
*** Yang sebenarnya terjadi di rumah Afa ***
“Jadi Mas udah nggak punya kesempatan lagi Fa?” tanya Artha melalui telepon.
“Berapa kali aku harus bilang nggak?”
“Jadi sebenarnya siapa pengganti Mas? Shane atau Sam?”
“Apa urusan kamu nanya gitu? Siapapun itu, itu nggak layak menyandang predikat pengganti. Karena kamu emang nggak pantas digantikan. Bukan karena kamu terlalu baik, tapi karena kamu terlalu kotor untuk digantikan orang lain.”
“Sebegitu bencinya kamu sama Mas Fa?”
“Lebih dari yang kamu pikirkan.”
“Hmmm… Mas nggak tau harus ngomong apa lagi Fa.”
“Ya nggak usah ngomong lah! Diem aja mulutnya ditutup nggak usah gangguin orang lagi. Hidup aku udah cukup berantakan gara-gara kam. Sekarang kamu datang kayak setan yang lagi ngemis. Tambah pusing tau nggak?”
“Afa yang dulu aku kenal nggak gini Fa.”
“Terserah! Mau yang dulu mau yang sekarang intinya ogah kenal lagi sama kamu!”
Afa pun menutup teleponnya. Dia sungguh sudah sangat benci terhadap Artha. Tapi entah kenapa Artha masih saja selalu mengganggu hidupnya.
Afa kembali melihat daftar pesannya. Dia sadar bahwa dia belum sempat membalas pesan dari Shane. Tadi ketika dia sedang membaca isi pesannya, tiba-tiba Artha meneleponnya sehingga Afa sempat membalas.
“Aih, mau dibalas juga udah kemalaman. Takutnya telepon genggamnya nggak di silent jadi pas aku balas nanti berisik malah ganggu kak Shane lagi. Siapa tau Kak Shane juga udah tidur. Gara-gara jin tomang nih. Lagi chat malah nelepon.” Umpat Afa yang kesal karena Artha.
Afa pun memutuskan untuk tidur karena besok dia harus ke kantor Shane untuk mengajukan permohonan Magang.
Keesokan harinya, Afa sudah bengun pagi-pagi sekali. Seperti hari biasanya, dia memesan ojeg online. Dia tidak kesiangan namun Afa selalu terburu-buru karena takut akan terlambat padahal dia selalu memberi tambahann waktu untuk estimasi macet.
Afa sampai di kantor Shane pukul 07.30. Padahal kantor Shane mulai melakukan kegiatan pada pukul 08.00. Afa menunggu kedatangan HRD di pos satpam karena pada saat dia datang, bagian front office pun masih sepi dan belum ada orang yang berjaga.
__ADS_1
Saat jam sudah menunjukan pukul 08.00, Afa pun masuk kedalam untuk berbicara dengan bagian front office. Sesampainya di dalam Afa mengatakan bahwa dia ingin mengajukan permohonan untuk magang di perusahaan itu dan Mba yang ada di front office itu pun bilang bahwa nanti berkas yang diajukan oleh Afa akan dia berikan ke HRD dulu. Afa dipersilahkan untuk pulang terlebih dahulu dan menunggu kabar. Jika nanti diterima magang atau tidaknya pikah perusahaan akan menelepon Afa.
Jam baru menunjukan pukul 08.05. Afa tahu jika Shane pasti belum datang. Karena Shane biasanya datang pukul 09.00 jika tidak ada rapat penting. Akhirnya Afa memutuskan untuk pulang. Dia memesan kembali ojeg online untuk pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Afa masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia beristirahat dan melihat telepon genggamnya.
“Abis pacaran sama Shane ya Lo?” Afa melihat balasan dari Sam yang semalam belum Dia baca.
“Apaan sih? Ngaco!” Balas Afa.
Dia juga melihat pesan dari Faris yang ternyata semalam Faris masih membalas pesannya. “Nggak apa-apa Fa. Habis ngedate ya sama pacarnya?”
“Nggak ko. Abis makan aja sama teman.” Balas Afa kepada Faris.
“Kenapa sih Fa kamu berubah gitu hanya karena satu kesalahan Mas? Tuhan ajak maha pemaaf masa kamu nggak mau maafin Mas?” Afa membaca pesan dari Artha yang masih saja mengganggu hidupnya.
