Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
Menunggu


__ADS_3

“Aku nggak minta tolong ke Bang Sam ko. Aku juga nggak menghubungi Bang Sam sama sekali. Tadi aku kesana mau aku kasih langsung ke HRDnya. Tapi tadi ketemu Bang Eric, jadi berkasnya aku titip di Bang Eric. Katanya nanti dia kasihin ke HRDnya langsung. Terus barusan aku dapat telepon diterima. Mungkin emang bengkel Bang Sam lagi butuh karyawan magang kali kak makanya sama HRDnya langsung ditelepon Afanya.” Jawab Afa polos.


“Afa!” Bentak Shane.


“Ya udah kalau gitu ayo kita makan siang! Kakak tunggu kamu sekarang di Café Deh.” ajak Shane sedikit berteriak karena kesal dan langsung menutup teleponnya.


“Kenapa ini orang marah-marah mulu? Kayak lagi menstruasi aja.” Gumam Afa sambil melihat layar teleponnya.


Setelah itu Afa langsung bergegas mengganti pakaiannya dan memesan ojeg online untuk menuju Café yang diberitahu oleh Shane.


Satu jam kemudian Afa sudah sampai di café tujuan. Afa masuk kedalam café tersebut. Dia melihat ke seluruh isi café untuk mencari Shane. Ternyata Shane sudah memperhatikan Afa sejak tadi. Tapi Shane hanya diam dan menyilangkan tangannya di dadanya.


“Mampus gue. Kayaknya Kak Shane moodnya lagi nggak bagus deh.” Gumam Afa dalam hati.


Afa menghampiri Shane yang sejak tadi memperhatikannya.


“Hai kak. Maaf ya lama nunggunya.” Kata Afa sambil tersenyum.


“Emang lama. Kenapa sih pakai lama segala?” tanya Shane ketus.


“Soalnya aku manusia kak. Kalau aku setan, aku langsung teleportasi kesini.” Jawab Afa sambil duduk di tempat duduk dan berhadapan dengan Shane.


Shane hanya diam tidak menunjukan ekspresi apapun.


“Kak? Kakak mau makan siang atau mau makan aku?” tanya Afa yang memperhatikan Shane menatapnya secara terus menerus.


“Makan kamu.” Jawab Shane dingin.


“Jangan dong kak. Nanti kalau aku nggak ada lagi kakak kangen aku gimana?” tanya Afa membujuk Shane yang masih terlihat marah.


“Biarin! Kamu juga nggak menghargai kakak.” Jawab Shane yang masih ketus.


“Nggak menghargai gimana sih ka?” tanya Afa yang masih sangat bingung.


“Kamu kenapa nggak menghubungi kakak kalau kamu mau magang? Apa susahnya kamu bilang mau magang sebutkan mulai hari apa kan nggak perlu surat-surat segala. Malah pakai acara magangnya jadinya di bengkelnya Sam lagi.” Omel Shane.

__ADS_1


“Kakak marah gara-gara magang doang?” tanya Afa yang menahan tawa.


“Nggak! Siapa yang marah?” Shane mengelak.


Afa masih kebingungan bagaimana cara membujuk Shane agar tidak marah. Dia terdiam cukup lama dan tidak mengatakan sepatah kata pun.


“Heran, padahal kalau mau kesal harusnya aku ya? Kan aku nggak diterima. Tapi ko malah dia yang marah sih?” pikirnya dalam hati.


“Kenapa diam?” tanya Shane yang membuka pembicaraan.


“Kak. Ini udah bukan jam makan siang loh. Kakak nggak ada rencana ke kantor?” tanya Afa bingung mencari topik.


“Terserah aku dong mau balik ke kantor atau nggak. Aku kan bosnya.” Jawab Shane sinis.


“Tau deh orang kaya. Aku mah apa atuh, mau jajan juga kerja dulu sampai malam.” Gumam Afa dalam hati.


“Kalau nggak pulang ke kantor dan kalau emang lagi free, temenin aku ke toko buku yuk.” Pinta Afa yang masih mencari cara agar Shane tidak marah.


