Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
Nothing Special


__ADS_3

Hari Minggu yang cerah untuk Afa yang berstatus jomblo. Ntah apa yang akan dia lakukan. Biasanya ketika dulu masih bersama Artha, dia akan menghabiskan setengah dari hari Minggunya untuk menelepon Artha. Mereka memang sudah terbiasa untuk menelepon lebih dari 5 jam saat akhir pekan. Jika untuk hari biasa, biasnya paling lama hanya menelepon 2 jam sehari.


Afa terbaring dikasurnya dan terus melihat-lihat gallery miliknya. Ada ribuan foto bersama mantan tunangannya yang belum sempat dia hapus. Hatinya masih belum rapi. Karena terkadang dia selalu mengingat Artha kembali. Namun untuk kembali, dia tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak membuka hatinya lagi.


Hatinya masih terluka. Seminggu bukanlah waktu yang lama untuk melupakan seseorang yang sudah hamper 8 tahun bersamanya. Pagi, siang bahkan malam selalu ada cerita yang mereka lewati bersama walaupun jarak tidak selalu dekat.


“Bodoh! Kenapa sih kamu selingkuh? Andai kamu nggak selingkuh mungkin sekarang aku nggak akan jadi kaum rebahan kayak gini. Minimal mungkin aku sekarang lagi guling-guling di kasur karena bahagia teleponan sama kamu.” Teriaknya dalam hati yang tetap melihat gallery.


Terkadang rasa benci justru menyeruak agar Afa membalaskan dendam dan membuat Artha menjadi menderita. Tapi pada dasarnya dia selalu ingat bahwa dia hanya kecewa. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari rasa kecewa. Semua itu akan membaik seiring berjalannya waktu dan orang baru.


“Hai Fa. Lagi ngapain nih?” pesan itu muncul di telepon genggam Afa dari nomer tidak dikenal.


“Ini siapa?” Balas Afa tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya.


”Faris Fa. Tadi minta kontak.” Balasnya.


“Oh, iya Faris. Nggak ngapa-ngapain ko. Kenapa?” balas Afa.


“nggak apa-apa Fa. Akhir pekan kirain bakalan sibuk juga.”


“Nggak ko Ris. Di rumah aja nggak ada kegiatan apa-apa.”


“Nonton yuk kalau gitu. Aku lihat di sosial media kayaknya kamu suka nonton.”


“Boleh, kapan?”


“Sekarang. Nanti aku jemput kamu ya.”


“Jam berapa? Dimana? Nanti aku kesana aja, kita janjian di TKP.”


“TKP Fa. Udah kayak pembunuhan aja, hehe. Di Mall B jam 2 siang ya. Bener nih nggak mau aku jemput?”


“Iya benar. Ya udah sampai ketemu nanti ya.” Balasan terakhir Afa.


Afa sedikit heran kenapa Faris yang memang tidak dekat dengandia tiba-tiba SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Tapi daripada jadi kaum rebahan sepanjang hari di kamar, nggak ada salahnya juga kalau dia menerima ajakan Faris.


“Fa, hangout yuk.” Pesan dari Shane muncul di pemberitahuan telepon genggam Afa.

__ADS_1


“Kapan?” jawab Afa singkat


“Hari ini. Jam 1an gimana?” balas Shane


“Aku nggak bisa Kak, soalnya aku ada janji. Kalau jam 5 sore baru aku kosong deh kayaknya.” Balas Afa.


“Ya udah kalau gitu jam 5 sore nanti aku jemput ya.”


“Oke Kak.” Balas Afa yang kemudian dia segera mandi dan bersiap-siap untuk bertemu Faris.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 1 siang. Itu artinya Afa harus cepat-cepat pergi sekarang. Seperti biasa, dia memesan ojeg untuk mengantarkannya ke tujuan.


“Neng Afa ya?” tanya pengemudi ojeg itu.


“Iya Pak.” Jawab Afa sambil memastikan plat nomor motornya.


“Ini neng helmnya.” Kata pengemudi sambil memberikan helmnya.


“Terima kasih pak.” Kata Afa sambil memakai helm yang sudah diberikan.


