Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Acara pernikahan di rumah Pak RT


__ADS_3

Hal yang paling tidak ingin aku lakukan di hidupku, adalah kembali ke tempat yang menorehkan banyak luka.


Namun, takdir sekali lagi membuat lelucon untukku.Aku harus kembali ke tempat dimana yang tidak aku inginkan.


Selalu ada pilihan yang sulit dalam hidupku.Tetapi demi orang yang sangat penting dalam kehidupanku aku tidak akan ragu dalam memilih.Ya , Anakku segalanya bagiku.


Dan di sini aku berada saat ini,di acara pernikahan yang tujuh tahun yang lalu jadi terkenang kembali.Saat kak Aldo Barreto bertemu denganku.


Lelaki berjas putih dan berkacamata hitam itu seperti opa-opa Korea itu, datang ke acara pernikahannya anaknya Pak RT .


Perasaanku saat ini rumit, pemandangan di depanku sangat akrab untuknya,tapi juga asing di saat bersamaan.Segala kenangan buruk menghantam ku.


Kedua tanganku mengepal dengan kuat.


Aku bukan lagi perempuan naif tujuh tahun yang lalu.Aku sudah tumbuh menjadi lebih kuat setiap harinya.


Dan aku pastikan semua orang yang membuat masalah denganku dia akan membayarnya sepuluh kali lipat.


"Halo Marsha, kita ketemu lagi,"ucap kak Aldo.


""Hai ,kak,"ucapku sambil melangkah menuju ke arah Pak RT.Mas Ryan memandangiku sambil melotot.

__ADS_1


Aku menunduk , karena aku takut kalau mas Ryan sudah marah.Terhitung sudah tujuh tahun yang lalu,aku di hina di rendahkan dan di injak - injak martabatku oleh keluarga kak Aldo Barreto.Setelah semua hal buruk yang aku alami, hatiku kini menjadi mati rasa.


Namun dari sekian banyaknya peristiwa itu telah menjadi penyemangat hidupku.


Aku tidak memiliki niat untuk balas dendam kepada semua orang yang sudah menyakitiku.


Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan hidupku untuk hal yang tidak berguna.


Sayangnya benang takdir memaksaku untuk bertemu dengan orang - orang dari masa laluku.


"Itu anakmu Marsha?"tanya kak Aldo.


"Iya kak, maaf kak sebaiknya kita jaga jarak karena aku sudah berkeluarga dan kamu juga , hormati hati mereka,"ucapku sambil menghindari kak Aldo Barreto.


Tetapi aku tidak menggubris,ku ayunkan langkahku menuju ke arah mas Ryan yang sedang mengobrol dengan Pak RT.


"Pak RT selamat ya, atas pernikahan putra-putrinya,"ucapku kepada pak RT


"Terima kasih, Marsha,ayo di nikmati hidangan yang seadanya ini,"ucap Pak RT.


" Wah,bagi saya ini sudah cukup mewah pak RT,"ucapku.

__ADS_1


Masih saja Aldo mengamatiku ,aku jadi salting . Tetapi aku tetap diam di samping mas Ryan,ya walaupun dia bukan suami idaman tetapi aku tetap teguh memegang komitmen.


Karena di beri kepercayaan itu adalah tanggung jawab kita.Setelah satu jam di perjamuan pak RT lalu kami pamit pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan.


Sesampainya di rumah,mas Ryan gusar karena melihat tingkah kak Aldo tadi.


"Kamu masih suka dengan pacarmu ya?"kata mas Ryan.


"Enggak mas, ingat mas aku ini istrimu dan selamanya akan tetap begitu tidak ada yang berubah.Kamu suka atau tidak suka sama aku, tetapi di atas akte nikah kita sah suami istri dan aku akan menjaga komitmen itu,"ucapku.


"Entahlah kita lihat saja nanti,"ucap mas Ryan penuh kebimbangan.


Di luar Dafa sedang bermain,aku membereskan laundry, sedang suamiku mas Ryan masuk ke kamar dengan kegundahan hatinya.


Biarlah hubungan yang toxic ini ku jalani,ini semua untuk kebahagiaan Dafa.


Hari berganti hari tak terasa Dafa sudah berumur lima tahun dan sudah waktunya masuk TK.


"Mas besok kamu antar Dafa daftar masuk sekolah, ya,"ucapku.


"Kamu saja aku malas ketemu gurunya mendingan kamu yang sama perempuan jadi mudah untuk mengobrol nya,"ucap mas Ryan.

__ADS_1


Sekarang hutangku di Bu Ratna sudah lunas dan aku tidak lagi bekerja di sana karena repot membagi waktu antara kerja di luar dan laundry kiloan di rumah.


Di samping ada rumah kost -kost an jadi lumayan pada nyucinya baju ke tempat aku . Bersambung


__ADS_2