Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Marsha Berusaha Tegar Di Depan ANAKNYA


__ADS_3

Andai saja suamiku menyayangiku,saat ini aku pasti sudah seperti ratu.


Seandainya aku putri tertukar seperti di dongeng akan ku sulap kesedihanku menjadi goresan kebahagiaan.Dan tidak ada setitik air mata menetes di pipiku.


"Wiliambod , Wiliambod ayo turun", suara kenek bus menyadarkan aku dari lamunan .


Aku kaget dan melihat -lihat sekitar "Lho aku kok bisa sampai di India,"aku berbicara sendiri dalam keadaan bingung.


"Hey mb , India dari Hongkong,mb habis bangun tidur ya ,ini masih di Indonesia mb ini area rumah sakit Wiliambod bukan India.


ha ha ha mb ada ada saja,"kata penumpang di sebelah aku.


Aku jadi malu , karena lamunan ku aku jadi tidak konsentrasi.


Bus melaju lagi dan hampir sampai di kampung ku.


Aku sudah kangen sama anakku Dafa Pramudipta.


Di dalam relung hati terdalam hanya terukir namamu anakku tersayang.


Ibu tidak pernah punya cinta, jadi ku curahkan semua cintaku untukmu anakku.


Hidup hampa bagai berjalan di gurun pasir tiada menemukan ujung jalan dan tiada menemukan sumur penghidupan.


Di depan teras ada tangan mungil yang sedang bermain gundukan tanah dan mobil- mobilan.


Dia begitu polos seperti kain putih tidak ternoda.


Andai engkau tahu,Nak perih hati yang ku rasakan beban hidup yang aku pikul sendirian.


Namun, biarlah anakku tidak perlu tahu beban hidup yang aku rasakan, yang perlu dia tahu hanyalah kebahagiaan.


"Ayah, Ibu pulang,yah,"Kata Dafa.Pelukan tangan - tangan mungil menyejukkan hati, menyembuhkan rasa.


"Ibu Dafa kangen sama Ibu,"kata Dafa.


"Ibu juga kangen sama Dafa, selama Ibu tinggal Dafa nakal nggak?" kataku.


"enggak kok Bu Dafa anak baik nggak nakal Bu,"Kataku.


"Nah, itu baru anak Ibu,"kataku


"kamu sudah pulang yang,"kata Ryan.

__ADS_1


"Hmmm,"kataku.sama Ryan.


"Kenapa nggak bilang , yang, kalau tahu kamu pulang tak jemput di terminal,"Kata Ryan.


Marsha tidak menjawab pertanyaan Ryan, pada dasarnya dia malas bercakap-cakap dengan suaminya, yang telah menorehkan luka.


" Aku akan selalu ingat setiap tetesan air mata yang kau buat mas,"kataku.


Dan aku tetap berada di sisimu bukan karena kamu, melainkan anakmu.


Perlahan matahari mulai terbenam berselimut kabut.


Setelah seharian lelah bergumul dengan aktivitas yang begitu padat dan sangat menguras tenaga.


Aku naik ke atas ranjang untuk meluruskan kaki dan beristirahat.


"Yang apa kamu tidak kangen aku ,"kata Ryan.


"Jangan ganggu aku,...aku capai seharian kerja,"kataku.


"Aku cuma tanya, apa kamu tidak kangen sama aku,"kata Ryan lagi.


"Sudahlah ayo tidur,"kataku .


Mungkin hatinya lagi tidak mood jadi lebih baik dia diam dan tidur.


Marsha tidur sambil memeluk guling dan membelakangi Ryan.Ryan gelisah tak bisa tidur, akhirnya dia memeluk Marsha dari belakang terus baru bisa tertidur.


Dari jendela kamar telah terusik kemilau sinar matahari menusuk kalbu menerpa wajah yang temaram sendu.


Aku terbangun dan menoleh jam dinding menunjukkan pukul setengah enam.


Anakku masuk dan pindah tidur di sebelah ayahnya.


Ku ambil air wudhu ku basuh mukaku dan kemudian bagian lainnya.


Ku bersujud kepadamu Ya Allah.


Temaram Sinar jingga menyinari sudut rumahku.


Aku mulai aktivitas ku dengan semangat jiwa anakku.


""Ibu,Ibu besok kalau Dafa sudah besar, Ibu nggak usah kerja lagi , ya biar Dafa saja yang kerja.Dafa nggak mau lihat Ibu capai nanti bisa sakit,"kata Dafa yang polos.

__ADS_1


Aku yang sedang menjemur pakaian terus sekilas menoleh Dafa dan tersenyum.


Doa Ibu selalu menyertai kamu,Nak.


Semoga kelak kau jadi anak yang sukses dan bisa di banggakan.


Selesai menjemur pakaian ku taruh keranjang pakaian di sudut rumah.


Lalu aku sandarkan badanku di kursi teras depan,ku pandangi anakku yang sedang bermain.


Dan aku terbuai dalam lamunan.


Apakah hidupku akan begini terus.Apakah aku akan selalu di kejar - kejar hutang.


Aku hidup seperti di ujung tanduk, mati segan hidup tak mau.


Apakah masih ada orang selain aku yang tidak menemukan cinta sejati dan kebahagiaan.


Aku berpikir, kalau aku harus laundry terus kerja di Bu Ratna kemudian di lanjutkan jualan gorengan,lama - lama tenaga aku sepertinya tidak kuat.bertambah usiaku rasanya mudah capai


Aku harus apa?


Jalan apa yang harus ku tempuh, supaya bisa mendapatkan uang lebih,agar keluarga aku tercukupi.


Kenapa aku bersuami rasanya seperti janda, rasanya seperti tidak punya suami.Sebab semua beban hidup aku tanggung sendiri.


Lalu apakah aku akan kuat?


Entahlah banyak pikiran berkecamuk di kepalaku.


"Assalamualaikum ,"seorang pemuda datang ke rumahku.


"Waalaikum salam, mau cari Siapa,ya?"Kataku.


"Mau cari mb Marsha ,mb," kata pemuda itu.


"Iya kebetulan saya sendiri ," Kataku.


"Begini mb , saya tetangganya Bi Jami dan


mau menyampaikan bahwa Bi Jami meniggal ,Dia jatuh saat di kamar mandi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2