Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Anakku Penyemangatku


__ADS_3

Dengan semangat membara Marsha menenteng lima bungkus plastik cucian milik tetangganya.


Sampai di rumah di bukanya satu bungkus lalu di rendam dan di lanjutkan olah raga tangan dengan mengucek pakaian satu persatu dan kemudian menjemurnya.


Di karenakan belum punya mesin cuci jadi Marsha mencuci manual sampai larut malam....


Setelah semuanya selesai barulah dia sadar kalau semenjak siang tadi perutnya belum terisi makanan .


Pantas saja perutnya keroncongan minta di isi.


Lalu dia duduk di dapur untuk menguleg bumbu nasi goreng karena perutnya lapar


setelah berkutat di dapur sekitar lima belas menit siaplah nasi goreng untuk di santap.


Marsha makan begitu lahapnya seperti orang kelaparan.


Baru makan tiga sendok "oek oek oek ,"bayinya Marsha nangis.


"Kenapa anak Ibu ini kok rewel,"kataku


aku pegang popoknya basah .


"Oh ternyata Dafa ngompol ya?"kataku berbicara dengan bayiku.


Aku ambil popok dan ku gantikan popoknya.Setelah itu aku kasih ASI anakku.


"Anakku cepat besar ya, Nak .kaulah penyemangat hidup ibu,"kataku sambil menepuk nepuk bayiku agar tidur lagi.


Fajar menyingsing sinar matahari kemilau keluar dari singgasananya.


Aku karena kecapaian jadi bangun agak kesiangan.


Aku beranjak dari tempat tidur menuju dapur , untuk merebus air guna memandikan anakku.


Sambil mencuci beras mau menanak nasi.


Beras aku masukkan sarangan yang sudah aku kasih Air rata dengan sarangannya jadi aku tinggal memandikan anakku nanti sudah matang sendiri seperti di majic com.


Setelah semuanya beres aku sarapan sama goreng tempe dan sambal.


Semangat pagi aku singsing untuk masa depan anaku.


Aku ke rumah Bu Ratna "Tumben agak siang Marsha,"kata Bu Ratna.


"Iya Bu tadi bangunannya kesiangan ,"jawabku.


"Ya namanya manusia kan punya rasa capai juga to Marsha. Makanya kamu kerja boleh tetapi juga jaga kesehatan kamu , ingat kalau sakit kan kasihan anakmu,"kata Bu Ratna.


"Ya Bu Terimakasih nasehatnya,"Jawabku


"Jangan marah ya tak kasih masukan ,'kata Bu Ratna.


"Tidak Bu malah saya senang itu berarti masih ada yang sayang dan perhatian sama sama saya Bu sekali lagi terimakasih,"kataku.


"Iya sama - sama. Ngomong - ngomong kamu tadi sudah masak sayur apa di rumah?"tanya Bu Ratna.


"Tadi aku cuma goreng tempe sama buat sambal terasi Bu ,"kataku.


"Oh ya enak itu .Ini ibu bikin sayur asem sama ayam kamu bawa pulang ya nanti sudah tak siapkan di rantang biru itu ya ,"kata Bu Ratna.


"Maaf Bu, jangan repot-repot ,"kataku

__ADS_1


"Nggak ada yang di repotin kok memang ibu masak banyak tadi jadi sayang kalau di buang,"jawab Bu Ratna.


"Terima kasih banyak ya Bu ,ibu sudah banyak sekali membantu saya," jawabku.


"Iya Marsha sudah jangan bilang terima kasih terus bisa bisa ibu besar kepalanya nanti.


Ibu berangkat kerja ya nanti kamu kalau mau pulang jangan lupa pintu di kunci semua dan pintu pagar juga di tutup kembali ,"kata Bu Ratna.


"Iya Bu," Kataku.


Aku memang di kasih kunci cadangan rumah Bu Ratna agar sewaktu pulang bisa ngunci pintu rumahnya.


Aku kerja cepat agar bisa pindah tempat Bi Jami. Setelah tiga jam berlalu selesai juga kerjaku.Memang aku kerja Bu Ratna hanya menerima separo gajiku karena separonya buat bayar hutangku pada Bu Ratna saat operasi mertuaku.


Aku cek semua sudah ku kunci pintunya.


Aku gendong anakku sambil kepanasan kupayungi biar bayiku nggak terlalu kepanasan.


"Assalamualaikum Bi Jami mau ambil gorengan,"kataku.


"Iya nak itu sudah ibu siapkan di meja ,"jawab Bu Jami.


