Pernikahan Yang Tak Di Harapkan

Pernikahan Yang Tak Di Harapkan
Marsha Membuka Usaha Laundry


__ADS_3

"Perkenalkan nama saya Marshanda saya istrinya pak Ryan,"awabku.


" Maaf Bu kami dari BANK RXX anda di wajibkan membayar sampai tanggal 10 Kalau bulan ini tidak membayar sampai jatuh tempo , terpaksa rumah anda saya sita Bu ," jawab dep colector.


"Ya pak saya akan tepat waktu membayar dan akan saya usahakan , terimakasih informasinya,"kataku tenang meskipun dadaku rasanya sesak dan seperti gunung mau meletus.


"Oke terima kasih atas kerjasamanya kalau begitu saya pamit dan saya tunggu janji ibu,"kata petugas BANK.


"Ya pak jangan Kawatir saya pasti bayar,"jawabku.


Dan petugas BANK berlalu pergi dengan senyuman sinis.


Badanku terasa lemas lunglai ku jatuhkan di kursi teras.Air mata mengalir deras.


Kenapa Ryan sekejam ini menyiksaku ,Belum usai hutangnya rumah sakit datang lagi hutang yang baru.


Aku masuk kamar untuk menyusui anakku lalu memandikannya.setelah anakku tertidur aku juga mandi terus sholat ashar.


Aku tumpahkan semua keluh kesah ku pada Allah.Hanya dia tempatku mengadu. Aku berdoa dengan khusyuk.


Sampai aku tertidur karena kecapaian


"Oek oek oek ,"aku terbangun dengarkan suara anaku menangis.


Lalu ku gendong dan ku elus elus punggungnya . ternyata anakku ngompol.


Aku beranjak ke keranjang popok, untuk menggantikan popok anakku yang basah.


Setelah ku ganti dan kuberi asi bayiku tertidur lagi .


Besok selapan anakku aku berencana membuat selamatan nasi dus kubagi - bagikan tetangga sebelah.


"Halo Bu Ratna maaf hari ini aku libur dulu ya ,karena mau masak sedikit buat selamatan anakku ,"kataku di telpon dengan Bu Ratna.


"Ya Marsha tidak apa - apa,"kata Bu Ratna.


Aku selamatan dapat uang dari mas Puji .


Dan aku punya uang sedikit dari jualan gorengan.


Karena setiap hari aku makannya mengirit supaya punya uang sisa untuk di tabung.

__ADS_1


Setiap hari makankku cuma nasi sama kerupuk supaya uang ku bisa sisa di tabung


Paginya aku mulai memasak untuk selapan anakku .


Ya walaupun aku irit tetapi ini demi anak apapun akan aku lakukan.


Setelah semuanya selesai aku bagikan ke tetangga.


Dan aku cuma buat sepuluh nasi dus kalau banyak - banyak soalnya uangnya tidak cukup.


Yang penting hajat anakku terlaksana.


Aku masih teringat dep colector kemarin sore otakku jadi berpikir bagaimana cari tambahan uang untuk membayar setoran BANK tiap bulannya ya sambil melipat baju hasil cucian tadi siang.


Aku jadi punya ide bagaimana kalau aku nyuci bajunya tetangga terus dapat uang ,nah masuk akal juga kalau aku buka laundry.Begitu pikirku.


Tersenyum merekah dengan sinarnya yang berkilauan.


Ku Songsong pagi nan cerah dengan semangat membara demi anakku .


"Assalamualaikum Bu Ratna,"kataku.


"Sarapan dulu Marsha nih ibu sudah masak sayur bening,"kata Bu Ratna.


"Terima kasih Bu Ratna tadi mau ke sini saya sudah sarapan Bu," jawabku.


Lalu aku menidurkan anaku di kamar belakang yang dulunya bekas Kamar pembantu.


Aku mulai bekerja menyapu terus di lanjutkan mengepel lantai dan menyetrika.


"Marsha itu di dus pojok ada baju baju bekas ibu, sama dalaman kalau kamu mau nanti bawa pulang ya ,"kata Bu Ratna.


"Mau Bu Terimakasih Bu pemberiannya kebetulan bh saya sudah molor semuanya ,kataku.


"Iya sama - sama Marsha",kata Bu Ratna.


Beginilah Nasib orang miskin mau beli baju saja nggak bisa mau beli bh saja nggak bisa.


Semua di dapat dari belas kasihan orang lain.


Rasanya sesak di dada.

__ADS_1


Setelah aku selesai ngepel lantai tiba - tiba anaku nangis minta asi .


"Marsha anakmu nangis di tinggal dulu pekerjaannya,"kata Bu Ratna.


"Oh ya Marsha siapa nama anakmu?"tanya Bu Ratna


"Dafa Pramudita Bu,",jawabku


"Nama yang bagus itu Marsha",kata


"Terima kasih Bu,"kataku


"Benar kok Marsha ibu nggak bohong ",kata Bu Ratna


"Marsha ini ada susu bayi nanti di bawa pulang ya ",kata Bu Ratna lagi


"Ya Bu saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah banyak membantu saya ", jawabku..


"Sama sama Marsha",kata Bu Ratna.


Lalu aku lanjutkan semua pekerjaan Sampai selesai.Aku berpamitan


Aku ganti jualan gorengan Bi Jami


"Jajan jajan Bu gorengan hangat gorengan hangat", teriakku menawarkan dagangannya.


"Marsha saya beli gorengannya",kata Bu Halimah


"maaf Bu saya juga laundry bila ibu berkenan bisa saya sekalian laundrynya,"kataku


"Masyaallah nak Marsha sekarang laundry juga ,boleh- boleh ibu senang hati malah bisa meringankan beban ibu.


Sebentar saya ambil cuciannya ya", jawab Bu Halimah dengan semangat.


"Alhamdulillah ya Allah engkau membalas doaku", gumamku.


"Terima kasih Bu Halimah,",kataku .


"Sama- sama Marsha ibu malah senang kok ,oh ya ini uang gorengannya sepuluh ribu kan",kata Bu Halimah.


"Ya Bu betul ,sekali lagi terima kasih ya Bu",jawabku . Bersambung

__ADS_1


__ADS_2