
“Fa, pindah dulu ke ruang rawat yuk.” Kata Maminya Sam.
Afa pun mengangguk dan dia didorong oleh perawat yang bertugas malam itu. Tidak lama kemudian Afa akhirnya sampai di ruang rawatnya
“Afa istirahat dulu ya. Mami kembali lagi ke bawah.” Kata Maminya Sam.
“Mam, tunggu, ini dimana ya? Soalnya Afa perlu ngasih tau Bang Sam.” Jawab Afa.
“Nanti Mami saja yang telepon Sam. Afa istirahat saja ya.” Jawab Mami.
Afa pun mengangguk. Ruangannya sangat mewah. Ada sofa, TV dan Afa juga melihat ada tempat tidur lain disana. Tapi sepertinya itu bukan untuk pashien.
“Tok tok tok” bunyi suara ketukan pintu. Pintu pun terbuka dan ternyata itu adalah Shane.
“Fa, kamu baik-baik aja kan?” tanya Shane khawatir.
“Aku baik-baik aja ko kak.” Jawab Afa sambil tersenyum.
“Kakak masih marah sama aku?” tanya Afa melanjutkan.
“Apaan sih Fa? Kakak nggak marah sama Afa.” Jawab Shane merasa bersalah.
“Dari tadi bahkan kamu nggak baca satu pun pesan dari aku. Apa mungkin untuk meminta maaf aku harus sampai mati dulu kak?” pikir Afa dalam hati.
“Fa, ini gue bawain makanan buat Lo.” Kata Sam yang tiba-tiba masuk.
“Lo ngapain kesini?” tanya Sam penuh dengan rasa marah.
“Aku bawain baju untuk kalian.” Jawab Shane memberikan paper bag kepada Sam dan Afa.
“Terima kasih ya Kak.” Jawab Afa lembut.
“Bang serius gue harus makan? Ini kan udah tengah malam.” Tanya Afa kepada Sam.
“Iya harus lah! Lo belum makan dari pagi dan hujan-hujanan malam-malam. Gimana nggak masuk UGD?” omel Sam.
“Sini gue suapin.” Kata Sam sambil menyuapi Afa.
Shane hanya diam. Dia tahu mungkin karena menunggunya di kantor, Afa jadi tidak sempat memakan apapun.
“Aku keluar dulu ya.” Kata Shane meninggalkan Sam dan Afa.
__ADS_1
“Tumben nggak ngajak ribut?” gumam Sam dalam hati.
“Lo kenapa sih tadi hujan-hujanan?” tanya Sam.
“Tadi siang tuh Kak Shane marah-marah terus minta ketemu di café. Gue kira mau makan siang bareng, Taunya dia ninggalin gue gitu aja. Terus gue susul ke kantornya. Gue nunggu sampe jam 10 malam tapi dia nggak keluar-keluar padahal mobilnya masih ada di parkiran. Karena udah malam banget ya udah gue pulang. Tapi kan telepon gue mati jadi nggak bisa pesan ojeg. Gue jalan aja sambil nunggu Bus lewat. Eh Kak Shane datang. Terus ya gitu seperti yang Lo lihat tadi.” Jawab Afa.
“Memangnya kalau untuk minta maaf gue harus kayak gini dulu ya Bang? Bahkan gue nggak tau salah gue dimana. Tiba-tiba dia nelepon gue dan marah-marah karena gue nggak jadi magang di tempatnya. Padahal kan gue udah pernah ngajuin, cuma memang ditolak. Ya kalau udah ditolak gue bisa apa? Tapi malah gue yang diomelin sama dia sampai gini deh.” Lanjut Afa yang terlihat sedih.
“Udah biarin aja. Emang nggak jelas itu anak.” Jawab Sam yang kembali menyuapi Afa.
“Bang, gue bisa keluar kan besok pagi? Soalnya gue besok udah mulai magang. Nggak enak tahu masa hari pertama malah nggak masuk.” Tanya Afa dengan wajah memelas.
“Nggak tau juga deh. Ngapain sih mikirin kerjaan dulu? Sehat dulu baru kerja.” Jawab Sam sedikit kesal.
“Ya gimana? Besok hari pertama gue sih. Bantuin gue ya, please!" Kata Afa memelas.
“Iya nanti gue usahain.” Jawab Sam.
Afa pun merasa senang. Setelah selesai makan, Sam langsung mengganti pakaiannya di toilet yang ada di ruangan Afa dirawat. Setelah selesai, Sam pun keluar dan menghampiri Afa kembali.