"Marsha berangkat ya Bu doakan lares ",kataku.


"Amin,"jawab Bu Jami.


Aku langkahkan kakiku menjemput rejeki.


"kue kue hangat hangat juga terima cucian,"kataku berteriak - teriak menawarkan biar laku.


"Semua usaha aku jalani dan aku tidak malu , karena semua itu halal,"kata hatiku.


hari ini banyak yang mencucikan dan gorengannya lares .


"Permisi apa di sini jual mesin cuci yang di kredit kan,"kataku


"Ada Bu di sini melayani harian dan bulanan ibu mau yang mana ,"tanya pegawainya.


"Aku pilih harian berapa setornya mb?"tanyaku.


"Tergantung Bu mesin cucinya yang merk apa , semakin bagus kualitasnya semakin mahal harganya Bu ," jawab pegawai elektronik.


"Aku ambil yang paling murah saja mb,"kataku .


"Ini Bu paling murah tabung satu muatan enam kilo ibu setorannya lima belas ribu perharinya dan tidak boleh libur,"Kata pegawai elektronik.


"Syaratnya apa saja mb,"kataku.


"Syaratnya barang datang bayar DP tiga ratus ribu dan setoran awal lima belas ribu perharinya jadi tiga ratus lima belas ribu rupiah setoran awal Bu sama menyerahkan foto copy KTP ," jawab pegawainya.


"Baik mb aku ambil yang itu dan ini foto copy KTP saya ,"jawabku.


"Baik Bu akan segera kirim ,"kata pegawai elektronik.


"Terima kasih mbak,"jawabku.


"Sama sama Bu,"jawab pegawai elektronik.


Aku lanjutkan pulang dan menyerahkan hasil jualan gorengan ke Bi Jami .


"Assalamualaikum Bi Jami ,"sapaku.

__ADS_1


"Waalaikum salam nak silahkan masuk,"kata Bu Jami.


"Nak, itu kok bawa baju banyak punya siapa?"tanya Bu Jami.


"Ini punya tetangga yang pada mau laundry Bu saya sekarang juga menerima cucian lumayan buat tambahan penghasilan,"kataku.


"Ya Allah Nak, begitu berat cobaanmu, yang kuat ya ,"kata Bi Jami.


"Ya Bu aku selalu bersemangat demi anakku,"jawabku.


"Kamu sudah makan belum, kalau belum makan di tempat ibu yuk bareng ,"ajak Bu Jami.


"Sudah Bu ini juga tadi di kasih sayur Bu Ratna belum aku makan masih tak bawa ,"jawabku.


"Benar sudah makan nak jaga kesehatan ya ,"kata Bu Jami.


"Ya Bu terimakasih.Saya lanjutkan pulang ya Bu soalnya mau terus mencuci,"kataku.


"Ya Nak , silahkan Ibu terimakasih banyak di bantu jualan,"kata Bi Jami.


"Ya Bu sama - sama permisi ya Bu," kataku sambil pamitan pulang.


Sesampainya di rumah aku terus menyuapi bayiku dengan bubur bayi setelah selesai aku mandikan dan aku dandani juga aku kasih ASI terus tertidur pulas anakku.


Aku tidurkan seperti tahu ibunya banyak kerjaan makanya dia pilih tidur.


Tak terasa Laundry aku sudah berjalan dua tahun, perlahan laundryku dan mulai ramai .


Tetapi aku tetap kerja di Bi Jami dan Bu Ratna


karena dialah penolongku saat aku kesusahan.Dan aku kini mencuci dengan mesin cuci walaupun ambil dari kredit.


Anakku sudah dapat berjalan dan berbicara sedikit - sedikit.


"Ibu Bapak mana ?"tanya anakku


"Iya sayang bapak lagi kerja di jalan ,"jawabku.


"Jalan mana Bu?", tanya anaku.


Jalan yang jauuuh sekali besok juga pulang bawa uang banyak buat beli susu ya ," Kataku untuk menghibur anaku


Tak Terasa air mataku menetes mendengar pertanyaan anakku.


Yang begitu polos ikut jadi korban ketidak Adilan suamiku.


Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


""Tok, tok tok."


"Ya sebentar!!!"


Marsha berjalan keluar membukakan pintunya.


Dan tampak Ryan sudah berdiri di depan pintu denga wajahnya yang kusut.


"Sayang ini bapak nak."


"Bapak, benarkah Bu?"


"Iya Daffa!!!"

__ADS_1


Kemudian Ryan memeluk Daffa


Bersambung


__ADS_2