Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 20


__ADS_3

Yan Chen tersenyum tipis, meski kini tubuhnya penuh luka, tapi rencananya untuk membuka dantian tengahnya telah berhasil, segel yang dulu tertanam didalam dantiannya telah hancur dan kini bocah berusia tiga tahun itu telah berhasil menerobos hingga ke ranah bumi tahap awal.


Sementara kedua ratus orang pria berbaju hitam masih melongo ditempatnya, betapa mujurnya bocah itu hingga tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berkultivasi, atau pun melakukan pelatihan tertutup. Dia telah melewati ranah kultivasi dengan sangat cepat.


"Cukup! Hentikan serangan kalian! Kurasa bocah itu memang sengaja ingin memancing kita untuk menyerang dia kembali agar ranah kultivasinya semakin meningkat." ucap salah seorang pria berbaju hitam yang sudah mulai menyadari keganjilan dari tubuh Yan Chen.


Sedangkan Yan bersaudara terlihat menggelengkan kepalanya dengan lemah, baru saja mereka melesat dengan cepat untuk memberikan pertolongan pertama pada putra mahkota kekaisaran Xiao itu, tapi keajaiban tiba-tiba saja muncul.


Bahkan, meskipun saat ini tubuhnya penuh luka, bocah itu terlihat sangat puas dan berniat melanjutkan pertempuran yang tertunda kembali karena gangguan dari peningkatan kultivasinya secara singkat dan juga cepat itu.


Kaisar Geng Jingyi dan keluarga juga dibuat bertepuk jidat, bagaimana bisa bocah itu melakukan hal gila yang bahkan bisa saja melenyapkan jiwanya hanya untuk penaikan ranah kultivasinya ke tingkat yang lebih tinggi.


Benar-benar sangat membingungkan bagi mereka. Ini tidak masuk akal, sangat mustahil. Bahkan kultivator tingkat tinggi pun belum tentu bersedia melakukannya.


Yan Chen mengibaskan lengan hanfunya, mata tajamnya menunjukkan cibiran pada dua ratus orang lawan yang kini dihadapinya, bibirnya melengkung keatas menunjukkan senyuman mengejek.


Swoooosh...


Tiba-tiba saja sebuah energi besar muncul dari kibasan tangan nya mengandung aura yang sangat pekat, itu adalah teknik kibasan petir dan hanya seseorang yang berada ditingkat dewa-dewi saja yang mampu mengeksekusi gerakan tersebut.


Tapi ternyata bocah laki-laki dihadapan mereka saat ini mampu melakukannya. Kedua ratus orang itu pun bergegas untuk menghindari serangan besar yang kini di luncurkan oleh Yan Chen dengan kecepatan penuh, mereka mulai melesat untuk menjauhi tempat itu dan bergerak melompat agar tak terkena efek dari serangan besar yang dibuat Yan Chen.

__ADS_1


Booom...


Serangan itu akhirnya mengenai tanah kosong dan berhasil membuat kerusakan besar, hingga beberapa pepohonan besar pun tumbang.


Energi yang dimiliki bocah itu meningkat drastis, dia tak lagi malu-malu menunjukkan kemampuan nya dan langsung mengeksekusi jurus terbaik yang pernah dipelajari nya dari sebuah kitab bela diri dengan menggunakan 30% energi Qi miliknya.


Orang-orang berbaju hitam terus melesat kesana kemari untuk menghindari gelombang serangan yang seperti pisau tajam namun beraura petir merah.


Tapi entah kenapa serangan itu bergerak untuk mengejar mereka, seolah ada seseorang yang mengendalikan nya. Mereka terus melompat dengan gesit untuk menghindar sambil sesekali mengayunkan pedangnya untuk membendung serangan lawan.


Trang...


Trang...


Booom...


"Hohoho.. Sepertinya teknik bertempurmu semakin meningkat saja!" puji Yan Cheng sembari mengangkat kedua jempolnya ke atas. Sedangkan Yan Lu dan Yan Dong hanya menepuk jidatnya melihat tingkah dari adik bungsu mereka.


