
Trang...
Trang...
Trang...
Suara pertarungan terjadi kembali, antara Patriark Xie Luoyang dengan 200 ekor beast spirit elang yang berelemen petir itu, saat ini terlihat di atas langit petir berwarna ungu berderak-derak menandakan jika kedua 200 best spirit elang itu telah menggunakan sebagian dari kekuatannya untuk menyerang patriark Xie yang begitu disegani di seluruh kekaisaran Xiao.
Pria tua itu terlihat sangat terkejut, dia tak menyangka jika 200 spirit beast itu akan bergerak dengan sangat cepat dan langsung memberikan serangan telak terhadap dirinya, yang saat ini mulai terdesak akibat serangan petir milik spirit beast Elang itu.
Andai saja saat tadi dirinya meminta kepada para Jenderal kekaisaran, untuk bergerak ke arahnya bukan ke arah Yin Chan, mungkin saat ini dia tak perlu kesulitan, dalam menghadapi kedua ratus spirit beast tingkat 6 itu.
Meskipun nyatanya, kekuatan yang dimiliki oleh beast spirit itu setingkat lebih rendah di bawah ranah kultivasinya, namun dengan jumlah yang sangat besar, sudah pasti dirinya akan berakhir dengan kekalahan.
Namun bukan Patriark Xie Luoyang namanya, jika tidak menggunakan trik licik untuk memancing agar ke-200 beast spirit itu bergerak cepat untuk menyerangnya, dia sengaja akan berlari ke arah utara menuju tempat di mana Yin Chan berada, agar mendapatkan tambahan kekuatan untuk bisa mengalahkan ke 200 spirit beast itu.
Dia masih ingat jika di wilayah Utara saat ini, Yin Chan hanya dikepung oleh 50 spirit beast monyet api, pria tua itu sangat yakin jika jenderal kekaisaran telah mengirimkan lebih dari 500 orang prajuritnya ke arah utara, demi untuk menyelamatkan ahli formasi itu.
Dia bahkan tak tahu jika ketiga jenderal kekaisaran Xiao itu bahkan telah menghembuskan nafas terakhir mereka dan jasadnya telah sampai kembali ke depan Istana kekaisaran.
__ADS_1
Sementara di wilayah utara saat ini, Yin Chan telah dibantu oleh 200 orang prajurit kekaisaran Xiao untuk menghadapi 50 spirit beast monyet api, mereka telah mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan milik mereka masing-masing dan segera maju dengan kekuatan penuh, untuk bisa menumbangkan satu persatu dari ke-50 best spirit monyet api itu.
Para prajurit bahkan terlihat sangat menikmati pertempuran hidup dan mati antara mereka dengan spirit beast tingkat 8, karena bertekad untuk mendapatkan inti spirit agar bisa menaikkan kembali ranah kultivasi mereka yang sempat mandek.
Hingga akhirnya semangat yang membara dari dalam hati para prajurit itu pun menjadikan langkah mereka semakin cepat, untuk bisa segera mengatasi dan juga melenyapkan spirit beast monyet api tingkat 7 itu.
Andai saja mereka tahu saat ini ke-50 beast spirit monyet api hanya sedang bermain-main, mereka belum menggunakan kekuatan aslinya dan hanya menggunakan teknik dasar dalam penyerangan maupun bertahan.
Ke-50 spirit beast itu sengaja menyimpan kartu truft milik mereka sebagai kejutan akhir untuk Yin Chan dan juga para prajurit kekaisaran Xiao yang telah berani menerobos masuk ke dalam hutan Pandora, Padahal mereka semua tahu jika para penghuni hutan Pandora tidak memberikan izin kepada siapapun untuk masuk ke dalam wilayah kekuasaan Liu Lin ini.
Sementara di tempat lain Liu Lin masih tengah bersantai sambil menikmati hidangan yang tersaji di atas meja, dia juga segera mengambil gitar dari ruang dimensi miliknya dan bernyanyi dengan sangat riang di hadapan seluruh penghuni hutan Pandora, membuat keriuhan tersendiri.