“Tuhan memang Maha pemaaf. Tapi aku bukan Tuhan. Aku udah maafin kamu ko, mungkin Tuhan juga. Tapi aku bukan Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maaf aja itu udah lebih dari cukup buat kamu! Jangan dikasih hati minta jantung! Dikasih maaf minta balikan! Nggak tahu malu kamu!” Afa membalas pesan Artha dengan sangat ketus.
Mood paginya hancur karena Artha dan selalu Artha. Dia jadi merasa malas untuk melakukan hal apapun. Tidak lama kemudian telepon genggam milik Afa berbunyi. Itu adalah dengan nomor telepon yang tidak dikenal.
“Iya selamat pagi, maaf ini dengan siapa ya?” Jawab Afa.
“Saya Mega dari PT.Tomorrow Land, mohon maaf sebelumnya saya mau memberitahukan bahwa saat ini perusahaan kami sedang tidak menerima karyawan untuk magang.” Kata Mba Mega yang mungkin itu adalah bagian front office yang tadi Afa temui.
“Oh, begitu ya Mba? Kalau begitu terima kasih atas informasinya ya Mba.” Jawab Afa yang sedikit lemas.
“Iya kak, sama-sama.” Jawab Mba Mega
Setelah itu Afa mematikan teleponnya. Dia menghela nafas panjang dan sedikit berfikir keras. Dia bingung harus mencari tempat untuk magang dimana lagi.
“Bengkelnya Bang Sam kali ya? Coba dulu ah.” Kata Afa berbicara sendiri.
Ini masih cukup pagi. Afa bergegas menyiapkan berkas yang dipelukan. Pada hari itu juga dia datang ke bengkel Sam. Sebenarnya itu adalah Showroom Mobil. Hanya saja terdapat tempat servicenya juga dan Sam menyebutnya bengkel.
__ADS_1
Setelah menyusun berkas, Afa pun langsung mengganti pakaiannya lagi dan memesan ojeg online kembali. Afa langsung bergegas menuju bengkel milik Sam.
Setengah jam kemudian, Afa sampai di bengkelnya.
“Afa!” panggil seorang laki-laki ketika Afa hendak masuk kedalam bengkel.
Afa pun menoleh dan mendapati Eric sedang melambaikan tangannya. Afa pun menghampiri Eric dengan sedikit berlari.
“Hai bang.” Sapa Afa yang kini sudah berada didepan Eric.
“Hai. Ngapain Fa disini?” tanya Eric.
“Ini bang lagi nyari tempat magang. Mau nyobain disini siapa tau bisa. Abang tau nggak HRDnya siapa? Atau kalau mau ngajuin permohonan magang kemana?” tanya Afa sekaligus menjawab pertanyaan Eric.
“Ngapain cari HRD? Langsung aja ke Sam. Kan dia pemiliknya.” Jawab Eric sedikit terkekeh.
“Jangan gitu dong Bang. Nggak enak kalau nepotisme. Tadi juga aku udah nyoba ke perusahaannya Kak Shane tapi ternyata lagi nggak terima untuk magang. Jadi aku nyoba kesini.” Jawab Afa.
“Ya udah sini titip sama gue aja. Nanti gue kasih langsung ke HRDnya.” Jawab Eric menahan tawa.
“Serius bang? Ga apa-apa memang gue repotin? Jadi nggak enak.” Jawab Afa dengan senang dan sedikit malu.
“Serius. Ngapain nggak enak? Nggak ada yang gratis di dunia ini. Nanti traktir gue makan siang deh kalau Lo keterima magang disini.” Jawab Eric membujuk Afa.
“Gampang. Tapi jangan yang mahal ya. Yang secukupnya gaji gue aja ya bang.” Jawab Afa yang sedikit takut tidak bisa menepati janjinya.
“Iya siap. Jadi abis ini Lo mau ketemu Sam dulu atau mau pulang?” tanya Eric.
“Ya kalau emang udah nggak ada apa-apa mau langsung pulang sih.” Jawab Afa.
“Ya udah pulang aja. Nanti kalau emang bisa, HRDnya nelepon Lo nanti.” Jawan Eric yang menyuruh Afa pulang.
“Oke bang kalau gitu gue balik dulu ya. Terima kasih ya bang.” Jawab Afa yang kemudian meninggalkan bengkel Sam.
__ADS_1