
Namanya juga anak TK , semua anak tidak ada yang fokus di pelajaran, hanya beberapa yang fokus, biasanya anak perempuan yang memperhatikan dan menurut.
Ada yang lagi pelajaran sambil minta di siapin bekal ,ada yang rebutan mainan dan ada yang merengek minta pulang,dan ada yang nangis minta main di luar.
Memang guru TK harus ekstra sabar dan berhati mulia, sungguh besar jasanya.
"Anak -anak ayo siapa yang berani maju ke depan nyanyi,"ucap Bu Puput guru sekolahnya Dafa.
"Saya Bu ,"ucap Dafa.Ternyata anakku berani juga.
"Sini Dafa,mau nyanyi lagu apa Dafa sayang,"rayu Bu Puput.
"Dafa mau nyanyi lagu di sini senang,Bu," ucap Dafa.
Lalu Dafa menyanyi di depan kelas dengan riang gembira.Aku juga ikut terharu menyaksikan anakku maju depan kelas.
Setelah selesai menyanyi Bu Puput menghadiahkan susu kotak kepada Dafa, Dafa loncat loncat kegirangan karena mendapatkan hadiah.
Akhirnya jam pulang sekolah sudah berbunyi.Dengan berani Dafa memimpin doa penutup majelis dan dia selesai belajar.
Ku gandeng Dafa dengan berjalan kaki melewati trotoar sambil ber-sendau gurau tak terasa sudah hampir sampai di rumah.
Ku lihat langit tampak mendung lalu Dafa aku suruh masuk rumah dan aku mengambil jemuran pakaian mumpung belum hujan.Pakaian yang belum kering aku jemur lagi di teras belakang supaya nggak kehujanan.Lalu aku menyiapkan makan untuk Dafa.
"Dafa sudah ganti baju,sayang,"ucapku.
"Ya Bu, ini baru ganti baju,"jawab Dafa.
__ADS_1
"Ini sudah Ibu buatkan nasi goreng kesukaan kamu,"ucapku.Dafa berlarian ke meja makan dan langsung menyantap nasi goreng yang tanpa cabe tanpa bawang merah,jadi hanya telur dan kecap juga penyedap rasa,nasi gorengnya Dafa.Ku tatap anakku yang sedang makan dengan mata sayu.
Sepertinya aku harus kredit motor, kasihan anakku tiap hari jalan kaki.
Dafa sudah selesai makannya lalu dia pergi ke kamarnya dan bermain game di kamar.Aku pamitan sama Dafa akan pergi ke luar sebentar, tujuanku adalah ke sorum motor terdekat.
Sampai di sorum motor aku lihat - lihat motor yang pas untukku.
"Mb yang motor Mio sporty harganya berapa,mb," ucapku.
"Itu harganya tiga belas juta Lima ratus ribu, Bu,"kata pegawai sorum.
"Kalau Ibu ambil sekarang bagus banget Bu, soalnya baru ada promo tanpa uang muka,jadi Ibu cukup membayar setoran awal yaitu lima ratus ribu, Bu!" Pegawai sorum menyodorkan sebuah formulir pengajuan kredit.
"Ya mb saya ambil yang warna hitam itu ,ya mb,"ucapku.
" Terimakasih banyak ya mb,"ucapku.
"Sama- sama Ibu,"jawab pegawainya.
Aku berdiri dan berjalan pulang.
Setelah beberapa hari datanglah petugas survei ke rumahku.Dia mengamati rumahku lebih tepatnya rumah pemberian mertuaku.Rumahku cukup besar dan ornamen modern dan kokoh sehingga banyak yang suka dengan model rumahku
Sayangnya suamiku seorang pengangguran dan hanya meminta uang dariku untuk berjudi.Entah sampai kapan kesabaran ku di uji.
Memang semua orang sudah mempunyai takdirnya masing-masing.Dan mungkin ini memang sudah menjadi takdirku.
__ADS_1
Aku berusaha ikhlas menjalani takdirku,ya walaupun hidupku terasa berat dan hampa.
Namun harus bagaimana lagi semuanya sudah menjadi bubur waktu tidak bisa di putar kembali.
Buat apa menangisi nasib!
Semua telah berlalu, kurang lebih sudah lima tahun aku menikah dengan Mas Ryan.
Banyak sekali kegetiran dan kepahitan hidup ku telan mentah-mentah.
"Bu nanti sore motornya datang, karena Ibu telah lolos survey,"ucap petugas survei.
"Terimakasih banyak ya,Mas,"kataku.
"Sama-sama Bu," jawab petugas survei.
Lalu petugas survei pamitan pulang, kemudian hari menjelang sore, seperti yang telah di janjikan oleh petugas survei motornya datang.
"Selamat sore bisa ketemu dengan Bu Kusrini?"tanya pegawainya sorum.
"Iya saya sendiri,"jawabku.
"Begini Bu sesuai kesepakatan motornya sudah datang dan saya turunkan sekarang ya Bu,"ucap pegawai sorum.
"Mas jangan turunkan motornya,kalau keluarga kamu masih ingin hidup "jawab mas Ryan.
Aku kaget dan bingung melihatnya .
__ADS_1
Bersambung