
“Anak itu, pantas saja tadi sampai rumah bilang hari ini sangat sibuk. Ternyata sibuknya bukan di kantor.” Kata Afa yang melihat Imel dari kejauhan.
“Fa.” Panggil Shane. Afa menoleh ke arah Shane.
“Terima kasih ya dan mulai sekarang berbagilah denganku apapun itu. Kesedihan, kesulitan, kebahagiaan. Tolong jangan menghindar dariku.” Lanjut Shane yang menggenggam tangan Afa.
“Kakak juga ya.” Balas Afa kepada Shane dengan senyuman. Shane hanya tersenyum dan mengangguk.
“Kak, maaf aku menghindar kemarin-kemarin.” Kata Afa yang merasa bersalah.
“Bang Sam jahat ya sama kamu? Makanya kamu pergi? Aku sudah baca pesannya ko. Apa kamu menerimaku karena takut aku berfikir seperti Sam?” tanya Shane kepada Afa.
“Ada perasaan bahagia ketika aku berada di dekat kakak. Ada peraaan ingin selalu dekat ketika aku jauh dari kakak. Ada perasaan takut saat ada wanita lain yang manja kepada kakak. Itu alasan kenapa aku terima kakak. Mungkin aku mulai jatuh cinta sama kakak.” Jawab Afa dengan penuh penghayatan.
“Fa, apa kamu sama Artha seromantis ini? Aku cemburu.” Kata Shane yang menunjukan wajah sedihnya yang manja.
Afa mendekati Shane dan memeluknya dari samping. “Sekarang hanya ada kakak di hati aku. Jadi, jangan membuang tenaga untuk cemburu kepada pria lain.”
Shane membalas pelukan Afa. Dia tersenyum bahagia. Wanita yang sejak dulu dia sukai sekarang bersamanya.
Shane memang menyukai Afa sejak pertama kali bertemu Afa. Hanya saja memang dia memiliki prinsip untuk menyelesaikan study nya dulu sebelum menyatakan perasaannya kepada wanita. Tidak disangka Afa malah berpacaran dengan Artha. Awalnya memang Shane berfikir bahwa itu hanya cinta monyet. Tapi ternyata Afa adalah wanita yang setia, sampai mendengar berita pertunangannya. Setelah itu Shane memutuskan untuk menyerah.
Sedangkan Rena, bukanlah cinta pertamanya. Itu hanya kejahilan Sam yang seolah memojokkan Shane ketika bertemu Rena. Namun karena Shane juga bukan tipe yang mau berdebat, jadi Shane membiarkan Sam terus membully nya seolah Shane memang mendekati Rena.
Tapi kini semuanya sudah berbeda. Shane dan Afa saling memiliki. Shane melepaskan pelukannya karena telepon genggam milik Afa berbunyi. Afa dan Shane sama-sama melihat siapa yang menelepon Afa karena telepon genggamnya tepat berada di hadapan mereka. Itu adalah Artha. Afa menolahnya namun Artha menelepon berkali-kali lagi.
“Angkat saja Fa.” Kata Shane.
__ADS_1
“Apakah kakak baik-baik saja?” Tanya Afa.
Shane hanya mengangguk dan tersenyum. Dia tahu bahwa aka nada rasa cemburu di hatinya, namun dia mencoba untuk tetap berfikir positif.
“Ya ada apa? Langsung ke intinya saja!” Tanya Afa yang mengangkat telepon dari Artha dan menggunakan pengeras suara agar Shane juga bisa mendengar pembicaraannya.
“Fa, kamu menghilang begitu saja dan sekarang kamu jutek sama aku. Kamu tahu aku khawatir sama kamu Fa. Kenapa kamu nggak…” Belum selesai Artha berbicara, Afa langsung mematikan telepon dari Artha.
“Ko dimatikan?” Tanya Shane kebingungan.
Artha kembali menelepon Afa dan Afa mengangkatnya kembali. “Bisa nggak sih kalau ngomong nggak usah basa-basi? Gue bilang langsung ke intinya.”
“Afa berubah ya? Mas kecewa.” Jawab Artha dengan nada lemah lembut.
“Iya! Gue berubah jadi power ranger! Jangan ganggu gue lagi atau gue bunuh pakai laser lamp.” Jawab Afa dan langsung mematikan teleponnya kembali.
