
“Fa! Makan yuk!” Ajak Sam.
“Iya Pak! Eh, biasanya dipanggil Bapak atau apa ya?” Kata Afa yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
“Engkong.” Jawan Eric sambil sedikit tertawa.
“Kenapa nggak almarhum aja sekalian?” tanya Sam.
“Makan Fa. Janji adalah janji.” Lanjut Eric yang masih menahan tawanya.
“Ini masih belum selesai Pak. Saya harus lanjutkan dulu.” Jawan Afa secara formal.
“Emang ada yang nyuruh kalau belum selesai belum boleh istirahat?” tanya Sam yang tambah kesal.
Afa hanya diam tidak berbicara apapun. Dia menundukan kepala karena takut salah bicara.
“Udah, ayo istirahat dulu. Itu lanjut nanti saja Fa. Saya yang tanggung jawan kalau ada yang marah.” Jawab Eric menenangkan.
Afa pun memberanikan diri untuk keluar dari meja kerjanya. Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke parkiran. Sesampainya diparkiran,Afa, Sam dan Eric langsung masuk kedalam mobil Eric dan mereka pun pergi dari situ.
“Fa, santai aja ngomongnya, kita udah diluar. Jadi tadi kenapa nggak istirahat?” tanya Eric sambil menyetir.
“Gue disuruh beresin dulu kerjaannya sama Bu Clara. Jadi pas kalian ngajak makan, gue takut salah nanti gue dipecat lagi magang disini.” Jawab Afa.
“Kan Bos nya gue Fa. Ngapain takut sih sama orang lain?” tanya Sam yang semakin kesal.
“Iya udah sih. Orang udah lewat juga. Lagian kalian kalau mau ngajakin makan kenapa nggak kirim pesan aja? Kenapa sih harus datang langsung? Kan nggak enak tahu sama yang lain. Nanti dikira ada apa-apanya lagi.” Tanya Afa.
“Gue udah kirim pesan ya ke telepon genggam milik Lo. Lo aja yang nggak baca sama sekali.” Jawab Sam.
“Oh iya dari tadi gue nggak pegang telepon genggamnya.” Jawab Afa sambil senyum menyeringai.
Setelah itu Afa melihat telepon genggam miliknya. Ada pesan dari Sam, Eric, Artha, Mamanya Artha, Faris dan juga Shane.
“Fa, makan siang nanti bareng yuk!” kata Shane dalam pesan yang dia kirimkan.
“Maaf kak baru balas. Ini aku baru banget jalan sama Bang Sam sama Bang Eric juga. Kita baru aja mau makan siang. Aku baru lihat telepon nih jadinya nggak tahu tadi kalau kakak ngajak makan siang. Next time kali ya?” Balas Afa kepada Shane.
Afa tidak membalas pesan yang lainnya karena dia sudah sampai di tempat makan yang mereka tuju. Afa pun langsung bergegas keluar dari mobil dan menuju kedalam tempat makan tersebut bersama Sam dan Eric.
__ADS_1
“Jadi gimana Fa kesan-kesannya hari pertama magang?” tanya Eric.
“Nggak gimana-gimana ko.” Jawab Afa tidak banyak bicara.
“Susah nggak pekerjaannya?” tanya Eric kembali.
“Susah sih nggak, cuma ada Bahasa baru aja yang kadang bingung ini harus masuk kemana? Jadi tadi banyak nanya juga sama Bu Clara. Jatuhnya malah bikin repot deh.” Jawab Afa.
“Lo tanya aja kalau ada yang susah. Dia emang digaji untuk itu.” Jawab Sam sambil meminum jus yang baru saja disajikan oleh pelayan.
Mereka pun memakan makanan yang sudah mereka pesan karena makanan tersebut sudah disajikan oleh pelayan.
Setelah selesai makan dan Sam hendak membayarnya, Afa langsung mengeluarkan Debit Cardnya.
“Biar gue yang traktir.” Jawab Afa bangga.
Eric hanya bisa menahan tawa. Sam yang melihat kelakuan wanita pujaan hatinya juga ingin tertawa namun ditahannya.
“Ayo! Kita balik ke kantor. Soalnya kerjaan gue banyak.” Kata Afa sambil jalan duluan ke mobil sedangkan Eric dan Sam mengikutinya dari belakang.
Eric menyenggol lengan Sam dan Sam hanya menggelengkan kepalanya. Mereka berdua merasa bahwa Afa sungguh lucu karena berani mentraktir makan Bosnya sendiri.
