Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Bertahan hidup demi kehormatan


__ADS_3

Setelah aku lelah keliling berjalan tenggorokan terasa haus dan perut keroncongan karena tadi nggak sempat makan.Aku menoleh ke kanan dan kiri itu di pinggir jalan ada seorang jualan gorengan sama es .


Terus aku menuju ke situ untuk beli es dan gorengan.


" maaf Bu beli es dan gorengannya berapa Bu?" tanyaku.


"Kalau gorengan satu seribu lima ratus kalau es nya tiga ribu mba,"jawab penjual gorengan.


Aku terbersit kalau jualan gorengan sepertinya bisa untuk menyambung hidup ku."Maaf Bu boleh aku bantu jual lagi gorengannya Bu ," tanyaku


"Oh boleh Nak ,Ibu senang sekali kalau ada yang membantu,"jawab penjual tadi.


"Perkenalkan Bu namaku Marsha ,"kataku untuk memperkenalkan diri.


"Kalau Ibu ,biasa di panggil Bi Jami begitu orang sini ,Memanggilnya.Ibu senang kalau Nak Marsha membantu,"kata Bu Jami


Sesuai kesepakatan pagi harinya aku setelah menyelesaikan tugas rumah ,aku berjualan gorengan keliling milik bi Jami.


"Kue kue kuenya Bu .ada lumpia ada pastry ada risoles ayo Bu di beli mumpung masih hangat," teriaku menawarkan kue.


"Beli kuenya mb berapaan kuenya?"tanya Bu Santi


"Murah Bu cuma dua ribu rupiah satunya," jawabku


"Oh ya Marsha kamu kan sudah jadi menantu orang kaya kok masih mau jualan kue?" tanya Bu Santi tetanggaku


"Iya Bu aku mau latihan mandiri nggak mau sepenuhnya tergantung suama ,"jawabku


"Bagus itu Marsha aku suka dengan sikapmu ,"kata Bu Santi.


"Semua berapa aku beli semua," kata Bu Santi


"Beneran Bu mau di borong semua ,"kataku


"Iya benar Marsha masa ibu bercanda,"jawab Bu Santi


"Semuanya enam ratus ribu bu.terima kasih ya Bu sudah di larisi,"kataku


"Iya Marsha kebetulan tempat Ibu baru ada orang kerja renovasi rumah .Nah ini nanti bisa tak kasihkan orang kerja ," jawab Bu Santi.


Hari itu aku senang sekali karena dagangan aku habis terjual .Aku dapat sepuluh persen dari hasil penjualan.Yaitu enam puluh ribu aku bawa pulang.


Lumayan buat belanja besok pagi kataku.Sampai di rumah aku langsung mandi dan istirahat karena sudah seharian keliling kakiku pegal pegal semua.


Mungkin karena belum terbiasa jadi badanku sakit semua. Tetapi tidak apa -apa lebih sakit hinaan suamiku dari pada sakit badanku.

__ADS_1


Esok harinya aku berangkat lagi jualan kue keliling. "Kue kue yuk di beli di beli ada kue lumpur ada kue lumpia ada kue donat ada kue bolu,"teriaku .


Seperti biasanya Aku keliling sudah dua kampung aku lewati kenapa hari ini sepi sekali nggak ada yang beli ya ,"kataku lirih.


" Kue kue kuenya Bu ,pak,"aku tawarkan lagi.Belum selesai aku tawarkan tiba tiba hujan deras di sertai petir menyambar - nyambar.


Aku lari kalang kabut mencari tempat berteduh tetapi kakiku terpeleset sehingga kue yang aku bawa jatuh berhamburan.Seketika aku kaget.


Bagaimana caraku mengganti uang dagangan Bi Jami nanti.Karena rusak semua terkena air hujan. Hatiku sesak tak terasa air mata yang aku tahan tiba tiba mengalir sendiri.


Kenapa nasibku selalu sial .Tidak seperti orang-orang lain yang ku lihat sangatlah bahagia.Tidak sepertiku .Mau cari uang besarnya lima puluh ribu saja susahnya bukan main.


Hari menjelang sore, hujan pun sudah reda lalu aku pulang ke rumah Bi Jami dulu mengembalikan kuenya.


"Selamat sore Bu,"kataku


"Eh Marsha mari masuk ayo silahkan,"kata Bu Jami.


