorongku hingga aku jatuh ke belakang menatap tembok belakang ku.


Hatiku perih terdiam dalam kebisuan.


Tak berapa lama datang tetanggaku Bu Ratna untuk menjenguk mertuaku


"Assalamualaikum Marsha?" sapa Bu Ratna tetangga depan rumah.


"Waalaikum salam wr wb Bu silahkan masuk Bu,"jawabku


"Terima kasih Marsha.Oh ya ibu dengar ibu kamu sudah pulang dari rumah sakit apa benar Marsha?"tanya Bu Ratna.


"Benar Bu mari Bu saya antar untuk melihat ibu saya di kamarnya,"jawab Marsha.

__ADS_1


"Bu Sambodo bagaimana kabarnya Bu apa yang di rasakan Bu.Sebelah mana yang masih sakit Bu?" tanya Bu Ratna


"hegh hegh Ng ngng Ng ,"jawab mertuaku bersuara tidak jelas.


"Ya sudah Bu banyak beristirahat saja biar cepat sembuh nya Bu,"kata Bu Ratna lagi menghibur ibu mertuaku.


Bu Ratna sambil memijit mijit kakinya ibuku dan bercerita panjang lebar.


Dan entah sudah berapa jam Bu Ratna berada di sudut ranjang ibuku.


Lalu dia pamit pulang "Ratna ibu pamit dulu ya mau jemput anakku pulang sekolah,"kata Bu Ratna.


"Ya Bu mari saya antar ke depan bu.Dan saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih ya Bu telah menengok ibu saya ,"jawabku


"Iya Marsha kalau ada apa - apa jangan sungkan bilang Saja mungkin Ibu bisa bantu.Oh ya Marsha kamu punya kenalan nggak buat orang bersih bersih di rumahku . soalnya saya kerja berangkat pagi pulang malam jadi nggak sempat bersihin rumah,"kata Bu Ratna


"Maaf Bu misalnya itu pekerjaan saya yang kerjakan bagaimana bu,"jawabku.


" Marsha bukannya ibu nggak boleh tetapi kandungan kamu, kan sudah membesar apa tidak apa-apa . Soalnya ibu takut kalau terjadi sesuatu sama kandungan kamu," jawab Bu Ratna.


"Ya sudah bila kamu sanggup tetapi jangan terlalu capai ya.Misalkan nanti sudah capai berhenti sejenak dan teruskan besok saja.Gitu ya Marsha,"Bu Marsha mengawatirkan aku.


" Iya Bu jangan Kawatir di jamin beres ,Bu.Oh ya Bu misalnya gajian aku hutang dulu gimana nanti di potong gaji begitu Bu?"tanyaku pada Bu Ratna


"Boleh saja mau pinjam berapa?"tanya Bu Ratna


"Dua puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu saja Bu!"kataku


"Haaa uang sebanyak itu buat apa Marsha?"tanya Bu Ratna


"Begini Bu . Kemarin waktu Ibu masuk rumah sakit aku pinjam Bu Galuh yang rentenir itu.Buat bayar biaya rumah sakit,nah pas di tagih otomatis aku belum kerja jadi gak bisa bayar gitu Bu.Misalnya ibu boleh aku pinjam uangnya nanti gantinya dengan tenagaku kerja di tempat Ibu gak usah di bayar sampai hutangku lunas Bu,"ceritaku pada Bu Ratna

__ADS_1


"Ya Allah kuatkan hatimu Marsha,aku gak tega mendengarnya.Kenapa suamimu seperti itu masih kau pertahankan Marsha.Apa untungnya buat kamu,malah kamu sering di sakiti .Apa kamu gak punya niat rencana untuk cerai dari suamimu itu ,"kata Bu Ratna


"Kadang terbersit mau cerai tetapi pikiranku buntu kalau aku cerai aku tinggal di mana.Rumah Ibu kandungku sendiri sempit mau pulang kampung malu dengan status janda hamil pula. Sepertinya untuk kata cerai aku takut menjalaninya Bu mungkin aku orang cupu jadi tidak bisa berwawasan luas,"jawabku


" Ya sudah kamu boleh kerja tempatku mulai besok tapi ingat jangan terlalu capai ya,dan tentang gaji kamu, nanti aku potong separo buat kebutuhanmu sehari - hari,"jawab Bu Ratna.


"Terima kasih banyak ya Bu sudah membantuku setidaknya aku bisa bernafas lega saat ini Bu,"jawabku dengan secercah harapan.


"Iya Marsha ini nomornya ibu nanti kamu kirim rekening mu ke ibu ya ,biar ibu transfer, soalnya ibu nggak bawa uang cash,"jawab Bu Ratna


"Ya Bu terima kasih banyak ya Bu,"jawabku.


"Iya sudah -sudah jangan bilang terima kasih terus bikin hati ibu tambah nyesek . Sampai ketemu besok ya Marsha,"kata Bu Ratna


Lalu Bu Ratna melangkah pergi aku memandangnya sampai hilang di tikungan jalan.Hatiku seperti tersiram air es karena ada secercah harapan untuk membayar hutang Bu Galuh.


Walaupun aku harus membanting tulang untuk melunasi hutang. Seperti Janjiku pada Bu Ratna aku datang ke rumahnya untuk mulai bekerja.


"Ting tong ting tong,"bel berbunyi


"Ya sebentar," jawab suara dari dalam


"Oh kamu Marsha ayo masuk,"jawab Bu Ratna sambil membuka pintu pagar.


"Terima kasih ya Bu,"jawabku sambil melangkah masuk.


"Setiap hari pekerjaanmu mengepel lantai bersihin kamar mandi . Bersihkan halaman cuci piring dan setrika ya Marsha.Tetapi misalnya pekerjaan belum kelar kamu sudah capai jangan memaksa lebih baik lanjutkan besok pagi oke ," perintah Bu Ratna


"Ya Bu Insya Allah aku akan jaga amanah ibu.sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih ya Bu saya tidak tahu bagaimana membalas kebaikan ibu," jawabku dengan meneteskan air mata.


Lalu Bu Ratna mengelus - elus punggungku dan mengusap air mataku.

__ADS_1


"Kuatkan hatimu jangan menangis demi anakmu kamu harus jadi Ibu yang tangguh ,"jawab Bu Ratna menghiburku .


Bersambung


__ADS_2