Sekitar setengah jam kemudian Afa sampai di tempat tujuan. Terlihat Faris yang sudah menunggu di pintu depan Mall. Afa pun turun dari motor dan memberikan helmnya kepada pengemudi ojeg sambil mengucapkan Terima Kasih.


“Nggak ko, aku juga baru aja datang. Lagi pula kita janjian masih setengah jam lagi.” Jawab Faris dengan tenang.


“Jadi ini gimana? Mau langsung ke atas atau mau kemana dulu?” tanya Afa yang masih mencoba mengatur nafas.


“Langsung aja yuk. Aku udah pesan tiketnya sih, tinggal print aja. Semoga kamu suka ya.” Jawab Faris.


“Horror kan? Suka-suka, apa aja aku suka kalau yang seram.” Kata Afa.


Mereka pun akhirnya langsung masuk kedalam Mall. Terlihat banyak sekali pengunjung disana. Banyak juga yang datang untuk berburu makanan karena di Mall tersebut seang ada event kuliner.


Akhirnya Afa dan Faris sampai di lantai paling atas. Faris langsung scan kode di telepon genggamnya untuk mencetak tiket nonton yang sudah dia pesan.


Tidak lama kemudian sudah giliran mereka untuk masuk kedalam theater. Mereka mulai menonton film horror yang Faris pesan.


Perlahan Faris menunjukan rasa takutnya terutama pada bagian jump scare. Sedangkan Afa yang sudah terbiasa dengan film genre reperti itu terlihat biasa saja. Dia malah asik menikmati alur ceritanya tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


Sekitar 2 jam berlalu, akhirnya film itu selesai. Mereka pun keluar dari ruangan itu dan langsung turun ke lantai bawah.


“Fa, abis ini makan yuk.” Ajak Faris,


“Aku ada janji lagi sama teman abis ini. Lain waktu aja ya. Gimana?” Tanya Afa.


“Oke kalau gitu.” Jawab Faris sedikit kecewa.


“Terima kasih ya hari ini. Nanti ganti tiket yang aku, aku kirim ke dompet virtual kamu ya.” Kata Afa.


“Nggak usah Fa, orang aku yang ngajak ko.” Jawab Faris menolak Afa dengan lembut.


“Kalau gitu lain kali aku yang traktir ya.” Kata Afa.


“Oke kalau gitu. Ya udah, kamu mau kemana nih sekarang? Biar aku antar.” Ujar Faris yang menawarkan tumpangan ke Afa.


“Nggak usah, nanti aku bisa pakai ojeg.” Jawab Afa menolak ajakan Faris.


“Ya udah kalau gitu aku duluan ya Fa. Hati-hati di jalan ya.” Kata Faris yang setelah itu meninggalkan Afa di depan pintu masuk Mall.


“Fa. Kakak jemput sekarang?” pesan dari Shane muncul dipemberitahuan telepon genggam Afa.


“Kita mau kemana kak? Aku lagi di Mall B.” balas Afa.


“Ya udah kamu tunggu disana ya. Aku jemput sekarang.” Balas Shane.


“Iya kak kalau gitu hati-hati ya.” Balas Afa.


Setelah itu Shane tidak membalas pesan Afa. Mungkin Shane sudah dalam perjalanan. Afa menunggu di salah satu tempat makan di dalam Mall tersebut. Dia sempat melihat kuliner yang ada dipelataran Mall, hanya saja dia tidak begitu tertarik untuk membelinya.


15 menit kemudian Shane kembali mengirim pesan kepada Afa.


“Fa. Aku udah di depan Mall nih. Kamu dimana?”


“Oke, aku kesana sekarang kak. Tunggu disana ya, jangan kemana-mana” Balas Afa dan langsung bergegas ke depan Mall.


“Kak, aku udah di depan nih, tapi aku nggak lihat mobil kakak. Kakak parkir dimana?” tanya Afa yang mengirimkan kembali pesan kepada Shane.

__ADS_1


“Fa!” ada suara teriakan yang tidak asing bagi Afa.


__ADS_2