Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
First Day (Lagi)


__ADS_3

Faris yang sedari tadi memperhatikan Afa hanya bisa menghela nafas. Imel mendekati Afa yang masih melihat ke arah mobil yang dikendarai oleh kekasihnya yang perlahan menghilang dari pandangannya.


“Cie diantar pacar.” Kata Imel sambil menyenggol bahu Afa.


“Apaan sih Mel?” Tanya Afa yang tersenyum salah tingkah.


“Gimana tempat tinggal yang baru?” Tanya Imel.


“Enak, tapi namanya di Hotel sendirian pula. Ya sepi Mel.” Jawab Afa sambil berjalan menuju ke arah Faris.


“Hai Ris, sorry ya aku sibuk terus jadi nggak sempat nemenin kamu cari kost. Kamu gimana? Sudah dapat tempat kostnya?” Tanya Afa kepada Faris.


“Iya nggak apa-apa Fa. Udah ko.” Jawab Faris.


“Syukur deh kalau gitu.” Jawab Afa.


Setelah itu Imel, Afa dan Faris masuk ke dalam kantor. Disana Afa dan Faris diarahkan oleh Bu Santi untuk tugas masing-masing. Setelah itu mereka bekerja di mejanya masing-masing.


Tidak terasa akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 12.00 yang berarti sudah waktunya untuk makan siang. Imel mengajak Afa makan siang di warteg dekat kantor. Afa mengangguk tanda mengiyakan ajakan Imel. Imel juga mengajak Faris dan akhirnya mereka bertiga pergi bersama.


Ada orang yang menghampiri Afa dengan seragam biru muda ketika Afa melangkahkan kaki keluar dari kantornya. “Maaf, dengan Mbak Afa ya?”


“Iya. Kenapa ya?” Tanya Afa heran.


“Saya Cahyo Mbak, Office Boy Di Hotel Star. Saya dapat tugas dari Pak Shane untuk mengantarkan makan siang untuk Mbak Afa.” Jawab orang tersebut yang ternyata adalah OB di tempat Afa menginap. Orang tersebut memberikan paper bag yang berisi makan siang kepada Afa.


“Shane yang suruh? Terima kasih ya pak.” Jawab Afa sambil menerima paper bag tersebut.


“Iya Mbak, Pak Shane yang suruh. Yang punya hotel yo Mbak kalau kata Pak Manager resto di hotel. Sama-sama Mbak. Saya pamit kembali dulu.” Jawab Pak Cahyo yang kemudian menaiki motornya lalu pergi meninggalkan Afa.


“Waahhhh enak ya walaupun jauh ada yang ingat untuk bawain makan siang. Iri gue Fa.” Kata Imel sambil pelihat ke arah paper bag.


“Apaan sih Mel? Jadi gimana nih, gue ada makanan. Kelihatannya juga banyak ko. Makan bareng aja yuk di kantor!” Kata Afa sambil mengintip isi paper bag tersebut.


“Ayo! Lumayan gue bisa hemat uang jajan.” Jawab Imel sambil menggandeng Afa.


“Ayo Ris, kita makan siang bareng di dalam.” Ajak Afa kepada Faris.


“Nggak deh. Aku nyari makan diluar saja. Duluan ya.” Kata Faris yang meninggalkan Afa dan Imel.


Setelah itu Afa dan Imel kembali ke dalam kantor. Di dalam kantor, Imel langsung membuka isi paper bag tersebut. Sedangkan Afa melihat isi pesan dari Shane.


“Sayang aku mau take off. Kamu semangat ya kerjanya.”

__ADS_1


“Sayang aku sudah sampai Jakarta. Sekarang mau ke parkiran ngambil mobil habis itu langsung ke Bandung.”


“Sayang, aku habis istirahat di rest area nih. Aku lanjut lagi ya.”


Afa tersenyum membaca semua pesan dari Shane yang selalu memberinya kabar walaupun dia tidak membalasnya sama sekali. Bukan tanpa sebab, Afa memang tidak memainkan telepon genggam miliknya selama bekerja. Setelah membaca pesan tersebut, Afa langsung menelepon Shane.


“Hallo.” Kata Afa


“Hai Sayang. Sudah jam makan siang ya?”


“Iya. Kakak kenapa repot-repot suruh orang antar makan siang buat aku? Aku kan bisa beli di warteg.”


“Khusus buat pacarku apa sih yang nggak? Ya sudah kamu makan siang dulu ya. Menunya aku yang request loh sesuai dengan kesukaan kamu.”


