Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 44


__ADS_3

Setelah mengganti hanfunya, akhirnya Liu Lin pun kembali ke ruang pemurnian pil, dia segera mencari tempat yang cocok untuk dirinya melakukan kultivasi, demi bisa meningkatkan kekuatan jiwanya yang saat ini masih sangat lemah.


Saat ini bocah itu merasa jika kekuatan yang dia miliki tidaklah sebanding dengan saat di kehidupannya yang lalu, sehingga mungkin dalam pembuatan pil tingkat dewa akan menguras lebih banyak kekuatan fisik dan juga kultivasinya, dan hal itu tentu saja tidak akan baik untuk dirinya.


Setelah sampai di ujung tempat itu Liu Lin pun segera mendudukkan dirinya, dia mengambil sikap lotus dan segera memejamkan matanya. Bocah itu berusaha untuk mengeluarkan jiwanya dari dalam tubuh fana yang didiaminya, kemudian segera melatih jiwanya dengan tekanan yang sangat berat yang sengaja dia buat dengan formasi yang baru saja berhasil dia ciptakan.


Jiwa Liu Lin hampir saja tidak kuat menahan tekanan, bukan hanya karena tubuhnya yang masih kecil, namun saat itu dia baru melatih ketangkasan dan juga ketahanan fisiknya kemudian ditambah dengan berkultivasi. Sementara untuk kekuatan jiwanya sendiri bocah itu belum juga melakukan peningkatan.


Tiga puluh hari berlalu...


Akhirnya Liu Lin pun kembali membuka matanya, dia merasa sedikit puas dengan peningkatan yang terjadi pada jiwanya, meskipun dia belum bisa mencapai tahap yang sama dengan kekuatan jiwanya di masa lalu, namun bocah itu tetap bahagia, setidaknya dia tak lagi harus kesulitan dalam memurnikan pil dengan tingkatan yang lebih tinggi lagi.


Setelah beristirahat selama satu hari satu malam akhirnya Liu Lin pun kembali mengunjungi gudang yang berisi tanaman herbal dan juga tanaman spirit, untuk mencari beberapa bahan pembuatan pil tingkat dewa yang memang akan segera dia praktekkan dalam waktu tak lama lagi.


Liu Lin membutuhkan satu tanaman spirit yaitu daun empat warna, namun ketidaktersediaan benda itu di ruang dimensi miliknya, membuat bocah itu akhirnya mencoba untuk menggantinya dengan batang bunga altasia.


Zhuuung...


Liu Lin membuat formasi yang mengurung tubuh kecilnya sebelum dia melakukan teknik yang baru saja dia dapatkan dari manual kultivasi yang secara keseluruhan pengetahuan di dalamnya telah terserap dan juga tersalin ke dalam memori otak bocah itu.


Tak lama Liu Lin pun segera menyalakan tungku miliknya hingga suhu tertentu, tangan kiri bocah itu melemparkan berbagai macam tumbuhan spirit dan juga tumbuhan herbal ke dalam tungku, sedangkan tangan kanannya terus mengontrol api abadi miliknya agar tidak pecah, kekuatan jiwanya dia fokuskan untuk pemurnian pil dan juga pelepasan kotoran yang mengendap di dalam pil yang dibuatnya.


Begitu seluruh tanaman spirit dan juga tanaman herbal bersatu menjadi esensi, terlihat sedikit penguapan dari tungku yang ada di hadapan bocah itu, Namun ternyata formasi yang sebelumnya dibuat oleh Liu Lin berhasil mengembalikan energi yang keluar karena hasil penguapan dan mengembalikannya ke dalam tungku, sehingga tidak ada sedikitpun yang terbuang.

__ADS_1


Akhirnya setelah menghabiskan waktu sekitar 5 kali pembakaran dupa, Liu Lin pun berhasil dalam pembuatan pil pertamanya. Aroma pil pembangkit jiwa tingkat dewa itu pun menguar hingga memenuhi ruangan.


Pil buatan Liu Lin itu, bisa digunakan oleh seseorang yang dentiannya terluka, karena tidak kuat menahan serangan energi petir yang sangat dahsyat saat ujian kenaikan ranah kultivasinya, sehingga membuat sang kultivator akhirnya tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya bisa tergeletak di atas tempat tidur.


Tak hanya itu saja, bahkan pil itu juga bisa membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi sembuh total, bahkan dia bisa mengulang kembali kenaikan ranah kultivasinya seperti sebelum terluka.


Pil itu juga bisa membuat tulang seseorang menjadi semakin kuat, bahkan energi tubuhnya bisa menguap dengan sangat dahsyat, sekalipun tanpa mempergunakan aura kultivasinya sama sekali.


Liu Lin memperlihatkan selengkung senyuman tipis, gigi-gigi bocah itu nampak seputih kapur, matanya terlihat tajam dengan rona bahagia terpancar dari paras cantiknya.


Ahirnya Setelah perjuangan panjang, Liu Lin pun berhasil membuat terobosan baru dalam dunia alkimia, sehingga membuat dirinya semakin percaya diri.


Setelah beristirahat beberapa saat, akhirnya bocah itu pun segera kembali membuat beberapa macam pil, dengan berbagai campuran yang telah dirancang oleh otak kecilnya, dia tidak ingin membuat pil yang biasa, harus berbeda, dan hal itulah yang dia pikirkan saat ini.


