Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
First Love


__ADS_3

1 jam kemudian Afa dan Shane sampai di tempat yang tidak asing bagi mereka berdua. Itu adalah tempat dimana Shane memberikan kejutan ulang tahun untuk Afa. Mereka berdua pun masuk bersama kedalam. Ada yang berbeda dari sebelumnya. Saat ini, suasananya tidak sepi. Banyak pengunjung namun tidak terlalu ramai. Mungkin karena hari ini bukan akhir pekan.


Mereka berdua duduk di kursi yang sama. Ada live music disana. Afa pun menikmati penampilan sang penyanyi.


“Kenapa Fa? Kamu jatuh cinta sama penyanyinya?” Tanya Shane yang melihat Afa terus menatap penyanyinya.


“Apaan sih? Nggak dong. Ini lagi seru aja, suaranya bagus.” Jawab Afa sambil masih menatap serius penyanyinya.


Tidak lama kemudian, pelayan pun datang membawakan makanan yang sudah dipesan Shane dan Afa. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka pun langsung menyantapnya.


Sekitar setengah jam mereka pun selesai menyantapnya. Afa masih menikmati lagu-lagu yang sedang dinyanyikan.


“Fa, aku mau nyanyi dulu ke depan.” Kata Shane sambil melihat ke arah Afa.


“Apaan sih kak? Nanti tamunya pada kabur loh.” Kata Afa sambil menahan tawa.


Shane tidak mempedulikannya. Dia langsung maju kedepan sebelum sempat Afa menahannya. Terlihat Shane berbicara dengan personilnya. Dan setelah itu Shane langsung duduk di kursi penyanyi sedangkan penyanyinya pergi ke kursi pengunjung.


“Eh itu kan Shane.” Kata salah satu pengunjung wanita yang ada disana.


“Tumben itu anak nggak belajar di rumahnya?” Jawab yang lainnya.


“Hallo semuanya, selamat malam. Malam ini, saya ingin menyanyikan sebuah lagu. Ini pertama kalinya saya bernyanyi di depan banyak orang. Karena biasanya saya bernyanyi sendirian di kamar mandi. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dan mohon untuk memakluminya.” Kata Shane sebelum mulai bernyanyi.


Setelah itu alunan music pun mulai terdengar. Banyak pengunjung yang awalnya tidak memperhatikan live music sekarang justru menjadi fokus.


“I found a Woman, stronger than anyone I know. She shares my dreams, I hope that someday I’ll share her home.” Shane menyanyikan lagu yang berjudul Perfect.


“Dasar Kakak. Sudah buat aku khawatir saja. Taunya suaranya sudah seperti penyanyi.” Gumam Afa dalam hati sambil tersenyum karena terpesona melihat Shane.


Semua orang menikmati suaranya. Banyak dari mereka yang merekam Shane sedang bernyanyi. Beberapa diantaranya juga ikut bernyanyi bersama Shane.


“Sekian lagu dari saya. Ini khusus saya nyanyikan untuk seseorang yang ada disini. Terima kasih semuanya dan mohon maaf jika suaranya tidak enak untuk didengar." Kata Shane yang sudah selesai menyanyikan lagunya.

__ADS_1


Semua pengunjung bertepuk tangan. Shane hendak berjalan menuju mejanya. Namun dia diberhentikan oleh seorang perempuan.


“Hai Shane, apa kabar? Lama tidak jumpa.” Kata seorang wanita yang langsung menyalami Shane dan cium pipi kanan dan kiri.


“Hai. Kabarku baik. Kamu gimana kabarnya Rena?” Tanya Shean dengan ramah.


“Kabar gue baik. Gabung yuk! Kita ngobrol-ngobrol dulu, sudah lama kan kita nggak bertemu.” Kata wanita yang ternyata namanya adalah Rena.


“Duduk Shean. Sam nggak diajak?” Tanya Vivi yang sedang bersama Rena.


“Aku lagi nggak sama Sam. Maaf nggak bisa gabung. Aku harus kembali dulu.” Kata Shane yang kemudian meninggalkan mereka berdua dan menuju ke meja Afa.


“Tingkat kegantengan kakak nambah 200% malam ini.” Kata Afa yang menyambut kedatangan Shane dan bertepuk tangan.


