
"oke aku tutup telponnya ya Marsha mungkin Minggu depan aku jemput Baby Queen, soalnya akhir-akhir ini aku sibuk maaf ya,"ucap Angel.
"Ya nggak apa-apa kok ngel," kataku sambil menata laundry yang sudah di setrika.
Hanya hal kecil tidak perlu dirisaukan
"Baby Queen susu mu tumpah cepat ambil lap !!"perintah Marsha.
"Iya mama Marsha,"ucap Baby Queen.
Gadis itu menggelengkan kepalanya seperti terpaksa aku perintahkan.
Aku hanya mengerutkan kening tak paham dengan Baby Queen.
"Ayo anak- anak bereskan mainannya lalu pergi tidur,"mengajarkan anak supaya tertib.
rembulan berselimut kabut seperti hatiku yang terdalam sedang berkabut.mataku kosong menatap pintu depan karena tak ku temui Mas Ryan.Setiap malam selalu keluyuran.
__ADS_1
Untuk kesekian detik aku menunggunya mataku tak mau di ajak kompromi ngantuk menjemputmu , akhirnya aku tertidur di sofa.
Jam di dinding berbunyi menandakan jam 1 malam.Aku terjaga pintu lupa ku tutup,Lalu aku berdiri untuk menutup pintu
Sesaat kemudian langkahku terhenti dengan seseorang yang menarik daun pintu dan menahannya supaya nggak tertutup.
Yaa lelaki muda itu mas Ryan, tubuhnya atletis makanya banyak perempuan mengantri untuk menjadi pasangannya.
Langkahnya sempoyongan sepertinya dia mabok.
"Kau pikir aku akan membiarkan kamu terus selingkuh di belakangku Marsha,"tanya pria berperawakan tinggi , matanya penuh amarah dan giginya sedangkan tangannya mencengkram mulut perempuan itu.
Marsha mendongak pada lelaki bernama Ryan itu.Ia bisa melihat bagaimana alis tebal itu terangkat dan rahang mengeras juga tangannya seakan mau meremukkan tulangku.
Aku sudah mulai ketakutan karena Mar Ryan aku tidak bisa melawannya.
"Mas l- lepaskan aku sakit ," aku meringis menahan kesakitan.Suaraku lemah dan bergetar,bola mataku mulai berkaca-kaca
__ADS_1
Dan tanganku menarik - narik mas Ryan agar di lepaskan tetapi pria itu bukanlah melepaskan malah mencengkram tambah eratnya.
Begitu dingin mata Ryan menatap Marsha."Ingatlah, aku tidak akan melepaskan kamu teruslah menderita di sampingku siapa suruh kamu jadi istriku,kamu adalah istri pembawa sial gara gara kamu usaha aku bangkrut,gara gara kamu aku di tinggalkan Angel ,"Mas Ryan mengeluarkan uneg-unegnya.
Dan menghempaskan diriku hingga jatuh ke lantai.Tulangku terasa nyeri pada persendian ototku.dan kepalaku terbentur ke lantai.Seketika aku jadi pusing dan berkunang-kunang mataku.
"Ingat menikah denganku bukanlah akhir dari penderitaanmu melainkan adalah awal dari penderitaanmu,ini adalah setimpal dengan perbuatan kamu padaku.
Tubuh Marsha bergetar mendengar ucapan Mas Ryan .Ada aliran yang membuat relung hatinya terasa sakit , seperti tertusuk
Marsha kembali mendongak ke atas untuk melihat Mas Ryan . Perkataan pria itu telah menembus relung hatinya.
Kini dirinya seperti di dalam terpenjara dalam pernikahan yang tak di harapkan.
Bibir bergetar, seperti menahan rasa ingin segera meluapkan.
"Kenapa kau sangat membenciku memang dosa apa yang telah aku perbuat denganmu."Marsha bertanya sambil tangannya di kepal karena kesal selalu di salahkan.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak membunuhku saja supaya kau puas dan aku tidak menderita lagi,"ucapku
"Kamu ingin tahu kenapa aku sangat membencimu karena hidup aku bangkrut kamu pembawa sumber petaka,dan kamu istri pembawa sial.Bersambung