
Aku berhasil mendapatkan uang untuk membayar biaya rumah sakit .Aku langsung menuju ke administrasi untuk melunasi biaya rumah sakit.
"Suster aku mau membayar biaya rumah sakit. atas nama Bu Sambodo,"kataku .
"Baik Bu sebentar aku buatkan kwitansi pembayarannya,"lalu dengan sigap
perawat tadi mencetak bukti pembayaran.
Aku masuk ke ruangan ibuku menginap di situ sudah ada kakak iparku berkumpul.
"Dari mana saja?" tanya kakak iparku yang pertama bernama Edel sedang kakaku ipar ke dua lala.
"Habis dari ruang administrasi untuk melunasi biaya rumah sakit kak,"jawabku sambil menggeser kursi untuk duduk.
"Memang habis berapa Marsha?" tanya kakakku Lala dan Edel bersamaan.
kakaku melangkah maju ke ranjang mertuaku sambil menaikan selimut dan memijit mijit telapak kaki mertuaku.
"Habisnya dua puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu kak ,"jawabku.
"kamu dapat uang sebanyak itu dari mana Marsha?"tanya kakakku Edel.
"Aku hutang rentenir kak , terpaksa gak ada pilihan lain,"jawabku.
karena kakak iparku saja aku pinjami atau patungan bayar biaya rumah sakitnya.Dia beribu alasan menolak dengan alasan sudah buat bayar tagihan -tagihan bulanan.
"Bukankah itu sangat beresiko Marsha,"jawab kakaku Lala.
"Iya kak tetapi mau bagaimana lagi,siapa lagi yang akan mempercayaiku hanya penjual gorengan,"jawabku dengan lesu.
"Terserah kamu kalau ada apa- apa Kakak gak mau tahu.Oh ya nanti untuk biaya kontrol biar kak Edel dan kak Lala yang membayar biayanya,"tegas kakakku berdua.
Dengan mengambil pakaian kotor mau di bawa pulang."Ryan kemana kok tidak ada di sini," tanya kakakku.
"Mungkin lagi ngurusi usahanya kak," jawabku.
Padahal sebenarnya dia gak pernah datang cuma mengantarkan ke rumah sakit habis itu gak pernah nengok Ibunya.
Ryan lebih mementingkan teman- temannya.Semenjak ibu sakit aku tidak pernah pulang aku jaga ibu siang malam tidak ada yang menggantikan.untuk makanan aku di kirim kakak iparku, dan juga baju ganti buat aku.
Di rumah Ryan sibuk pesta miras dan judi teman- temannya datang berkumpul di rumahnya.
"Ayo kita tanding siapa yang menang .dan kalian bebas apa saja Mumpung ibuku gak ada.kalian boleh mengajak pacar kalian menginap di sini,"kata Ryan kepada teman-temanya.
__ADS_1
" Pokoknya untuk beberapa hari ini kita bebas berpesta di rumahku,"jawab Ryan
"Oke bro mari kita rayakan tos,"kata teman lainnya saling mengadu gelasnya.
Sementara itu di Rumah Sakit suasana sudah sore kemudian kakakku berdua pamit untuk pulang.
"Marsha kakak pulang dulu ya besok minta di bawakan apa, bilang saja,"kata kedua kakakku.
"Enggak kok kak aku nggak mau apa -apa yang terpenting adalah ibu cepat sembuh," jawabku.
"Ya sudah kakak pulang dulu sampai besok ya," imbuh kakakku.
"Ya kak,"Jawabku
Lalu mereka pergi dan aku menuju kamar mandi untuk mandi dan sholat ashar.Setelah sholat ashar aku kedatangan bi Jami yang gorengannya bantu aku jualkan.
"Assalamualaikum,"sapa Bu Jami
"Waalaikum salam wr wb eeh Bu Jami silahkan masuk,"jawabku.
"Bagaimana kondisi ibumu nak?"tanya Bu Jami.
"Ya begini Bu belum ada kemajuan maklum baru masuk kemarin,"kataku menegaskan
"Iya Bu awalnya waktu ibu meminta uang dari Ryan. Tetapi ternyata usahanya sapi bangkrut semua ludes di jual Ryan.Dan ibu jadi syok sehingga stroke seperti ini Bu,"ceritaku kepada Bu Jami.
"Astaghfirullah kenapa Ryan semakin menjadi ulahnya,"kata Bu Jami.
