Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
Melipir


__ADS_3

“Tok.. tok.. tok..” Suara seseorang mengetuk pintu.


“Eh, Imel. Masuk!” Kata Ibunya Afa.


“Afanya sudah sampai ya Bu? Soalnya di chat nggak balas.” Tanya Imel.


“Sudah tadi siang. Mau minum apa Imel?” Tanya Ibunya Afa kepada Imel yang sudah mengambil posisi duduk di ruang tamu.


“Nggak usah repot-repot bu. Saya Cuma sebentar ko Bu. Ini bu, ada tugas kuliah yang harus saya tanya ke Afa.” Jawab Imel.


“Oh, ya sudah. Tunggu ya, Ibu panggilkan Afa dulu.” Ibunya Afa langsung menuju kamar Afa dan memanggil Afa untuk segera keluar.


“Fa, ada Imel di depan.” Kata Ibunya Afa.


“Hah? Ngapain dia malam-malam kesini?” Tanya Afa.


“Ya mana Ibu tau. Katanya sih ada tugas tuh. Ambilin minum dulu sekalian buat Imel.” Jawab Ibunya Afa yang kemudian melengos pergi. Afa langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu.


“Mel!” Panggil Afa sambil membawa air mineral untuk Imel.


“Fa. Bantuin gue dong nyusun questioner.” Kata Imel langsung ke intinya, kemudian langsung meneguk minumnya sampai habis


“Nyusun gimana?” Tanya Afa yang bingung.


“Maksud gue bantuin gue bikin pertanyaan-pertanyaan apa aja yang harus gue tanyakan di lembar questioner. Habisnya gue bingung.” Jawab Imel memelas.


“Ya tinggal tanyakan aja yang sesuai sama permasalahan lo Mel.” Jawab Afa seadanya karena pikiran Afa juga sedang memikirkan Shabe.


“Iya makanya bantuin Fa. Sekarang lo bayangin deh. Gue harus bikin 50 pertanyaan padahal intinya itu-itu aja. Jadi gue bingung harus nanya apa lagi nanti di lembar questioner. Ini harus diserahkan Senin.” Kata Imel yang seperti orang bingung.


Sebenarnya Afa ingin menolak untuk membantunya. Karena memang tugas akhirnya adalah pekerjaan individu dan bukan untuk berkelompok. Namun ini juga bisa menjadi peluang untuk Afa.


“Oke gue mau bantu. Tapi ngerjainnya di kostan lo ya!” Pinta Afa sambil berbisik kepada Imel.


“Lo mau nginep di kostan gue? Boleh-boleh. Gue jadi bisa banyak nanya sama lo.” Jawab Imel dengan hati yang gembira.


“Gue ijin dulu sama nyokap.” Kata Afa yang kemudian pergi ke kamar Ibunya.

__ADS_1


“Bu, Afa mau nginep di kost Imel mala mini. Mau ngerjain tugas sama Imel.” Afa meminta ijin kepada Ibunya.


“Kamu baru aja pulang, tinggal di rumah juga belum, sekarang udah mau pergi lagi?” Tanya Ibunya Afa yang kesal.


“Imel minta bantuan Bu, ya nggak enak kalau nggak ditolong. Waktu Afa disana juga kan nginep di rumah Imel, dijemput sama Bapaknya Imel malam-malam. Masa sekarang Imel minta bantuan Afa mau nolak?” Jelas Afa.


Ibunya Afa langsung keluar untuk menemui Imel di ruang tamu. “Mel, memang mau ngerjain tugas bareng Afa?”


“Iya Bu, saya ada tugas yang nggak terlalu paham jadi mau minta tolong Afa Bu. Kalau di ijinkan, Afa boleh nggak Bu nginep di kostan saya? Biar lebih enak ngerjain tugasnya nggak tergesa-gesa.” Jelas Imel.


“Ya udah kalau gitu. Titip Afa ya Mel. Kalau bandel jewer aja.” Ibunya Afa memberikan ijin untuk Afa bisa menginap di kostan Imel.


Afa segera mengemasi barangnya dan langsung berpamitan dengan Ibunya. Seperti biasa, Afa memesan ojeg online. Imel juga memesan dengan aplikasi yang berbeda. Mereka pergi bersama saat kedua pengemudinya sudah datang.


Tidak jauh dari rumah Afa, Afa meminta pengemudinya untuk berhenti. Ojeg yang ditumpangi Imel pun juga berhenti. Afa turun dari motor dan langsung menghampiri Imel.


“Mel, gue nanti ke kostan lo. Gue mau nyari Shane dulu ya. Lo balik duluan aja.” Kata Afa.


“Memang kenapa Fa? Terus tugas gue gimana?” Tanya Imel kebingungan.


