Pesona Wanita Yang Dikhianati

Pesona Wanita Yang Dikhianati
Darurat


__ADS_3

Shane pun turun dari ruangannya karena dia sudah tidak melihat Afa lagi. Dia akhirnya membaca semua pesan yang Afa kirimkan yang sejak tadi dia sengaja tidak pedulikan. Hati Shane sedikit tersentuh karena perjuangan Afa untuk meminta maaf kepadanya.


“Pak, baru mau pulang?” Tanya Satpam yang menghampiri dan membawakan paying untuk Shane.


“Iya Pak, habis lembur.” Jawab Shane.


“Oh. Tadi ada anak perempuan nungguin bapak pulang. Lama banget dia nunggunya. Katanya dari jam makan siang. Baru aja dia pergi. 10 menit yang lalu kira-kira.” Kata Satpamnya.


“Pakai ojeg dia pak pulangnya?” tanya Shane.


“Nggak pak, dia jalan hujan-hujanan kedepan. Katanya mau nyari Bus soalnya telepon genggamnya mati habis baterai jadi nggak bisa pesan ojeg.” Jawab Satpam tersebut.


Mendengar perkataan Satpam tersebut, hati Shane mendadak was-was. Pasalnya hujannya sangat deras dan disertai angin dan petir. Shane juga tidak tahu Afa dimana sekarang. Shane pun langsung bergegas masuk kedalam mobilnya dan menuju perjalanan untuk pulang.


*** Di tempat Afa ***


Afa sedang berteduh di pinggir jalan depan toko yang sudah tutup. Sesekali dia berjalan, sesekali dia berlari. Dari satu toko ke toko lainnya. Badannya sudah basah kuyup walaupun dia berteduh. Anginnya cukup kencang sehingga membawa air hujan membasahi pinggiran toko.


“Tanggung basah ya Fa. Nasibmu memang selalu sial. Kenapa ya orang kaya selalu memperlakukan aku seperti ini? Nggak Artha, nggak Kak Shane semuanya sama.” Pikirnya dalam hati sambil menyilangkan tangannya karena kedinginan.


Wajahnya sudah sangat pucat. Dia bahkan belum makan dan minum sejak tadi pagi. Badannya mulai menggigil dan pikirannya mulai mengembara.


Sebuah mobil menghampiri, kacanya perlahan turun. Shane memanggil Afa yang sedang berdiri kedinginan.


“Afa! Masuk!” suruh Shane dari dalam mobil.


Senyum Afa mengembang. Akhirnya orang yang dia cari muncul dihadapannya. Afa berjalan perlahan mendekatinya. Tangannya terhenti ketika hendak membuka pintu mobil.


“Fa, sadar diri! Lihat dia siapa dan ngaca kamu siapa? Bahkan uang gaji kamu saja nggak akan cukup untuk biaya cuci mobilnya kalau basah.” Pikir Afa dalam hati.


“Kak, ini buat kakak. Sebagai permohonan maaf aku karena udah buat Kak Shane marah.” Kata Afa yang mengambil keresek di dalam tasnya dan mengimpan keresek itu diatas kursi mobil melalui jendela yang terbuka.


“Dari tadi aku nungguin kakak tapi mungkin kakak lagi sibuk. Aku cuma mau ngasih itu aja ko kak dan mau minta maaf sama kakak.” Setelah itu Afa pergi berlari meninggalkan Shane yang masih berada di dalam mobilnya.


“Sampai kapan kamu mau jalan kaki? Ini sudah malam dan lagi hujan. Ayo masuk!” Kata Shane yang terus mengikuti Afa menggunakan mobilnya.


Afa hanya diam dan terus mempercepat langkahnya.

__ADS_1


“Fa! Ayo dong jangan kayak anak kecil gitu.” Kata Shane.


Kepala Afa mulai sakit. Perlahan pandangannya memudar.


“Fa!” Sam menggoyangkan tubuh Afa untuk menyadarkannya. Sam membawa Afa masuk kedalam mobilnya.


“Sam!” Teriak Shane.


“Banci!” Teriak Sam sambil masuk ke kursi pengemudi mobil setelah membawa Afa masuk kedalam kursi penumpang.


Sam menancap gas nya dengan kecepatan tinggi. Kini dia sudah melihat bahwa Afa sudah tidak sadarkan diri. Shane masih mengejar Sam yang perlahan semakin menjauh.