Yan Chen hanya melirik sebentar, dia bukan orang yang haus akan pujian, terlebih jika pujian itu di peruntukkan jurus yang dia eksekusi saat ini, itu hanyalah jurus yang biasa untuknya, tapi mungkin orang lain akan menganggap jika itu jurus yang paling ganas dan mematikan.


Baaaam...

__ADS_1


Akhirnya setelah bosan mempermainkan kedua ratus orang pria berbaju hitam itu, Yan Chen langsung melemparkan serangan terganas miliknya, serangan yang mampu membuat siapapun muntah darah, karena fisiknya yang masih kecil dan juga jurus yang baru pertama kali mereka lihat namun mampu menghancurkan tubuh siapa pun lawannya hingga tak berupa.


Yan Chen menggunakan energi perubahan naga untuk melakukan serangan lanjutan dengan mengeksekusi jurus terbaik miliknya dimasa lalu, jurus penghancur jiwa.


Meskipun saat ini ranah kultivasinya baru mencapai tahap bumi, nyatanya tak membuat bocah itu kesulitan untuk mengeluarkan jurusnya, bukan karena dia terlalu hebat, tapi pecahan ingatan dan juga kekuatan yang tersimpan dalam tato naga di dahinya lah yang membuat bocah itu mampu melakukan serangan jiwa meskipun tidak sedahsyat saat kehidupan pertamanya sebagai seorang kaisar angin.


Semua orang dibuat bergidik ngeri melihat kekuatan yang dikeluarkan oleh bocah itu, tak terkecuali dengan ketiga bersaudara Yan, mereka terlihat begitu takjub sekaligus penasaran, dari mana Yan Chen belajar jurus itu? Dan bagaimana caranya dia bisa menggunakan nya meskipun fisiknya masihlah balita?


Pertanyaan itu terus saja menggelayuti fikiran ketiga bersaudara Yan, sedangkan kaisar Geng Jingyi mulai memikirkan sesuatu, bukankah bocah itu terlalu mengerikan? Tapi jika dia berhasil mengajak bocah itu bekerjasama, tentu saja kekaisaran nya akan ditakuti oleh seluruh kekaisaran yang ada di dunia xingguan ini, terlebih untuk wilayah benua barat.


Siapa yang tidak akan takut jika kekuatan bocah itu begitu mengerikan? Bahkan dua ratus orang kultivator dengan ranah jendral hanyalah mainan untuknya.


Kaisar Geng Jingyi semakin penasaran dengan bocah yang saat ini ada dihadapannya, jika diusia yang sekecil ini sanggup membuat lautan darah dari musuh-musuhnya, lalu bagaimana jika dia sudah besar nanti?


Dia pasti akan jadi monster yang paling ditakuti di seluruh dunia xingguan, lalu musuh mana yang akan berani melawannya? Bahkan semua orang pun masih menyayangi nyawa mereka hingga tak akan mau berbentrokan dengan kekuatan dahsyatnya dan memilih untuk mencari jalan damai.


Kaisar Geng Jingyi segera bangkit diikuti oleh permaisuri, kedua selir dan kelima putra putrinya yang kini terlihat begitu pucat pasi karena menyaksikan pembantaian manusia dengan cara yang paling kejam.


Mereka mulai melangkahkan kaki dan mendekat ke arah Yan bersaudara.


"Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan nyawa zhen beserta keluarga dari orang-orang berpakaian hitam itu! Jika tuan muda dan yang lain tidak keberatan, zhen ingin sekali menjamu kalian semua di istana!" tutur kaisar Geng Jingyi dengan penuh kesopanan.

__ADS_1


Yan Chen berbalik, raut wajah bocah itu terlihat sangat dingin, dia yang sudah terbiasa hidup diistana sudah tidak heran lagi dengan maksud yang diucapkan oleh kaisar Geng Jingyi, sudah pasti kaisar itu ingin membangun hubungan baik dengannya.


Tapi bukan itu yang diinginkan oleh Yan Chen, saat ini bocah itu harus segera menuju kesuatu tempat untuk segera menaikan ranah kultivasinya sekaligus membuka segel terakhir yang telah tertanam dalam dantian atasnya dan segera berkelana untuk mencari sang istri kesayangannya.


__ADS_2