Shane tidak berkata apapun. Dia berdiri dan pergi meninggalkan Afa. Afa mengikutinya dari belakang. Shane langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan Afa disaat Afa masih berjalan menuju ke arahnya.


Afa duduk di terotoar jalan sambil mengatur nafasnya dan mencoba untuk tetap sadarkan diri. Dia memesan ojeg online menuju kantornya Shane. Tidak lama kemudian pengemudi ojeg pun datang dan langsung menghampiri Afa. Afa pun segera menuju kantor Shane. Tapi sebelumnya dia mampir dulu ke toko buku.


Setengah jam kemudian dia sampai di kantor Shane. Afa langsung masuk kedalam dan menuju front office.


“Mba, saya Afa mau ketemu Pak Shane.” Kata Afa ke salah satu bagian front office.


“Sudah buat janji sebelumnya?” Tanya seseorang bernama Mega.


“Belum sih Mba.” Jawab Afa bingung.


“Kalau belum, bisa buat janji dulu. Biar nanti dijadwalkan untuk pertemuannya.” Jawab Mega.


“Mba, saya butuhnya sekarang.” Jawab Afa.


“Maaf kalau sekarang Pak Shane kebetulan sedang tidak ada di kantor dan kalaupun ada, tetap harus membuat janji dulu.” Jawab Mega.

__ADS_1


“Masa sih mba nggak ada? Itu mobilnya ada di depan.” Jawab Afa sambil menunjuk kea rah mobil Shane.


"Iya sedang tidak ada. Silahkan buat janji dulu saja.” Kata Mega.


“Kalau gitu saya tunggu disana aja boleh kan Mba?” tanya Afa sambil menunjuk ke kursi di Lobby.


“Boleh, tapi sebaiknya pulang saja karena Pak Shane memang sedang tidak berada di tempat.” Jawab Mega.


“Nggak apa-apa mba, siapa tau nanti dia ke kantor lagi. Makasih ya Mba.” Jawab Afa yang kemudian berjalan menuju Sofa di Lobby.


“Kak, aku nunggu kakak di Lobby kantor kakak. Kalau kakak sudah nggak ada kerjaan, kakak kesini ya.” Afa mengirimkan pesan ke Shane.


Jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Satu per satu karyawan sudah pulang. Hingga akhirnya pukul 6 sore Satpam menegurnya.


“Neng nunggu siapa? Yang lain sudah pada pulang. Kantornya juga mau saya kunci. Soalnya sudah tutup.” Kata Satpam.


“Nunggu Pak Shane, Pak.” Jawab Afa.


“Pak Shane orangnya sibuk. Neng udah bikin janji belum? Kalau belum harusnya neng buat janji dulu.” Jawab Satpam tersebut.


“Belum sih pak, soalnya saya butuhnya sekarang. Itu mobilnya juga masih ada di parkiran.” Jawab Afa.


“Iya mungkin Pak Shane lembur. Neng kalau mau nunggu di POS saja yuk. Soalnya ini mau saya tutup dulu.” Jawab Satpam tersebut.


“Iya pak, saya di Pos aja.” Jawab Afa yang kemudian pindah ke POS Satpam.


“Kak, Afa tau kakak masih di dalam. Afa nunggu di Pos satpam ya kak, soalnya kantor kakak mau ditutup. Kalau udah beres kakak kesini ya.” Pesan Afa kepada Shane.


Tidak lama kemudian hujanpun turun. Sepertinya langit sedang menguji Afa. Ditambah baterai telepon genggam Afa yang sebentar lagi akan habis.


Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Shane masih saja belum keluar. Afa pun memutuskan untuk pulang ditengah hujan yang sangat deras.


“Kak, Afa pamit pulang dulu ya. Maaf kalau Afa sudah buat kakak marah. Kalau besok ada waktu, nanti kita ketemu ya kak.” Afa pun mengirimkan pesan terakhirnya dan telepon genggamnya pun mati.


“Aih, mana belum order lagi.” Afa kesal karena telepon genggamnya mati.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada Satpam, Afa akhirnya memutuskan untuk berjalan ke depan mencari transportasi yang lewat.


__ADS_2