“Kak Shane ada diliuar nggak ya? Bisa tolong suruh dia masuk nggak Bang?” Tanya Afa.
“Sebentar, gue cek dulu.” Jawab Sam yang kemudian keluar ruangan.
“Jadi Lo marah cuma gara-gara Afa magang ditempat gue?” tanya Sam yang duduk disebelah Shane.
“Nggak, aku kecewa kenapa dia nggak menghubungi gue biar bisa magang di tempat aku.” Jawab Shane menutup bukunya.
“Dia bahkan nggak menghubungi gue juga.” Jawab Sam santai.
“Tapi dia diterima disana juga karena kamu kan? Dia bilang dia titip berkasnya ke Bang Eric. Sudah pasti Bang Eric kasih ke Bang Sam kan bukan ke HRDnya?” tanya Shane yang sudah bisa menebak.
“Yup. Betul banget. Makanya gue langsung terima.” Jawab Sam bangga.
“Itu bikin gue sedikit kalah.” Jawab Shane sambil menunduk.
“Shane, ini bukan masalah kalah atau menang. Ini tentang bagaimana kita bisa merebut hatinya yang selama ini sudah dimiliki Artha. Jadi Lo seharusnya nggak perlu khawatir.” Jawab Sam sok bijak.
“Lo ditungguin Afa. Masuk sana! Jangan lama-lama!” lanjut Sam.
Shane langsung berdiri dan masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
“Kak.” Sapa Afa.
“Maafin aku ya, gara-gara aku kamu jadi sakit.” Kata Shane merasa bersalah.
“Kakak nggak salah ko. Aku yang minta maaf karena sudah buat kakak marah.” Kata Afa sambil menundukan kepala.
“Nggak Fa. Kakak Cuma kesal kenapa kamu nggak menghubungi kakak untuk magang itu? Jadi kan kamu harus magang di tempatnya Bang Sam. Itu buat kakak sedikit cemburu.” Jawab Shane terbata-bata.
“Kakak, kita berteman sudah lama. Untuk apa kakak cemburu?” Afa terkekeh mendengar jawaban Shane.
“Kakak suka sama kamu lebih dari seorang teman. Jadi kakak cemburu kalau kamu dekat-dekat Sam.” Jawab Shane dengan sangat gugup dan mengumpulkan banyak keberanian.
“Sungguh? Wah. Apakah itu termasuk pernyataan cinta?” tanya Afa sedikit meledek.
“Bukan, itu hanya sepenggal isi buku ini. Terima kasih ya bukunya. Aku suka.” Jawab Shane mengalihkan pembicaraan.
“Hahaha, sudah aku duga. Kakak pasti suka.” Jawab Afa sambil tertawa.
“Kakak pulang sana. Besok kan harus kerja.” Lanjut Afa.
“Kakak mau nemenin Afa disini.” Jawab Shane.
“Nggak usah, biar gue aja yang nemenin dia disini. Besok dia mau berangkat kerja bareng gue.” Kata Sam yang tiba-tiba muncul.
“Abang tau emang aku magang dimana?” tanya Afa bingung.
“Tau lah, kan gue bos nya. Jadi semua laporan karyawan gue tau.” Jawab Sam mengeles.
“Apa ini karena abang?” Tanya Afa merasa tidak enak.
“Eh, jangan aneh-aneh. Gue kan Bos. Ngapain mikirin penerimaan karyawan apalagi magang? Gue cuma dapat laporannya aja.” Jawab Sam menyembunyikan barang bukti.
“Syukurlah.” Jawab Afa lega.
“Kak Shane pulang aja. Ada Bang Sam disini.” Lanjut Afa.
“Kenapa sama Sam mau? Tapi sama aku nggak mau Fa?” Tanya Shane sedikit sedih.
“Ya udah kalian berdua pulang aja sana! aku mau tidur!” jawab Afa menarik selimut.
Sam pun hanya tertawa dan berpamitan. “Ya udah Lo jagain Afa disini. Gue balik dulu. Besok gue jemput ya Fa. Oh iya, gue sudah kirim pesan ke nyokap lo kalau malam ini lo tidur di tempat Imel. Telepon lo lagi diisi baterainya di ruangan Mami, nanti kalau ada Mami, minta aja teleponnya.”
__ADS_1
Sam pun melengos pergi meninggalkan Shane dan Afa.