"Gimana habis jualannya seperti kemaren. ?"tanya Bu Jami


"Maaf Bu sebelumnya dagangan nya rusak karena aku tadi nggak sengaja terpeleset waktu hujan, waktu mau mencari tempat berteduh sekali lagi saya minta maaf Bu,"kataku


" Oh ya bu nanti uangnya aku ganti Bu untuk kuenya yang rusak ," tambahku meyakinkan Bu Jami.


"Tidak usah di ganti nak Marsha . karena kamu sudah aku anggap anaku sendiri ,"jawab Bu Jami


"Enggak apa -apa kok Nak Marsha jangan terlalu di ambil hati," jawab Bu Jami.


Aku lega mendengar suara Bu Jami. Aku langsung pulang untuk mandi.Karena bajuku juga basah kehujanan tadi.


" Hey si buruk rupa cepat aku rebuskan air hangat buat mandi.Dan jangan lupa buatkan aku kopi,"kata suamiku


Aku tadinya mau lekas mandi terpaksa aku tunda.


Karena ada perintah dari suamiku. Apapun yang di perintahkan suamiku aku menurut saja karena aku trauma akan pukulannya.


Setelah selesai merebus. air hangat untuk suamiku lalu aku mandi. Suamiku juga mandi tetapi kamar mandi sebelah.


"Marsha jangan lupa nanti aku minta kalungmu . Mau aku buat taruhan nanti malam ,"kata suamiku.


"Tapi Mas itu hartaku satu satunya berhentilah berjudi Mas.Judi tidak akan membuat orang kaya,"kataku


"Kamu jangan cerewet serahkan saja nanti aku ganti dua kali lipat ,"kata suamiku.


Itu kalung adalah mas kawin dari dia .Aku tidak berani menolak lagi -lagi mahluk lemah hanya bisa bersembunyi di dalam ketakutannya.

__ADS_1


"Ini kalungnya," aku kasihkan kalungnya ke suamiku.


"Nah begitu kalau kamu nurut kan bagus ",jawab suamiku.


Aku diam saja aku beranjak pergi ke kamar untuk tidur. Sementara sapi suamiku tinggal sepuluh ekor semuanya habis buat berjudi tiap malam.


Saat aku terlelap ada sesuatu mengecup bibirku secara kasar dan berbau alkohol.Aku tersentak kaget "Ayo layani aku


aku minta sekarang," kata suamiku.


Sambil menjambak rambutku.


Aku menuruti karena rambutku sakit di jambak.


Dia terus menciumi leherku dan menggigit balon yang ada di dadaku. Aku sakit dan menangis ."Plak -plak,"tiba -tiba suamiku memukul pipiku.


"Aku nggak suka lihat kamu menangis cepat laksanakan tugasmu,"kata suamiku.


Suamiku terus bermain dia yang jadi pemimpin.Hingga tangannya meremas daerah sensitif di selangkanganku. Terus menggiring bolanya Sampai ke gawang .Dan melesat larva panas menyelinap ke tubuhku sampai dia mengerang - ngerang dan mendesah kenikmatan.


Aku terpaku seperti patung .Karena menjalani dengan keterpaksaan.


Aku harus kuat untuk menjunjung kehormatan keluargaku.Pagi harinya aku terasa pusing dan mual- mual juga muntah.


Apa karena kehujanan waktu jualan kemarin pikirku.


"Mas minta uangnya untuk periksa.Aku sepertinya masuk angin,"kataku


"Halah jangan manja periksa di puskesmas sana saja yang gratis ,"jawab suamiku


Aku diam hanya dalam benakku kenapa suamiku nggak ada rasa kasihan sedikitpun kepadaku.


"Di antar ya , Mas ke puskesmas nya ,"kataku.


"Nggak bisa manja sekali.Memangnya kamu stroke nggak bisa jalan.Lagian kalau kamu stroke aku akan buang kamu ke sungai biar tidak merepotkan ,"jawab suamiku.


Hatiku teriris ini manusia apa monster .


Sambil aku melangkah menuju puskesmas di kampung ku."Selamat Bu, anda akan jadi seorang ibu,"kata bidan puskesmas.


Mendadak kepalaku berputar -putar dan pusing lalu aku nggak sadar


Aku pingsan bukanya aku senang aku hamil.Tetapi pikiran berkecamuk menghantui benakku.


"Bikin masalah saja.jangan mentang - mentang kamu hamil aku jadi suka sama kamu jangan harap gembel ,"kata suamiku

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2