Bu Jami menghela nafas panjang dan mengelus punggungku.
"kuatkan hatimu nak apalagi kamu sekarang lagi hamil .Jadi jangan banyak pikiran ya , misalnya ada apa - apa bisa hubungi ibu . mungkin ibu bisa bantu sesuai kemampuan ibu,"support Bu Jami kepadaku.
"Terima kasih atas dukungannya ya Bu,"jawabku.
"Ya nak Marsha jangan sungkan-sungkan bilang saja pada ibu ya ,"jawab Bu Jami
"Ya Bu,"jawabku singkat dan senang ada yang menyemangati diriku.
"Maaf ibu mohon keluar dulu karena ibunya mau di periksa.Harap tunggu di luar dulu ya!"kata perawatannya masuk sambil menenteng peralatan medis.
Lalu kami berdua keluar menunggu di teras depan sambil melanjutkan percakapan.tak terasa waktu sudah mau magrib ibu Jami berpamitan pulang.Aku pun di tinggalkan sendirian di ujung lorong rumah sakit.
Hanya suara kerata dorong rumah sakit terdengar dan suara orang berjalan."Kletek kletek ,tok tok tok,"memecah kesunyian.
__ADS_1
Setelah beberapa minggu akhirnya ibuku di perbolehkan pulang . Tetapi dengan kondisi mulut bergerak sebelah dan semua tubuhnya mati separo nggak bisa di gerakan.
Dia sudah sadar dan hanya tetesan air mata mewakili ucapannya.
"Sudah ibu jangan menangis siang ini kita boleh pulang.Dan aku akan merawat ibu sepenuhnya seperti ibu kandungku sendiri.Ibu jangan bersedih lagi ya ada Marsha di samping ibu,"jawabku menghibur ibuku
"Ibu Marsha harap ke ruangan administrasi Sebentar ada beberapa berkas yang perlu di tanda tangani ibu,"kata perawat yang merawat Ibuku.
"Baik suster saya segera ke sana,"jawabku dengan sopan.
Lalu aku bergegas ke ruangan administrasi dan menyelesaikan semua.
Setelah itu dokter masuk memeriksa ibuku. "Ibu sekarang sudah agak membaik dan saya mengijinkan ibu pulang tetapi harus di ingat jangan lupa minum obat secara teratur...juga tanggal lima waktunya cek up.
Oke Ibu semoga cepat sembuh ya,"kata dokter mengijinkan Ibu pulang.
Aku segera menelpon kakak iparku dan minta di jemput."Kak Edel ibu hari ini sudah boleh pulang mohon di jemput ya ,"suaraku di telpon.
"Iya Marsha Kakak segera ke sana,"jawab kakakku singkat.
Lalu aku beres -beres barang yang mau tak bawa pulang.Aku melipat tikar yang selama ini buat tidur saat mendampingi ibu .Juga memasukkan baju kotor yang telah aku pakai ke dalam tas.Tidak menunggu lama kakaku Edel dan Lala datang."Marsha ayo aku bantu bawakan barang masuk ke mobil,"suara kak Lala .
"Aku dorong Ibu saja ya pakai kereta dorong,"jawab kak Edel.
Lalu semuanya selesai kami langsung melaju pulang.Sampai di rumah ibu di bawa masuk ke kamar dan di naikan ke ranjang oleh kami berdua.Saat masuk aku dan kakakku kaget. Karena botol minuman berserakan ada di mana -mana .
Kulit kacang berserakan.Bungkus rokok dan putung rokok berceceran.
"Marsha panggil Ryan suruh pulang.Katakan ibunya sudah pulang,dasar anak durhaka,"bentak kakakku kesal.
"Mas, kamu di mana ini ibu sudah pulang.Kamu pulang sekarang ya ,"jawabku
"Ya bentar lagi nanggung nich," jawab telpon Ryan dari kejauhan.
Lalu aku mengambil sapu untuk membersihkan sampah yang di tinggalkan Ryan berserakan di lantai.Belum selesai membersihkan tiba tiba Bu Galuh datang.
"Marsha mana janjimu katanya kamu mau bayar tagihan hari ini.Sekarang sudah jatuh tempo!"kata Bu Galuh berteriak dengan kerasnya sampai ibuku dengar.
"Bu kasih aku waktu karena sejak kemarin aku nggak kerja ini saja baru pulang dari rumah sakit ,"kataku pelan.
" Braakkht," suara ember di banting.
Bersambung
__ADS_1