Hampir 40 hari Liu Lin berada di ruang pemurnian pil, hingga akhirnya ruangan itu pun bagaikan gudang dibuat oleh bocah itu, ratusan botol giok bertebaran di mana-mana, hingga membuat seluruh keluarganya yang baru saja memasuki tempat itu tercengang, akibat melihat ribuan pil tingkat dewa yang telah berhasil dibuat oleh bocah itu.


Dia beserta putra-putranya yang lain bukanlah apa-apa, meskipun saat ini mereka semua telah berada di ranah dewa-dewi tingkat akhir, nyatanya hal itu juga berkat kemampuan Liu Lin dalam menciptakan berbagai macam pil tingkat tinggi dengan kemurnian 100%.


Selama berada di dalam ruang dimensi, seluruh keluarga dari kerajaan cahaya terus mengkonsumsi pil peningkat kultivasi, mereka pun melakukan pelatihan tertutup agar bisa menaikkan ranah kultivasinya yang saat itu baru saja mencapai ranah dewa-dewi tingkat awal, agar bisa setara dengan Liu Lin yang sudah berada di ranah dewa-dewi tingkat akhir.


Namun karena keberadaan mereka di dalam ruang dimensi milik Liu Lin, yang memiliki energi Qi yang sangat padat, akhirnya dalam waktu srpuluh tahun, semua orang yang ada di tempat itu berhasil menerobos hingga ke ranah dewa dewi tahap akhir.


Mereka tidak ingin melanjutkan pelatihan tertutup karena batas dari tanah kultivasi selanjutnya adalah ranah reinkarnasi. Seorang kultivator yang sudah berada di ranah kultivasi tingkat reinkarnasi akan diberikan dua pilihan, hidup abadi dalam kesendirian ataukah terlahir kembali tanpa kultivasi tentunya.

__ADS_1


Hal itu membuat semua orang yang ada di ruang dimensi milik Liu Lin menjadi berfikir dua kali, hidup abadi namun sendirian artinya mereka akan merasakan kesepian, sedangkan terlahir kembali tanpa kultivasi berarti mereka juga harus mengulang kembali pelatihan berat yang pernah dilakukannya di kehidupan sebelumnya agar bisa kembali menjadi seorang kultivator, sedangkan selama ini untuk bisa mencapai ranah dewa-dewi tingkat akhir, mereka pun harus menggunakan pil yang telah dibuat oleh Liu Linin saat dalam kehidupan ketiganya yaitu sebagai seorang Xiu Juan, sang permaisuri dari kekaisaran angin.


Bukan hanya para prajurit ataupun keluarga dari kerajaan cahaya saja yang tidak ingin meningkatkan ranah kultivasi mereka lebih tinggi, namun keluarga dari kekaisaran angin, kekaisaran bintang dan juga kekaisaran Zhao sama-sama bertekad untuk tidak menaikkan kembali ranah kultivasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi, agar mereka tidak perlu menjalani kehidupan reinkarnasi.


Mereka tentu sangat bahagia dengan keluarga yang mereka miliki saat ini, setidaknya berada di ranah kultivasi tingkat dewa dewi tahap akhir, sudah membuat mereka semua bangga karena pencapaian hingga tahap itu, memerlukan banyak sekali pengorbanan dan juga pelatihan yang sangat berat.


Ketiga anggota kekaisaran dari masa lalu yang saat ini berada di ruang dimensi milik Liu Lin beserta keluarga dari istana kerajaan cahaya, tentunya melewati banyak waktu dengan sangat gembira, selain mereka bisa membangun beberapa buah istana di ruang dimensi milik Liu Lin, nyatanya mereka juga bisa mendapatkan manfaat dari tumbuhan herbal yang ditanam di sana.


Aura langit dan bumi yang terserap di dalam ruang dimensi milik Liu Lin sangatlah tebal, hingga mereka berkali-kali mendapatkan penerobosan tingkat kultivasi dari waktu ke waktu dengan sangat cepat.


Mereka bahkan tidak menduga jika ruang dimensi milik Liu Lin itu akan semakin melebar dan semakin luas seiring dengan semakin meningkatnya kekuatan sang pemilik.


Saat ini Liu Lin telah kembali pada ranah aslinya yang berada di tingkat dewa-dewi tahap akhir, hal itu menjadikan ruangan dimensi miliknya menjadi 100 kali lebih luas daripada sebelumnya, sehingga seluruh penduduk yang ada di sana pun akhirnya bisa mendirikan bangunan untuk tempat tinggal mereka sendiri dan juga keluarganya.


...----------------...


Author ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi para readers yang sedang menjalankannya, semoga diberikan kelancaran, dan amal ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


Amin..


Allahumma Amin...


Author juga ingin meminta maaf jika ada salah kata atau perbuatan author yang menyinggung perasaan dari readers semua, semoga kita bisa kembali dipertemukan dengan Idul Fitri.

__ADS_1


Untuk dua hari ke depan, mungkin author hanya bisa up satu bab perhari, karena ada satu dan lain hal yang harus author selesaikan. Author berharap, readers bisa memakluminya.


Author juga kembali mengingatkan, jika give away telah kembali dibuka, dan hanya ada tiga orang pemenang dari 3 novel yang diikutsertakan dan masing-masing akan diberikan uang tunai sebesar Rp100.000


__ADS_2