Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
First Day


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Sam datang ke rumah sakit untuk menjemput Afa. Dia langsung mengurus administrasi sedangkan Afa mandi dan ganti baju untuk mulai magang. Setelah itu Sam membawa Afa ke mobilnya. Sedangkan Shane mengendarai mobilnya sendiri.


“Bang, biayanya berapa? Mahal banget nggak? Soalnya ruangannya juga enak banget dan lengkap.” Tanya Afa yang masih memikirkan biaya rumah sakit.


“Nggak usah dipikirin yang penting Lo sehat. Jangan diulang lagi kebodohan Lo itu! Bikin susah tau nggak?” Jawab Sam sambil mengomentari Afa.


“Iya maaf. Tapi beneran deh, berapa?” tanya Afa penasaran.


“Emang Lo mau ganti?” tanya Sam.


“Iya, tapi kalau uang gue nggak cukup, nyicil ya.” Jawab Afa memelas.


“Udah nggak usah dipikirin.” Jawab Sam sambil tersenyum menyeringai.


“Bang!” Panggil Afa.


“Apa?” tanya Sam yang masih mengendarai mobilnya.


“Terima kasih abang untuk segalanya kau berikan lagi kesempatan itu. Tak akan terulang lagi semua kesalahanku yang pernah menyakitiku.” Afa bernyanyi depan Sam.


“Suara Lo sumbang! Mending nggak usah nyanyi.” Jawab Sam sambil tertawa.


“Gue bahagia banget kalau tiap hari bisa ketawa gini walaupun gue yang jadi bahan bully.” Jawab Afa sambil tersenyum.


Sekitar pukul 7 pagi, Afa sudah sampai di depan bengkel. Mereka keluar dari mobil dan Sam mengajak untuk sarapan di ruangannya. Tapi Afa menolak karena merasa tidak enak dan memilih untuk sarapan di pos satpam.


“Neng kenal sama si Bos?” tanya pak Satpam kepada Afa.


“Kenal pak. Kenapa memang Pak?” tanya Afa sambil makan bubur di pos satpam.


“Soalnya nggak pernah liat si Bos bawa perempuan. Baru neng doang selama saya kerja disini.” Jawab Pak satpam.


“Haha bapak ada-ada aja. Saya bukan siapa-siapanya ko Pak. Jadi jangan bilang apa-apa sama yang lain ya pak. Saya takut dipecat nanti.” Jawab Afa sedikit bercanda.


“Siap neng. Bapak bisa jaga rahasia. Tapi neng beneran nggak ada apa-apa sama si Bos?” tanya Satpam penasaran.


“Benar Pak. Tanya aja sama Bos kalau nggak percaya.” Jawab Afa yang masih fokus makan buburnya.


“Neng disini karyawan baru?” Tanya Pak Satpam.


“Bukan Pak. Saya magang disini.” Jawab Afa.


“Oh gitu. Berapa lama Neng?” tanya Pak Satpam.


“1 bulan pak. Nanti kita bakalan sering ketemu. Jangan bosen ya kalau Afa sering mampir kesini.” Jawab Afa.

__ADS_1


“Ya nggak akan atuh neng. Malah enak jadi ada teman ngobrol.” Jawab Pak Satpam.


“Udah kurang 15 menit nih Pak, Afa masuk dulu ya ke dalam. Bapak benar nggak mau sarapan?” Tanya Afa.


“Benar neng. Ya sudah neng sok masuk. Nanti telat si Bos marah.” Jawab pak satpam.


“Oke kalau gitu Pak, Afa duluan ya.” Pamit Afa yang setelah itu mengembalikan mangkok bubur dan bergegas masuk kedalam kantor.


Sebelum melakukan pekerjaannya, Afa menemui Eric dulu di ruangannya.


“Tok tok tok.” Afa mengetuk pintu ruangan Eric.


“Masuk!” Kata Eric dari dalam ruangan.


“Selamat pagi Pak.” Sapa Afa.


“Pagi! Duduk Fa!” Kata Eric.


Ternyata disana sudah ada seorang wanita yang sedang duduk di kursi yang berhadapan dengan Eric. Afa kemudian duduk di kursi yang bersebelahan dengan wanita itu. Eric menjelaskan tugasnya dan jadwal kerjanya. Semua peraturan kantor yang harus dipatuhi dan system kerja disana. Kemudian Eric mengenalkan Afa kepada wanita yang ada disampingnya.