“Ada-ada aja kamu.” Jawab Shane tersipu malu.


“Iya, sampai ada fansnya tadi nyamperin.” Jawab Afa sambil menahan tawa.


“Oh, itu Rena. Temannya Bang Sam. Ada Vivi juga kan disana. Tadi aku disuruh gabung, tapi nggak mau.” Jawab Shane sambil meminum minuman yang masih tersisa di gelasnya.


“Ya karena ada kamu disini dan tujuan aku kesini kan bukan untuk gabung sama mereka.” Jawab Shane.


Afa hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum jus yang dia pesan.


“Lagu tadi aku persembahkan untuk kamu wanita hebat yang sempurna.” Kata Shane sambil tersenyum kepada Afa.


Afa hanya diam membeku bagai patung. Jantungnya bahkan berdetak sangat kencang dan dia tidak berhenti menatap Shane. Ada sebuah senyum yang mengembang di wajahnya, namun ada rasa takut yang teramat dalam di hatinya.


“Fa?” Tanya Shane lirih.


“Terima kasih kakakku yang tampannya nambah 200%.” Jawab Afa saat tersadar dari lamunannya.


“Kamu ada-ada saja. Jangan menyanjung aku terlalu tinggi. Nanti disaat sudah di atas aku malah jatuh lagi.” Kata Shane.

__ADS_1


“Fa, apapun rintangannya, Kakak yakin kamu bisa melewati semuanya.” Jawab Shane meyakinkan.


Afa terdiam cukup lama. Dia terhanyut dengan situasi yang canggung ini. Kali ini dia melihat Shane dengan sudut pandang yang berbeda. Jantungnya terus berdetak kencang dan wajahnya memerah saat sedang bersama Shane. Lamunan Afa pecah karena tiba-tiba Vivi dan Rena datang menghampiri Shane dan Afa.


“Fa? Sam nggak ikut?” tanya Vivi.


“Nggak kak, aku kesini cuma berdua aja.” Jawab Afa kaget melihat kedatangan Vivi.


“Hai. Gue Rena.” Kata Rena memperkenalkan dirinya kepada Afa.


“Hai Kak, saya Afa.” Jawab Afa sambil tersenyum.


“Boleh gabung?” Tanya Rena.


“Boleh kak, silahkan.” Jawab Afa. Rena kemudian mengambil posisi disamping Shane sedangkan Vivi disamping Afa.


“Kamu kemana saja Shane? Nggak pernah ikut kumpul. Gue kangen tahu sama lo.” Kata Rena yang memegang tangan Shane.


Shane terlihat menolaknya dan tersenyum kepada Rena lalu menjawab “Ada ko.”


“Kalian berteman sejak kapan?” tanya Afa.


“Sejak gue kuliah dia masih SMA. Kata Vivi, gue cinta pertanya Shane loh. Cuma waktu itu gue mikirnya dia masih anak SMA. Ingat nggak Shane?” tanya Rena yang sedikit dengan nada manja.


“Iya ingat.” Jawab Shane yang masih tersenyum.


“Iya dulu Shane ngejar-ngejar Lo ya? Nyesel kan Lo sekarang dia jadi ganteng gini.” Kata Vivi yang ikut mengobrol.


“Dulu kakak suka sama cewek ini ternyata. Aku nggak pernah tau ceritanya karena kakak selalu tertutup sama aku atau mungkin aku terlalu asik sama Artha sampai nggak pernah mendengarkan kakak bercerita. Maaf ya kak. Afa nggak pernah ada buat kakak dulu. Cinta pertama kakak itu sungguh sempurna. Bohong kalau kakak sudah nggak suka dia. Kalau memang dia jodoh kakak, semoga kakak selalu bahagia ya kak.”  Pikir Afa dalam hati.


“Nyesel banget. Sekarang Shane sudah dewasa ya? Sudah punya pacar belum Shane?” Tanya Rena kepada Shane.


Shane hanya terdiam melihat ke arah Afa. Afa langsung kaget karena tatapan matanya langsung lurus ke arahnya.

__ADS_1


“Sudah.” Jawab Shane singkat.


Afa, Rena dan Vivi sangat kaget mendengar hal itu. Terlebih Afa yang selama ini sering bersama tidak pernah mendengar bahwa Shane sudah memiliki kekasih.


__ADS_2