“Sial!” umpat Shane yang kehilangan jejak Sam.


*** Di mobil Sam ***


“Fa! Bangun Fa.” Sam menggoyangkan badan Afa namun tidak ada jawaban. Dia menyelimuti badan Afa dengan jaket yang dia kenakan. Sam juga mematikan AC mobilnya agar Afa tidak kedinginan. Sam membawa Afa ke salah satu rumah sakit terdekat.


“Afa kenapa Sam?” tanya Maminya yang kebetulan saat itu sedang jadi dokter jaga di rumah sakit.


“Afa pingsan Mam. Tolong Sam Mam! Bangunin Afa.” Jawab Sam sangat panik.


Sam langsung kebagian administrasi, setelah itu Sam langsung kembali ke UGD.


“Mam, Afa gimana?” tanya Sam masih dalam keadaan panik.


“Nggak apa-apa ko, dia mungkin kecapean ya? Juga belum makan. Soalnya perutnya kosong tuh. Kamu pulang sana! Afa biar Mami yang jaga.” Jawab Mami.


“Sam mau jagain Afa Mam. Boleh ya?” pinta Sam memelas.


“Boleh tapi kamu pulang dulu aja. Ganti bajunya. Nanti kalau kamu ikutan sakit gimana?” kata Mami.


“Sam tunggu Afa bangun dulu baru Sam pulang ya.” Pinta Sam.


Maminya hanya mengangguk karena tahu anaknya sangat keras kepala. Sam memegang tangannya Afa. Tangannya begitu dingin dan wajahnya pucat.


“Hallo, Shane?” Mami menelepon Shane melalui telepon rumah sakit.

__ADS_1


“Iya Mam, kenapa?” Tanya Shane.


“Shane bisa tolong ambilkan baju dan celana untuk ganti Sam? Soalnya Sam basah kuyup.” Pinta Mami.


”Sam lagi sama Mami? Dimana? Iya nanti Shane bawakan.” Jawab Shane senang karena tahu keberadaan Sam.


“Lagi di rumah sakit Shane, Afa tadi pingsan. Tolong sekalian minta Bibi siapin baju Mami buat Afa.” Jawab Mami.


“Tapi Afa baik-baik saja kan Mam?” Tanya Shane.


“Iya, dia baik-baik saja ko Shane. Kamu cepat kesini ya. Kasihan Sam kedinginan.” Jawab Mami.


Shane pun menutup teleponnya dan langsung meminta Bibi untuk menyiapkan baju untuk Afa. Shane sendiri bergegas menyiapkan baju untuk Sam. Setelah semuanya selesai, Shane langsung menuju Rumah Sakit tempat Maminya bekerja malam ini.


“Fa, Afa sudah sadar. Mam, Afa Bangun,” Kata Sam senang.


“Bang Sam? Mami?” tanya Afa lirih.


“Afa istirahat dulu ya. Kita pindah ke ruang perawatan dulu.” Jawab Mami.


“Iya Mam.” Jawab Afa.


“Lo kenapa nggak makan hari ini?” Tanya Sam kesal.


“Ko tau belum makan?” tanya Afa.


“Ya Mami yang kasih tahu perut Lo bunyi katanya.” Jawab Sam meledek.


“Hahaha masa? Iya gue lupa. Ngomong-ngomong kenapa dibawa ke Rumah Sakit segala sih? Kan gue Cuma lapar.” Tanya Afa.


“Soalnya wajah Lo pucat sekali. Lo udah nggak makan, hujan-hujanan lagi. Kayak anak kecil aja.” Jawab Sam.


“Terus gimana Lo bisa sama gue?” tanya Afa bingung.


“Tadi gue mau ke club, eh di jalan lihat mobil Shane jalannya pelan. Pas gue lihat ternyata ada Lo lagi hujan-hujanan.” Kata Sam.


Afa baru ingat bahwa tadi Shane sedang memintanya masuk ke dalam mobil, tapi setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.

__ADS_1


“Tunggu disini, gue nyari makan dulu buat Lo. Ini, pegang telepon gue. Kalau ada apa-apa telepon ke nomer gue yang satunya. Passwordnya tanggal lahir Lo.” Kata Sam memberikan telepon genggam miliknya dan langsung pergi mencari makan untuk Afa.


“Hampir jam 12 malam gini disuruh makan? Emang kuntilanak apa?” gumam Afra dalam hati.


__ADS_2