“Jadi kenapa Lo yang harus bayar?” tanya Sam sambil menahan tawa atas kejadian tadi.
“Eh pantas aja, Lo maunya bawa Afa. Ternyata ini alasannya.” Kata Sam sambil memukul kepala Eric.
“Apaan sih? Nggak ko, gue nggak bilang gitu.” Jawab Eric yang sedikit menahan tawa.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di bengkel. Mereka sampai bengkel lewat 10 menit dari jam makan siang.
“Mampus gue.” Gumam Afa yang kemudian keluar dari mobil dan berlari menuju ruangannya.
“Takut banget dia sama si Clara.” Kata Eric yang melihat kelakuan Afa.
“Kenapa sih nggak Lo kasih kerjaan yang lain aja? Atau biar dia jadi sekertaris gue gitu.” Tanya Sam kepada Eric.
“Kan dia anak keuangan, masa magangnya jadi sekertaris? Lagian nggak apa-apa dia disana. Enak tahu liat dia seperti tak berdaya.” Tawa Eric semakin menggeleggar.
“Terserah Lo deh. Tapi kalau ada apa-apa sama dia, Lo harus tanggung jawab!” kata Sam yang langsung keluar dari mobil.
__ADS_1
“Ada apa-apa gimana sih? Orang magang doang segitunya. Yee, nggak jelas emang kalau orang sudah dibutakan oleh cinta.” Gumam Eric yang masih memarkirkan mobilnya.
*** Di Ruangan Clara ***
“Selamat Siang Bu, maaf saya terlambat.” Kata Afa yang melihat seisi kantor memperhatikannya sedangkan Clara masih terpaku dengan layar monitornya. Afa kemudian mengambil tempat duduk disamping Clara seperti tadi pagi.
“Enak kamu makan siang dengan para Bos?” tanya Clara yang masih mengerjakan tugasnya.
“Enak apaan sih? Orang gue udah biasa makan bareng mereka. Mana gue yang bayar lagi. Yang enak itu kalau makan siang sama anggota BTS.” Gumam Afa dalam hati.
“Cuma makan siang Bu.” Jawab Afa yang ketakutan dan langsung mengerjakan pekerjaannya.
Semuanya masih hening. Beberapa dari mereka ada yang mencoba melirik Afa. Ada juga yang terang-terangan melihat ke arahnya. Afa merasa canggung dengan tatapan mereka semua.
“Mana tugas yang saya kasih? Sudah selesai?” Tanya Clara kembali.
“Belum Bu, ini lagi saya kerjakan. Secepatnya saya kasih ke Ibu.” Jawab Afa yang semakin cepat mengerjakannya.
“Memang tadi saya bilang apa sebelum saya istirahat?” tanya Clara yang sambil membelikan badannya ke arah Afa.
“Situasi macam apa ini? Tuhan.” Gumam Afa dalam hati.
“Tolong selesaikan dulu ya.” Jawab Afa yang semakin ketakutan.
“Terus sudah kamu selesaikan?” tanya Clara.
“Belum Bu.” Jawab Afa yang menghentikan pekerjaannya dan menundukan kepala karena sadar bahwa Clara sedang memperhatikannya.
“Terus kenapa kamu istirahat?” Tanya Clara yang suaranya terdengar oleh seisi ruangan.
Kemudian Eric masuk kedalam ruangan. Sebenarnya Eric sudah berdiri sedari tadi didepan ruangan tersebut. Hanya saja Eric menunggu moment yang pas.
“Clara, bisa ikut saya sebentar?” tanya Eric yang memanggil Clara.
“Baik Pak.” Kata Clara yang kemudian meninggalkan ruangan dan menuju Ruangan Eric.
Clara duduk di kursi yang berseberangan dengan Eric.
“Tadi waktu saya ajak dia makan siang juga katanya dia masih ada kerjaan. Tapi dia baru saja keluar dari rumah sakit dan butuh untuk tetap menjaga Kesehatan dia. Terutama dia memang tidak boleh telat makan. Jadi tadi saya paksa dia. Afa itu adik saya beda Ibu. Jadi mohon pengertiannya untuk hari ini.” Kata Eric menjelaskan kepada Clara.
__ADS_1
“Oh adik Bapak? Maaf Pak saya nggak tahu soalnya Afa juga nggak bilang apa-apa.” Jawab Clara yang terlihat mengembangkan senyumnya.
“Iya, dia memang tidak mau mencolok. Jadi mohon dimaklumi ya dan juga mohon bimbingannya untuk kedepannya.” Lanjut Eric.