Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Pengabdian Seorang Istri


__ADS_3

Paginya seperti biasa aku menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.Suamiku masih tidur pulas . walaupun badanku sakit hatiku hancur aku tetap bertahan.


Karena bagiku ini adalah suatu pengabdian di dunia dan setiap orang akan menuai hasilnya nanti.


Padahal banyak orang mengasih saran kepadaku untuk meminta cerai dari suamiku.


Tetapi aku sangat takut dengan karma.


Yaitu siap yang menanam pasti menuai.


Itulah yang aku takutkan.walau aku terlahir di jaman modern tetapi aku masih percaya karma pasti ada.Dan alasan aku tidak berani mengajukan cerai


Nanti aku jadi janda ,apa masih ada yang mau.Ya begitulah aku .Mungkin juga aku orangnya cupu atau kurang pergaulan.Tetapi prinsipku menikah hanya sekali dalam hidup dan menikah bukanlah permainan.


Setiap pagi aku memasak pagi dan sore.Dan uang belanja aku dapat dari hasi sumbangan waktu nikah.Sekarang uang itu mulai menipis.aku mencoba minta suamiku


"Mas ,Uang buat belanja sudah habis," kataku .


"Memang apa urusannya sama aku," kata suamiku.


"Ya, jelas ada to Mas ,kamu kan suamiku.Aku minta jatah uang belanja,"kataku lagi


"Aku dapat uang dari mana gak ada.Kamu kalau mau uang kerja," jawab suamiku


" Buat apa aku nikah sama kamu kalau kamu nggak kasih uang ke aku,"jawabku


"Plak plak plak,"lagi lagi tamparan keras mendarat di pipiku.


"Dasar kurang ajar kamu sudah berani sama aku,"kata suamiku

__ADS_1


"Memang kamu siapa gadis kampung ,sudah untung kamu aku nikahi, kalau nggak bisa - bisa jadi perawan tua kamu," jawab suamiku


Aku menangis tersedu menyayat hatiku.


Apa aku orang miskin hanya untuk di sakiti di injak - injak.Dan di hina di rendahkan seperti sampah .


Terus aku pergi ke pasar untuk menjual gelangku buat makan.Aku pulang setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan gelang tadi.


Sampai di rumah suamiku sudah dua tangan di pinggang di depan pintu."Dari mana kamu,"kata suamiku.


"Dari jual gelang buat kebutuhan sehari-hari,"jawabku.


"Mana bagian ku dari hasil jual gelang tadi," tanya suamiku.


"Nggak bisa Mas, ini buat kebutuhan kita sehari - hari,"jawabku.


"Dasar cerewet kami tambah hari bikin ulah kamu memang siapa kamu sudah berani sama aku .Kamu aku ambil dari tong sampah , menjijikkan,"kata suamiku


Hanya air mata mengungkapkan rasa kepedihan hatiku.


"Halah pakai acara nangis segala.Kalau mau menangis sana di pangkuan Ibumu muak aku melihatnya,"kata suamiku.


"Sudahlah cepat sini serahkan uangnya padaku aku sudah di tunggu temanku untuk berjudi.Kali ini aku pasti menang banyak,"kata suamiku sambil merebut dompetku


"Srettt," dompetku di rebut nya.


"Jangan Mas ,"kataku


"Sudah kamu lima puluh ribu saja kamu cukup cukupkan untuk satu minggu.Kalau habis kamu ngemis sana pasti banyak yang kasih karena kamu gembel,"kata suamiku.

__ADS_1


Aku lagi lagi nggak bisa apa -Apa .


Aku hanya diam dan bertahan.


Suamiku berlalu pergi ke teman - temanya untuk berjudi.


Lalu aku membelanjakan sedikit uangku untuk memasak sarapan pagi.


"Kamu kok masak sedikit Marsha, bukankah peternakan sapi sudah aku serahkan ke Ryan.apa kamu tidak di kasih uang belanja,"tanya mertuaku.


" Di kasih ibu cuma mau belajar menghemat," kataku . Untuk menutupi tingkah laku suamiku.


"Oh iya Marsha ,Ryan itu kebiasaan buruk sering judi dan mabuk - mabukan,coba kamu sesekali kamu tegur ya.Soalnya cinta bisa mengubah watak seseorang,"kata mertuaku


"Iya Bu tapi saya nggak janji soalnya Mas Ryan orangnya keras Bu,"jawabku


"Ya memang begitu tetapi sebetulnya dia orangnya baik kok," kata ibuku mertuaku


Sedangkan suamiku tiap hari kerjaannya berjudi .Dan sapinya tiap hari di jual untuk berjudi.


Tetapi ibunya tidak tahu tingkah laku anaknya.


Setelah dua Minggu uangku dari hasil gelang sudah habis.


"Mas uangku sudah habis minta uangnya buat belanja,"kataku


"Banyak bicara kamu mau uang kerja sana ,"kataku.


Lalu aku keliling cari pekerjaan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2