
Langit mendadak berwarna kelabu.
"Ah, hujan akan turun,ya?"
Aku melihat langit dari jendela kamar tidurku, kemudian mendengar tukang sayur keliling menawarkan dagangannya.
Aku berdiri mematung di jendela dan menoleh mas Ryan masih tertidur pulas.
Tidak ada setitik harapan dan kebahagiaan dalam hidupku.
Dan aku hanya bisa menarik nafas berat.Aku mengusap -usap wajahku dengan kasar.Lelaki yang menikahi diriku beberapa tahun ini ,dia yang pernah berselingkuh,dan Dia yang pernah menorehkan luka di hati ini.
Kini dia pula yang melempar batu mencari kesalahan yang tidak pernah aku lakukan.Untuk sepersekian detik di sana aku terdiam bungkam.Dan mataku mulai panas dengan sekuat tenaga menahan agar tidak menangis, tetapi tetap saja aku menangis karena tidak bisa membendung kesedihanku lagi.
Aku menangis bersamaan air hujan yang sedang turun.Aku menangis sejadi - jadinya,bersamaan bulir-bulir kenestapaan. langit tampak betul - betul menumpahkan segala keluh kesahnya.
Aku menghadap jendela dan melihat air hujan yang turun.Ah,aku sangat menyukainya.
Sejenak aku terkesiap saat memory melewati pikiranku.Di saat mas Ryan mengatakan kepadaku."Yang aku berjanji akan berubah untukmu dan Dafa anak kita,aku sayang kamu Marsha,dan aku berjanji tidak akan pernah mengulangi lagi!"
Aku muak !
Badai di sini masih gaduh, seperti hatiku yang bergemuruh.Saki tertusuk ribuan panah.Sekarang apa yang harus aku lakukan?
Harus bagaimana lagi menghadapi masa depan?
Apakah aku mampu bertahan setelah aku memaafkannya?
Ah entahlah!
Aku lekas pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.
"Jam berapa sekarang,"tanya mas Ryan.
__ADS_1
Astaga!
Hampir saja aku terkena pisau, karena aku sedang mengiris bawang merah.
Kemudian aku membalikkan badanku.
Di pintu dapur mas Ryan masih berdiri dengan mengantuk dan nyawa belum terkumpul.
"Masih jam enam,mas,"jawabku, setelah melihat ke arah jam dinding.
Mas Ryan masih menyembunyikan rasa cemburunya,lalu dia nyelonong masuk ke kamar lagi.Lekas ku selesaikan masakan ku.
"Dafa mandi sayang, habis itu sarapan,"panggil aku kepada Dafa Anakku
"Iya Bu lima menit lagi masih dingin,"jawab Dafa.
"itu sudah aku rebuskan air hangat,Nak nanti keburu dingin lho?"
"Iya Bu sebentar,"jawab Daffa.
Setelah semuanya beres aku mulai mencuci baju laundry dan ku jemur di dalam karena di luar masih hujan.
"Mulai saat ini aku yang pegang uang laundry, karena aku kepala rumah tangga,"kata Ryan dari belakang.
"Terserah kamu saja,mas,"jawabku lirih.
"Kenapa kamu bicaranya pelan apa kamu tidak ikhlas dan tidak terima,"jawab mas Ryan.
"Ikhlas ,mas aku menurut saja kalau itu buat kamu baik ya silahkan mas,aku nggak mau cari keributan,"ucapku.
"Bilang saja kalau kamu tidak terima jangan bertele-tele,"ucap mas Ryan.
"Sudah ya mas aku capai titik,Oh ya itu kalau mau sarapan pagi sudah aku siapkan di meja.Dan tadi dapat undangan dari pak RT kita di suruh menghadiri acaranya mau ada acara unduh mantu katanya,"ucapku.
__ADS_1
"Hmmm,"jawab mas Ryan.
Sepertinya dia masih marah,aneh gitu seharusnya yang berhak marah di sini adalah aku karena di perlakukan tidak adil.Kok malah dia yang marah - marah nggak jelas gitu.
Capai dECH!
Ya semuanya aku terima dengan lapang dada, karena aku tahu bahwa Allah tidak tidur.Dia maha tahu segalanya.Semua nanti pasti ada balasannya.
Semoga badai cepat berlalu dan semoga sakit ku bisa terobati,aku hanya bisa pasrah dan mengalah.Itu memang menjadi sifat dan watak ku selalu pasrah dan mengalah.sampai semua teman -temanku juga tetanggaku jadi ikut jengkel,marah , kesal dan geregetan melihat aku di perlakukan tidak adil tetapi aku tetap diam saja dan tidak melawan.
Mereka semua mengira aku sudah kena jampi - jampi dukun.Ada yang bilang kalau aku kena guna-guna suamiku supaya aku tunduk dan menurut pada suamiku.
Dan entah apalagi ocehan tetangga aku biarkan saja.Lagi pula aku yang menjalani Istiqomah semua karena ridho Allah.Yang penting aku jalani seperti air mengalir.Di bilang sakit ,ya sakit hati ini, badan ini.
Akan tetapi apa kita teriak-teriak semua masalah selesai tentunya tidak.
Waktu cepat berlalu kini tepat jam delapan malam,aku bersiap - siap ke acara pak RT.
"Ayo mas berangkat,"ucapku.
"Ya ,tapi kamu di sana jangan makan banyak banyak ya malu - maluin,"Ucap mas Ryan
"Enggak kok,aku saja biasanya makankku sedikit, mungkin kamu kali mas,"jawabku
"Kamu di bilangin malah jadi nyalahin orang lain, sudah ayo nanti kemalaman ,"ucap mas Ryan
"ayo nak kita berangkat ,"Jawabku.
"Ya, Bu ,ayo,"ucap Dafa
Sampai di rumah pak RT sudah penuh tamu undangan, termasuk kak Aldo Barreto.
"Lihatin terus menerus sampai matanya copot,"ucap mas Ryan.
__ADS_1
Bersambung