Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 32


__ADS_3

Seorang bocah duduk di atas batu yang berlumut, bahkan hanfu yang dipakainya pun terlihat dipenuhi oleh tanaman rambat, rambutnya keperakan tertiup angin, namun tak membuat konsentrasi bocah yang telah melakukan kultivasi selama 6 tahun terakhir itu terpecah.


Hari ini, Liu Lin telah berusia 9 tahun, namun matanya masih tertutup, seolah dia masih enggan untuk kembali ke dunia xingguan, dia tak ingin meninggalkan pelatihannya, meskipun saat ini seluruh keluarganya telah berkumpul menunggu dia membuka mata.


Ratu Lin Xia bahkan sudah tidak sabar lagi ingin memeluk Sang Putri, Setelah sekian lama mereka berpisah, akhirnya Putri kecilnya kembali, namun dia masih harus bersabar hingga Liu Lin bisa menyelesaikan kultivasinya hingga akhir.


Para pangeran dan juga putri dari kerajaan cahaya nampak duduk dengan santai, namun pandangan mata mereka tak luput dari Liu Lin. Netranya menampakan kerinduan yang semakin dalam, meskipun adik kecilnya itu terus saja bergonta-ganti tubuh, namun jiwa yang ada di dalamnya, masihlah tetap adik mereka.


Tak ada yang tidak mencintai keluarganya, terlebih Liu Lin, dalam kehidupan kedua dan juga ketiganya telah berhasil membuat mereka merasa bangga atas pencapaian yang telah dia buat. Liu Lin adalah segalanya untuk mereka semua.


Booom....


Booom...


Booom...


Duar...


Terdengar suara ledakan energi dari dalam tubuh Liu Lin, bahkan saat ini, aura gadis kecil itu terlihat semakin kuat. Kini Liu Lin telah menyelesaikan kultivasinya hingga ke ranah dewa-dewi tingkat akhir. Aura kultivator tingkat tinggi pun menguar dan memberikan penekanan pada semua orang.


Blush...


Aura yang dikeluarkan oleh tubuh gadis kecil itu tiba-tiba berubah, bahkan kini sebuah cahaya berwarna keperakan muncul menutupi seluruh tubuh Liu Lin, tak lama terlihat sepasang sayap berwarna perak yang sangat besar muncul di punggung gadis kecil itu, hingga membuat penampilannya terlihat bagaikan seorang peri.


Liu Lin terbang dengan sayapnya, meskipun matanya masih tertutup, namun semua orang pun bisa merasakan, adanya kekuatan besar yang kini menyelimuti tubuh mungil gadis itu.


Itu adalah Aura Nix, namun yang kini menjadi pertanyaan Semua orang Bukankah Nix adalah seekor burung phoenix api? namun mengapa sayap yang dikeluarkan oleh Liu Lin berwarna keperakan seolah memiliki elemen es?


Pertanyaan demi pertanyaan terus berdatangan, dalam setiap pemikiran seluruh keluarga istana kerajaan cahaya, mereka begitu terpukau dengan kekuatan besar yang dimiliki oleh si gadis kecil Liu Lin, meskipun rasa penasaran terus menggelayut dalam dada setiap orang, terutama setelah melihat aura perubahan phoenix yang dikeluarkan oleh gadis itu. Namun mereka tak berani mempertanyakannya, dan menganggap hal itu sebagai sebuah keberuntungan bagi si gadis kecil Liu Lin.


Tak lama, bocah kecil itu pun membuka matanya, semua orang yang melihat pun terpaku di tempatnya masing-masing, tak hanya rambutnya saja yang berubah menjadi keperakan, bahkan kini bola matanya pun berubah warna menjadi keemasan.

__ADS_1


Liu Lin berubah menjadi sosok lain, dia terlihat semakin imut setelah melewati 6 tahun masa berkultivasi, Liu Lin mengedipkan matanya, dalam sekilas iris mata itu berubah warna kembali menjadi kehitaman.


Sepertinya gadis itu memiliki kekuatan lain setelah dia berhasil menaikkan ranah kultivasinya, Tapi semua orang tidak bisa memprediksi kekuatan seperti apa yang didapatkan oleh gadis kecil itu, karena hingga saat ini, keberuntungan surga seolah terus memayungi setiap jalan yang diambilnya.


Dihutan Pandora saat ini, semua orang pun telah kembali bangun dari kultivasinya, wajah mereka terlihat cerah berseri, dengan senyuman manis yang tersungging di bibir semua orang. mereka merasa sangat bahagia karena akhirnya Setelah perjuangan panjang selama 6 tahun mereka berhasil menaikkan ranah kultivasinya, hingga ke tahap langit tingkat akhir, bahkan Liu Yibei di saat ini sudah berada di ranah dewa-dewi tingkat awal.