“Dia merusak moodku saja. Sekarang kakak tahu kan kalau dia telepon apa yang dibahas? Itulah kenapa aku malas angkat telepon dari dia.” Kata Afa yang menjadi kesal.
Shane tertawa melihat tingkah kekasihnya. “Sudah, kan ada aku sekarang. Jangan kesal gitu dong.” Jawab Shane yang langsung mengelus rambut Afa.
Shane kembali melihat Artha yang menelepon lagi. “Boleh aku jawab teleponnya?” Tanya Shane ketika Afa hendak mematikan teleponnya. Afa langsung memberikan telepon genggam miliknya.
“Hallo.” Kata Shane.
“Hallo, ini siapa ya? Afanya mana?” Tanya Artha diseberang sana.
“Ini Shane, Afa sedang bersamaku. Artha, bisakah kamu tidak mengganggu Afa lagi? Kita sama-sama pria, kamu juga tahu kalau seorang wanita yang sudah memiliki kekasih lalu berhubungan dengan pria lain bisa merusak hubungannya dengan kekasihnya. Aku tidak ingin hubunganku dengan Afa rusak karena kamu yang terus hadir mengganggunya.” Jawab Shane yang meminta Artha untuk berhenti mengejar Afa.
__ADS_1
“Kak Shane? Afa pacaran sama kakak? Maaf aku nggak tahu itu. Selain itu, aku memang masih menyayangi Afa. Jadi maaf kalau selama ini aku mengganggu hubungan kalian.” Jawab Artha yang terkejut karena dia sedang berbicara dengan Shane.
“Menyayangilah sewajarnya. Ketika kamu dulu menjadi kekasih Afa, aku juga tidak pernah mengganggu kalian kan? Sekarang mohon pengertiannya untuk tidak mengganggunya lagi. Karena hubungan kalian juga sudah selesai. Aku memintamu baik-baik kali ini. Namun jika kekasihku merasa terganggu lagi, aku tidak akan segan melakukan lebih dari sekedar “meminta secara baik-baik” dan mohon untuk semua keluargamu tidak lagi mengganggunya lagi.” Kata Shane menjelaskan.
“Iya kak. Salam ya buat Afa. Mungkin ini panggilan terakhir dariku.” Jawab Artha yang kemudian mematikan panggilannya.
Afa terpukau melihat Shane yang bisa mengontrol emosinya untuk tidak berbicara kasar. Tidak seperti dirinya yang langsung menunjukan rasa tidak sukanya kepada Artha. Shane mengembalikan telepon genggamnya kepada Afa.
“Kenapa sayang? Kamu melihatku seperti sedang terpesona?” Tanya Shane yang menggoda Afa.
“Kakak hebat nggak emosi sama jin tomang.” Jawab Afa yang memang terpesona karena Shane.
“Ada-ada aja kamu. Kamu dapat salam dari mantanmu. Dia bilang itu panggilan terakhir darinya, mungkin.” Kata Shane yang menyampaikan pesan dari Artha.
“Ah terserah dia mau ngomong apa. Yang jelas sekarang aku udah punya kakak. Jangan galak-galak lagi ya sama aku. Nanti aku masuk rumah sakit lagi.” Sindir Afa yang mengingatkan kejadian saat Shane marah dan Afa menunggu Shane di kantornya.
“Sayang, bahas itu lagi? Aku kan sudah minta maaf. Tapi memang benar aku cemburu tahu kalau kamu dekat Bang Sam. Entah kenapa disaat cemburu otak aku tiba-tiba nggak berfungsi gitu. Jadi maaf ya. Cemburuku bikin kamu menderita.” Kata Shane yang sangat merasa bersalah kepada Afa.
“Nggak apa-apa. Tadi aku cuma bercanda. Kakak kapan pulang ke Bandung?” Tanya Afa.
“Senin pagi. Aku harus mengantar kesayanganku dulu pergi ke kantor di hari pertamanya magang.” Jawab Shane yang kemudian mencium tangan Afa.
“Hah? Serius? Kerjaan kakak gimana?” Tanya Afa yang kaget karena Shane ingin mengantarnya dulu.
“Gampang. Pokoknya aku mau antar kesayanganku dulu.” Jawab Shane.
“Jadi besok bisa temani aku cari kost dong? Soalnya aku nggak enak kalau di rumah Imel terus.” Tanya Afa.
__ADS_1