Tepuk tangan bergema dari kanan dan kiri, terlihat para penghuni hutan Pandora begitu menikmati alunan merdu suara Liu Lin yang sangat lembut, mereka tak menyangka jika bocah kecil itu ternyata memiliki bakat yang sangat luar biasa dalam tarik suara, terlebih tangan kecilnya dengan sangat lihai memainkan senar gitar, bagaikan seorang profesional.
Tepuk tangan lagi-lagi terdengar begitu Liu Lin menyelesaikan satu buah lagu, dengan lirik yang sangat sederhana namun karena penghayatannya yang luar biasa, membuat semua orang yang mendengar pun akhirnya merasa ikut terhanyut, dalam nyanyian dari bocah kecil itu.
Mereka benar-benar merasakan bagaimana perasaan yang saat ini tengah di dialami oleh seorang Liu Lin, yang tengah dilanda kerinduan dan juga perasaan resah berkepanjangan, karena terpisah dari seseorang yang teramat penting untuk hati dan juga jiwanya.
Mereka seolah Tengah ditarik oleh satu kekuatan tersembunyi, di mana lagu yang dimainkan Liu Lin membuat mereka sadar tak sadar, akhirnya menitikkan setetes bening air mata.
__ADS_1
Merasakan betapa berat ujian yang dialami oleh gadis itu, hingga dia harus terpisah dari orang yang dikasihinya, bahkan hingga berlanjut bertahun kemudian, mereka belum juga berhasil dipertemukan.
Liu Lin segera menyimpan kembali gitar miliknya ke ruang dimensi, sementara semua orang saat ini terlihat berwajah merah dengan mata sembab, sepertinya lagu yang dinyanyikan oleh Liu Lin berhasil menghipnotis mereka semua, hingga terbuai dalam nada-nada yang penuh dengan Kerinduan.
"Astaga! Apa yang terjadi? Kenapa kalian semua melotot seperti itu?" teriak Liu Lin dengan suara cemprengnya sambil berdiri dan menepuk bo*ongnya kemudian berjalan dengan menggendong kedua tangannya di belakang punggung.
Dia memperhatikan satu persatu para penjaga hutan Pandora, yang saat ini masih Menghadang orang-orang dari kekaisaran Xiao yang menerobos masuk menuju ke hutan Pandora.
Semua orang pun akhirnya tersadar mendengar teriakan dari bocah kecil itu, mereka segera mengusap air mata yang terlanjur mengucur dengan sangat deras dan kembali tersenyum ceria.
Tak ada yang harus mereka takutkan, itu hanyalah sebuah nyanyian, tidak mungkin jika Liu Lin yang masih sangat kecil mengalami nasib tragis perpisahan dengan seseorang yang begitu disayanginya, bahkan jika pun benar itu pasti bukan Liu Lin.
Karena Liu Lin milik mereka hanyalah seorang bocah kecil yang bahkan usianya pun belum genap 10 tahun. Tidak ada bocah yang memikirkan pernikahan, semua masih terus meningkatkan ranah kultivasi mereka masing-masing, agar di masa depan bisa membanggakan seluruh keluarga dan juga hutan Pandora sebagai tempat di mana mereka terlahir dan dibesarkan.
Di hadapan dunia, mereka ingin menjadi yang paling hebat dan terkuat, agar bisa berdiri sama tinggi dengan gadis kecil yang selama ini begitu mereka kasihi, Siapa yang tak tertarik dengan Liu Lin?
Wajah cantik dan menggemaskan, bulu mata lentik dengan bibir semerah ceri, bahkan rambut keperakan miliknya bagaikan kristal di tengah telaga yang tersinari oleh cahaya matahari, terlihat begitu memukau mata meskipun aura yang dipancarkan dalam tubuh bocah perempuan itu sangatlah dingin.
Namun berbanding terbalik dengan sifatnya yang sangat hangat terhadap semua orang yang ada di hutan Pandora, mereka tak ingin berpisah dengan bocah itu meskipun suatu hari nanti mereka kembali lagi di reinkarnasikan, semoga dalam kehidupan mendatang mereka masih tetap diberikan berkah agar bisa mengikuti Liu Lin kesayangan mereka.
__ADS_1