Para patriak dan juga tetua klan saling berpelukan, mereka mengucapkan selamat atas peningkatan kultivasi semua orang, bahkan saat ini, anak kecil yang berada di hutan Pandora pun telah memiliki kultivasi di ranah Bumi tingkat akhir.


Andai saja mereka mengetahui jika Liu Lin telah berhasil menaikkan ranah kultivasinya hingga ke tahap dewa-dewi tingkat akhir, Mungkin saja akan terjadi kegemparan di hutan Pandora, mengingat para Patriak klan pun saat ini hanya bisa mencapai ranah dewa-dewi tahap awal.


Bahkan Yuan Lan yang baru saja berkultivasi, kini telah berada di ranah bumi tahap akhir. Setelah saling menyapa, akhirnya mereka pun kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat, mereka semua telah sepakat untuk mengadakan perayaan setelah Liu Lin kembali ke hutan Pandora.


Sementara di tempat lain saat ini, tepatnya di gunung dahei, sebuah fenomena alam terjadi, tanah seolah mengeluarkan api hingga terasa panas bahkan angin yang berhembus pun tak sanggup menyejukkan semua pepohonan hingga mati kekeringan.


Duar...


Duar...


Duar...


Mereka ingin memastikan jika saat ini tidak ada sesuatu hal yang buruk, yang terjadi pada bocah kecil yang bernama Yan Chen.


Wush...


Wush...


Wush...


Tubuh Mereka pun melayang bagaikan angin dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan langsung menuju tempat di mana ledakan itu terjadi. Namun begitu kaki mereka menapak di tanah, Mereka terlihat mengernyitkan dahi, sesaat setelah merasakan betapa panasnya tanah yang kini dipijak.


Entah bagaimana keadaan Yan Chen saat ini? karena daratan atas sekalipun telah berubah menjadi sangat mengerikan.

__ADS_1


Blar...


Blar...


Blar...


Zzzzrrrt...


Tiba-tiba saja sebuah petir berwarna merah pekat langsung menyambar ke arah kolam, hingga sebuah sosok keluar dalam balutan cahaya berwarna kemerahan, itu adalah Yan Chen, si bocah ajaib yang telah melakukan kultivasi tertutup selama 6 tahun di dalam kolam lava.


Bocah itu terlihat masih menutup matanya, sepasang sayap muncul dengan sangat indah namun di setiap ujung sayap itu nampak api yang membara dan sangat panas, seolah menggeliat menunjukkan kekuatannya yang sangat besar.


Ketiga Yan bersaudara memelototkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang kini ada di hadapan mereka, bahkan orang-orang kepercayaan dari Kaisar Geng Jingyi hampir saja dibuat muntah darah setelah kemunculan Yan Chen yang tiba-tiba saja melayang di udara.


Aura yang dikeluarkan oleh bocah itu terasa sangat pekat dan begitu menindas, hingga membuat semua orang berlutut di hadapannya. Mereka seolah tidak memiliki daya dan tenaga saat berhadapan dengan wujud baru yang terlihat semakin tampan dan tampan.


Dia bukan lagi bocah kecil, melainkan seorang pemuda berusia 9 tahun yang memiliki kekuatan energi lava yang sangat besar, rambutnya yang dulu berwarna putih kini berubah menjadi kemerahan, begitu kelopak mata pemuda itu terbuka, semua orang kembali dibuat tertegun.


Iris mata Yan Chen yang awalnya berwarna biru di sebelah kiri dan merah di sebelah kanan, tiba-tiba saja berubah total menjadi berwarna merah kebiru-biruan.


"Selamat datang kembali, tuan muda Yan Chen!" ucap semua orang tak terkecuali dengan ketiga Yan bersaudara, Mereka terlihat begitu takjub setelah merasakan Aura yang sangat besar yang dipancarkan oleh pemuda itu.


...----------------...


Sesuai permintaan readers, author up 2 bab hari ini, terima kasih selalu untuk dukungannya, mohon maaf jika up nya sedikit lambat ya. 🙏🙏🙏.


Author tak henti-hentinya mengajak readers untuk kembali mendukung karya baru author, meskipun di kemas dalam nuansa modern, tapi tetap badas dan penuh pertempuran sengit ya.



Dan untuk para pecinta time travel, author tunggu kehadirannya di karya baru author, sudah mulai memasuki pembalasan dendam ya readers, meskipun alurnya nanti agak sedikit lambat, semoga berkenan dihati readers semua 🙏🙏🙏

__ADS_1



Yuks mampir yuks! 😍😍


__ADS_2