Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Sepatu Dafa Dari Es Kelapa Muda


__ADS_3

Aku menyiapkan Dafa untuk mendaftar masuk ke sekolah TK,di sana sudah ada guru berdiri di dekat ayunan sedang bermain dengan salah satu murid TK.Lalu aku mendekati Bu guru, dengan memperkenalkan diri sebagai wali murid dari Dafa,juga menyerahkan berkas yang di perlukan untuk syarat masuk TK.


"Oke Bu berkasnya saya terima,dan uang gedung sejumlah dua juta Lima ratus rupiah harap di bayar di depan, kalau tidak sanggup bisa minta surat pengantar dari kelurahan, nanti akan mendapatkan potongan harga separo dan bisa di cicil." Bu guru menyodorkan sebuah formulir.


"Untuk uang pendaftaran berapa Bu?"ucapku.


"Uang pendaftaran sebesar seratus ribu, Bu dan harus di bayar sekarang," kata Bu guru


"Baik Bu, saya bayar uang pendaftaran dulu ya,Bu,"kataku


Bu guru menerima uang pendaftaran maklum aku walaupun usaha laundry, cuma retail kecil cuma bisa untuk kebutuhan sehari-hari.


Alhamdulillah hutangku sudah lunas semua, kalau belum tentu aku tambah pusing memikirkannya.


Dan semenjak Bi Jami meniggal aku juga tidak jualan gorengan Sedari awal memang aku tidak mengharapkan pernikahan ini ,aku berjuang sendiri.Kalau bukan karena anakku,aku sudah keluar dari neraka ini


Entahlah apakah hidupku harus begini terus, tidak ada kemajuannya.Kadang aku berpikir, bagaimana bila anaku nanti SMA?. Kenapa ya, beban hidupku terasa berat apa aku sanggup memikul sendiri.


Mas Ryan tidak mau tahu tentang keluh kesahku , tentang perjuangan hidupku .Apa karena lelaki ya!.


Aku setiap hari bangun tidur berpikir hari ini masak apa, hari ini punya uang atau tidak, hari ini bisa beli beras tidak.


Sepertinya komputer keluarga memang ada di istri, makanya sekarang banyak istri yang stroke itu gara - gara pikirannya konslet mikir kebutuhan tiap hari.


Kalau lelaki itu tidak mau tahu,ada uang apa ndak yang penting di meja ada makanan, entah itu makanan dari mana.


Sampai juga aku di rumah,capai juga jalan kaki dari sekolahnya Dafa ke rumah lumayan jauh kira kira ada dua ratus meter.


"Mas aku tadi sudah bilang sama gurunya, uang gedung bisa di angsur tiga kali,jumlahnya dua juta Lima ratus ribu," mas,"ucapku pada mas Ryan.


"Ya di bayar to,"jawab mas Ryan.


"Berarti besok aku kesana lagi ya mas , sama mas Ryan siapkan uang nya,ya, "jawabku.


"Uang nggak, nggak aku nggak punya uang,"kata mas Ryan.

__ADS_1


"Lho, uang laundry kiloan kan mas Ryan yang pegang,Mas, bayar beberapa dulu nggak apa-apa kok,mas,"jawabku.


"Aku benar-benar saat ini nggak ada uang,"jawab suamiku.


"Terus uangnya ke mana mas, belanja saja kamu ngasihnya cuma lima puluh ribu buat dua hari, itu sudah aku irit- irit, mas,"kataku


"yang , uangnya habis buat judi, kemarin pikiran aku kusut terus aku iseng - iseng judi lagi , jadi ketagihan lagi."Mas Ryan menyatukan telapak tangannya memohon maaf padaku.


Sudah berapa kali aku memaafkan kamu mas!.


"Haaaa ....judi!" kepalaku tiba tiba-tiba pusing dan berputar - putar.Aku langsung ambil kursi dan ku senderkan kepalaku di sana .


Ya Allah aku rasanya sudah tidak kuat menahan beban hidup yang begitu menyesakkan.Kenapa aku bagaikan ranting pohon yang lapuk , yang mudah di patahkan.