“Terima kasih ya kak. Kakak sudah sampai mana sekarang?”


“Baru mau keluar tol nih sayang.”


“Kakak hati-hati ya dan maaf kalau Afa tadi nggak balas. Soalnya Afa selama kerja nggak pegang telepon.”


“Iya sayang. Nggak apa-apa, aku ngerti. Ya sudah, selamat makan siang sayang.”


“Kakak jangan lupa makan siang ya.”


“Iya sayang. Kamu makan secukupnya ya.”


“I love you too kesayanganku.”


Setelah itu Afa mematikan teleponnya. Imel tersenyum yang sedari tadi memperhatikan Afa. Afa melihat ke arah Imel dengan wajah yang memerah.


“I love you.” Ledek Imel sambil membuat bentuk love dengan jarinya.


“Apaan sih Mel? Udah, makan yuk!” Kata Afa yang kemudian membuka makanannya satu per satu.


Imel tercengang karena makanannya sangat banyak. Mulai dari 2 jenis makanan pembuka. 1 jenis makanan utama dan 2 jenis makanan penutup. Ada jus buah dan air mineral juga didalamnya.


“Gue jadi nggak enak makannya. Kayaknya dia menyiapkan makanan ini pakai hati deh Fa.” Kata Imel yang menyandarkan tubuhnya di kursi.


“Makan aja makan! Gue juga nggak akan habis kalau makanannya sebanyak ini.” Jawab Afa yang kemudian mulai makan makanannya.


“Wah Afa sama Imel makan enak nih.” Kata Bu Santi yang melihat ke meja kerja Afa.


“Eh Bu, makan Bu.” Kata Afa yang langsung berdiri.

__ADS_1


“Icip boleh? Kayaknya menggiurkan.” Kata Bu Santi.


“Silahkan Bu.” Jawab Afa.


“Mmmm enak ini. Beli dimana Fa?” Tanya Bu Santi sambil menikmati salah satu makanan penutup yang diberikan Shane untuk Afa.


“Dari pacarnya Bu.” Jawab Imel yang juga sedang menikmati makannya.


“Afa sudah punya pacar ternyata? Wah, hebat ya pacarnya romantis.” Jawab Bu Santi.


“Ibu bisa saja.” Jawab Afa yang merasa tidak enak.


“Terima kasih ya makanannya. Enak.” Jawab Bu Santi yang kemudian mengambil sesuatu dari meja kerjanya dan langsung meninggalkan ruangannya.


“Mel. Jangan bahas pacar terus dong. Gue jadi nggak enak.” Kata sambil menikmati makannya kembali.


Imel hanya tersenyum dan menahan tawanya. Tidak lama kemudian Faris datang kedalam ruangan. Dia duduk di kursi sebelah Afa.


“Sudah beres makan siangnya Ris? Cepat amat?” Tanya Imel yang melihat kedatangan Faris.


“Iya sudah.” Jawab Faris singkat.


“Makan lagi Ris. Ini masih banyak makanannya.” Kata Afa yang menawari Faris makan.


“Iya Fa, thanks. Tapi sudah kenyang.” Jawab Faris yang kemudian memainkan telepon genggam miliknya.


“Gue ke toilet dulu ya.” Kata Afa kepada Imel. Imel hanya mengangguk dan masih menikmati makannya.


“Kenapa lo Ris? Kayaknya lagi bad mood ya?” Tanya Imel.


“Nggak.” Jawab Faris singkat.


“Oh mungkin lagi PMS ya?” Tanya Imel kembali.


Faris hanya menyeringai mendengar pertanyaan Imel. “Pacar Afa itu yang tadi pagi nganter?”


“Iya. Kenapa?” Tanya Imel.


“Sehebat apa dia?” Tanya Faris kembali.


“Pengusaha Ris. Kita-kita kalah pokoknya. Bokap gue punya kantor kecil gini bukan apa-apa dibanding pacarnya dia. Dia aja sekarang tinggal di hotel punya cowoknya. Beuh, mantap emang punya cowok sultan. Selain itu gue juga nggak tahu, soalnya Afa nggak pernah cerita apa-apa sama gue.” Jawab Imel sambil makan.


“Terus lo tau dia pengusaha darimana?” Tanya Faris kembali.

__ADS_1


“Nebak aja. Habisnya apa coba kerjaannya sampai punya hotel segala? Bandar togel?” Tanya Imel.


“Dih, nggak tahu apa-apa tapi sok tahu nih Imel.” Ledek faris.


__ADS_2