"Fa, kenalkan ini Clara. Dia yang akan membimbing kamu selama disini dan Clara, ini Afa. Dia akan magang disini selama 1 bulan. Tolong bantu dia kalau ada yang tidak dimengerti olehnya.” Kata Eric yang memperkenalkan Clara.


“Baik Pak.” Ujar Clara.


“Ya sudah mulai sekarang kalian boleh bekerja.” Kata Eric mempersilahkan mereka berdua untuk mulai bekerja.


Sesampainya disana, mereka ditatap banyak orang.


“Ini meja kerja saya, kamu bisa kerja disini.” Kata Clara sambil menunjukan meja kerjanya yang ada 2 komputer.


“Baik Bu, Terima kasih. Sebelumnya mohon bantuannya ya Bu.” Kata Afa dengan sangat ramah.


“Kamu temannya Pak Eric ya?” Tanya Clara kepo.


“Kenapa memangnya Bu?” Tanya Afa.


“Soalnya biasanya yang magang diberi arahan oleh Pak Tony. Tapi kamu sama Pak Ericnya langsung.” Jawab Clara heran.


“Pak Tony itu siapa Bu?” Tanya Afa polos.


“Pak Tony itu HRD disini.” Jawab Clara.


“Kalau Pak Eric itu sebagai apa disini Bu?” tanya Afa.


“Pak Eric itu CFO. Memang kamu nggak tau?” Tanya Clara heran.

__ADS_1


“Nggak Bu.” Jawab Afa sambil menggeleng. Afa memang berteman dengan Eric, namun dia tidak tahu jelas Eric bekerja sebagai apa dibengkelnya Sam.


“Berarti dia nggak kenal sama Pak Eric.” Gumam Clara dalam hati.


“Ya sudah kamu tolong kerjakan ini ya. Buat jurnalnya sampai neraca saldo ya. Bisa kan?” tanya Clara tegas.


“Bisa bu, hanya saja kalau ada yang saya tidak mengerti, nanti saya tanyakan kepada Ibu ya.” jawab Afa yang takut melakukan kesalahan.


“Iya tanya saya dong. Masa tanya Pak Eric?” jawab Clara sedikit jutek.


Afa pun hanya tersenyum sambil mengangguk paham. Setelah itu dia langsung mengerjakan pekerjaannya.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 siang. Itu adalah waktunya istirahat. Clara pun berdiri dari tempat duduknya.


“Fa, tolong selesaikan dulu ya! Saya mau istirahat dulu.” Kata Clara.


“Saya boleh istirahat juga tidak Bu?” Tanya Afa yang mulai kehausan dan lapar.


“Kan saya bilang tolong selesaikan dulu. Memangnya kamu tidak paham apa yang saya bilang?” tanya Clara sedikit membentak.


“Iya Bu. Baik akan saya selesaikan dulu.” Jawab Afa sambil mengangguk.


“Kamu juga Fitri! Kalau belum selesai jangan istirahat dulu ya. Saya mau saat saya kesini kamu sudah selesai.” Kata Clara kepada karyawan yang sejak tadi duduk di sebelah Afa.


Clara pun meninggalkan ruangan tersebut. Beberapa karyawan juga pergi keluar ruangan, namun beberapanya lagi masih saja sibuk bekerja.


“Hei, saya Fitri. Kamu siapa Namanya?” Tanya Fitri yang duduk disebelah Afa.


“Nama saya Afa Bu. Mohon bantuannya ya.” Jawab Afa ramah.


“Iya. Saya juga mohon bantuannya. Kamu magang disini berapa lama? Sabar-sabar ya sama Bu Clara.” Jawab Fitri sambil mengerjakan pekerjaannya.


“1 bulan Bu. Iya Bu.” Jawab Afa yang mulai mengerjakan pekerjaannya kembali.


Tidak lama kemudian datang Sam dan Eric ke ruangan Afa.


“Siang Ko Sam, Pak Eric.” Kata orang-orang yang ada di ruangan tersebut.


“Siang.” Jawab keduanya.


“Kalian nggak pada istirahat?” Tanya Eric kepada para karyawannya.


“Mau beresin ini pak sebentar lagi.” Jawab salah satu diantaranya.


“Jangan lupa istirahat. Nanti kalau lapar malah nggak fokus.” Jawab Sam sambil tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Sam dan Eric menghampiri meja Afa.


__ADS_2