Kenapa kebahagiaan sangat jauh dariku.Aku rasanya ingin menangis,tapi tidak di depan mas Ryan.


Aku bangkit menuju meja setrika, sambil menggelar baju yang mau aku setrika ku teteskan air mata, setidaknya ini yang bisa mengurangi rasa frustasi dan kegundahan ku.


Aku sambil termenung apa yang harus dilakukan supaya punya uang sendiri.Ku cabut setrika,aku bergegas ke depot es kelapa muda.Aku beli kelapa muda satu dan lalu ku bawa pulang.


satu bungkus aku jual lima ribu,dan semuanya jadi dua puluh bungkus.


Aku kemudian ambil termos es dan ku bawa keliling.


"Es kelapa muda,murah, enak ,segar". Begitulah aku teriak teriak menawarkan minuman yang aku buat tadi.Ini semua semata - mata demi Dafa anakku, apapun akan aku lakukan agar anaku bahagia . Satu bulan aku jualan es kelapa muda dan Alhamdulillah aku bisa biayai Dafa masuk TK.


"Dafa besok kamu sudah masuk TK , tetapi Ibu sambil jualan es nggak apa-apa,ya," kataku pada Dafa


"Enggak kok,Bu malah Dafa senang sambil Ibu bisa nungguin aku dan dapat duit dECH!" Dafa loncat - loncat kegirangan .Hatiku seperti tersiram air es melihat perilaku Dafa .


Dafa kau pelipur lara.


Aku ke pasar untuk membeli sepatu dan tas buat Dafa, hari Senin Dafa sudah masuk sekolah.


"mbak ini harganya berapa yang ukuran untuk anak saya?"tanyaku pada penjual sepatu.

__ADS_1


"Tujuh puluh ribu mb,"jawab penjual .


"nggak bisa kurang,mb,"tawarku kepada penjual.


"Nggak bisa ,MB,itu sudah aku pas kan harganya, sudah murah mb ini, kualitas juga bagus tidak kalah dengan yang di jual di toko,"jawab penjual.


"Kurangi sepuluh ribu ya mas soalnya nanti buat ongkos pulang, boleh ya mas tak doakan lares dagangannya,mas,"tawarku .


"boleh ya ,mas," rayuku pada penjual.


"Ya sudah ini untuk mbak saja boleh, tetapi kalau orang lain tanya jangan bilang kalau harganya enam puluh ribu, ya!" . Penjual berkata sambil memasukkan sepatunya ke dalam kantong plastik hitam.


"Ini, Bu sepatunya mudah mudahan awet dan nyaman di pakai ya dik ," ucap penjual sepatu.


Aku terima sepatunya lalu ku gandeng Dafa dan masuk ke dalam pasar.Di dalam pasar begitu banyak tas yang di jual dan aneka perlengkapan sekolah lainnya.


"Dafa mau tas yang mana , Nak pilih saja nanti Ibu yang bayar, sayang,"ucapku .


"Dafa terserah Ibu saja yang penting uangnya cukup buat beli tas, misalnya nggak cukup nggak apa-apa kok Bu ,aku nggak beli tas dulu, untuk sementara bukunya bisa di masukkan kantong plastik,"jawab Dafa.


Aku menoleh ke arah Dafa ku elus elus rambutnya dan aku tersenyum gemes sama anakku.Anakku saja tahu kondisiku, kenapa mas Ryan tidak ya?.


Setelah semuanya terbeli , aku menuju


angkutan umum.Lalu aku duduk di pojok kanan sambil aku buka kaca jendelanya supaya nggak kepanasan,dan udara segar masuk .


Mataku nanar melihat pemandangan sekitar lewat lubang jendela angkutan ,dan kadang tersenyum sendiri bayangkan Dafa pakai sepatu dari es kelapa muda.


Tasnya juga tas dari jualan es kelapa muda,ku lirik Anakku di sampingku tersenyum bahagia sambil memandangi tas yang bergambar pesawat.Karena dia bercita-cita menjadi Pilot.


Doa Ibu selalu menyertai kamu Nak.


Sampai di rumah Dafa berlari menuju ke mas Ryan,dan memamerkan sepatunya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2