“Mmmm… Pantas aja ngajakin nginep di kostan gue. Lo diomelin nyokap ya keluar rumah malam-malam?” Ledek Imel.


“Ah, lo tau sendiri Mel. Ya, ya, ya. Boleh ya.” Afa kembali memelas.


“Oke kalau gitu. Tapi jangan kemalaman nanti gue keburu ngantuk.” Jawab Imel.


“Siap boss. Jam 11 paling lama. Dah Imel.” Kata Afa yang kemudian berlari ke ojeg yang akan ditumpanginya.


“Fa! Sini!” Imel memanggil Afa.


“Apaan?” Afa mendekat.


“Siniin tas lo! Masa mau pacaran bawa-bawa cangkang siput?” Kata Imel sambil meminta ransel yang dipegang oleh Afa.


Afa tersenyum. Imel memang pengertian. Afa memberikan ranselnya dan berterima kasih kepada Imel lalu pergi melanjutkan perjalanannya mtnuju rumah Shane. Dia langsung meminta pengemudi untuk sedikit cepat melajukan motornya. Hingga akhirnya dia sampai di rumah Shane. Afa menekan bell rumah Shane.


“Eh, Non Afa. Kirain siapa malam-malam ada tamu. Masuk Non!” Kata Bibi yang membukakan pintu rumah.

__ADS_1


“Bi, Kak Shane ada?” Tanya Afa langsung ke intinya.


“Tuan Shane….”


“Afa!” Kata Sam yang memotong pembicaraan Bibi.


“Sudah ada Tuan Sam. Saya permisi Non.” Kata Bibi yang langsung meninggalkan mereka berdua.


“Kak Shane ada?” Tanya Afa kepada Sam.


“Shane? Nggak ada tuh dia pergi dari pagi belum pulang. Gue dari tadi di rumah nggak lihat dia.” Jawab Sam.


“Ya udah kalau gitu. Makasih ya Bang.” Jawab Afa dan hendak meninggalkan rumah Shane.


“Fa! Tunggu!” Panggil Sam sambil menarik tangan Afa.


Afa kemudian melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Sam. “Kenapa Bang?”


“Gue mau minta maaf sama lo. Sebulan ini gue sudah merenung. Gue yang salah. Gue nggak ada maksud untuk berkata kayak gitu saat itu. Maafin gue.” Jelas Sam.


“Iya, gue udah maafin lo ko. Sekarang gue pamit pergi dulu ya.” Jawab Afa.


“Gue antar ya.” Ajak Sam.


“Sebagai sahabat lo. Kayak dulu.” Lanjut Sam.


“Nggak usah, gue mau nyari Kak Sam dulu ko.” Kata Afa yang menolak ajakan Sam.


“Gue antar cari Shane. Dia kan adik gue juga. Kita cari sama-sama.” Ajak Sam kembali.


Akhirnya Afa mengangguk tanda setuju. Sam kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya. Setelah itu mereka berdua berangkat mencari Shane.


Sebenarnya Afa juga bingung harus mencari Shane dimana. Pasalnya dia bahkan tidak tahu siapa-siapa saja teman terdekatnya Shane. Berbeda dengan Sam yang terbuka, Afa malah tahu jelas lingkaran pertemanan Sam. Beberapa menit setelah memutari kota dan tidak ada hasil, akhirnya Afa memutuskan untuk pergi ke tempat dimana Shane dulu pernah mengajaknya makan malam.


“Sorry nih kalau gue ikut campur. Tapi mungkin dia lagi meeting kali? Ini kan Sabtu, walaupun memang libur tapi biasanya dia kan suka ada meeting sama koleganya kalau Sabtu.” Kata Sam menenangkan Afa.


“Tadi pagi dia jemput gue karena magang gue udah beres. Dia juga nganter gue ko sampai depan gang. Ternyata dia balik lagi karena dompet gue ketinggalan. Dia nunggu 1 jam lebih kalau gue lihat dari pesan pertamanya dia. Tapi, gue lagi sama Artha. Artha datang ke rumah dan Mamanya ngajak gue jalan. Gue nggak bohong, gue sudah berusaha menolak. Tapi mereka tetap ngeyel. Sedangkan gue juga belum jujur sama nyokap jadi nyokap kan tahunya gue masih sama dia. Ya dengan terpaksa gue jalan aja. Gue nggak ngapa-ngapain sama dia. Ngobrol aja seperlunya. Tapi ternyata Kak Shane lihat gue jalan sama Artha. Habis itu ya udah gue nggak bisa menghubungi dia. Makanya gue takut dia kenapa-kenapa.” Afa menjelaskan kronologinya dari awal sampai akhir dengan raut wajah yang sangat cemas.

__ADS_1


__ADS_2