
Dua sosok berkelebat dengan sangat cepat menuju ke hutan Pandora, semakin lama terlihat semakin nyata di hadapan semua penduduk, yang saat ini tengah merayakan keberhasilan mereka, setelah mengusir semua hama yang memasuki wilayah hutan.
Mereka bahkan saat ini tengah berpesta dengan berbagai hidangan mewah yang disajikan secara khusus, sebelumnya Liu Lin memang sudah menangkap ratusan ikan untuk mereka konsumsi, selain itu juga dia telah mengambil madu langsung dari sarangnya untuk dijadikan bahan pelengkap minuman yang memang akan dibuat.
Liu Lin segera saja berjalan ke arah sang ayah, nampak para penghuni hutan pandora langsung menundukkan kepala mereka memberikan hormat kepada gadis kecil itu, sedangkan Yan Chen masih berjalan dengan santai di belakang tubuh kecil gadis itu sambil menggendong kedua tangannya.
Dia bahkan tak melirik ke arah kiri ataupun kanan, tak peduli siapapun yang saat ini tengah menatapnya dengan penuh tanda tanya. yang terpenting baginya adalah bersama gadis kecil yang merupakan reinkarnasi Xiu Juan sang istri di kehidupannya dulu.
Liu Yibei memicingkan matanya saat melihat tubuh seorang pemuda di belakang Liu Lin, dia pun segera melayangkan pertanyaan pada putri kecilnya itu, tentang identitas dari pemuda yang saat ini turut datang bersamanya ke hutan pandora.
Sedangkan Liu Lin segera mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan dari Xiao Wu, sang mantan Kaisar dari kekaisaran Xiao.
"Dimana paman Xiao Wu?" tanya Liu Lin karena dia tak berhasil menemukan pria itu.
Tak lama terdengar jawaban dari jauh, Xiao Wu saat ini tengah berjalan kearah aula dengan didampingi istri dan kedua putrinya.
"Paman disini, Lin'er. Ada apa?" tanya Xiao Wu.
Liu Lin segera melirik ke arah Yan Chen yang hingga saat ini masih berdiri dibelakangnya, kemudian gadis kecil itu pun segera menggeser posisinya, agar semua orang bisa melihat Yan Chen dengan jelas.
Xiao Wu beserta sang istri langsung saja melesat dengan sangat cepat, keduanya segera memeluk tubuh kecil Yan Chen dengan sangat erat, bahkan Xiao Wu terlihat sudah berkaca-kaca, sedangkan istrinya saat ini telah menangis sesenggukan sambil terus memeluk tubuh putra mereka satu-satunya yang telah lama menghilang dari hutan kabut.
__ADS_1
Swooosh...
Swosh...
Swosh...
Tap...
Tap...
Tap...
Ketiga Yan bersaudara langsung muncul dan membuat semua orang yang berada diaula kaget, mereka tak menduga akan kedatangan tamu yang tak diundang yang bisa menerobos masuk kedalam hutan pandora yang saat ini sudah kembali di pasang array tingkat tinggi.
Xiao Wu beserta istrinya pun segera mengangkat wajah dan melihat ke arah ketiga pemuda yang saat ini bersimpuh penuh hormat pada mereka.
"Syukurlah kalian semua selamat." ucap Xiao Wu sambil menarik nafas lega.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian sampai meninggalkan hutan kabut beberapa tahun yang lalu? Kami akan menjemput kalian agar bisa tinggal bersama di hutan Pandora ini. hanya saja setelah mengelilingi hingga ke bagian inti hutan ternyata tidak ada satu orang pun yang tinggal di sana." ucap Xiao Wu bertanya kepada ketiga Yan bersaudara.
Yan Lu sebagai saudara tertua akhirnya angkat bicara, dia pun menjelaskan tentang keinginan Yan Chen untuk memurnikan elemen bawaannya di suatu tempat yang sangat jauh dari kekaisaran Xiao, hingga mereka harus melakukan perjalanan sampai dibenua barat.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja semua orang menjadi shock, bagaimana mereka bisa sampai di benua barat dengan cepat? padahal jarak tempuh dari benua timur menuju ke benua barat sangatlah jauh, bahkan jika menggunakan kuda paling tidak membutuhkan waktu sekitar 6 bulan perjalanan, namun bagaimana dengan ketiga Yan bersaudara dan juga Putra dari Kaisar Xiao Wu itu? mereka bahkan melakukan hal itu dengan menggunakan ilmu peringan tubuh.
Akhirnya Yan Lu menceritakan tentang bagaimana Yan Chen kecil yang saat itu masih bayi tiba-tiba saja berubah menjadi seorang anak batita, bahkan memiliki kemampuan yang tak bisa dimiliki oleh orang lain. Dia juga telah menjadi sangat kuat sejak mengalami sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka di mana tubuh bayi itu tiba-tiba saja diselimuti oleh cahaya yang sangat menyilaukan mata.
Mendengar hal itu, sontak semua orang pun terkejut, mereka masih mengingat beberapa tahun yang lalu Liu Lin juga mengalami hal yang serupa seperti yang dialami oleh Yan Chen saat bayi, hingga akhirnya mereka pun langsung saling memandang dan bertanya-tanya dalam hati. Apakah ini yang disebut dengan jodoh ataukah hanya kebetulan saja? sehingga kedua bocah itu mengalami kejadian serupa meskipun berada di tempat yang berbeda.
Liu Lin tetap diam di tempatnya, gadis itu tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya terlebih hingga saat ini Yan Chen juga masih tetap bungkam, seolah dia tetap ingin merahasiakan identitas aslinya di hadapan seluruh penghuni hutan Pandora.
Tak lama Liu Lin pun segera mengambilkan segelas air untuk Yan Chen, sejak mereka meninggalkan istana kekaisaran Xiao, bahkan Yan Chen belum meminum satu tetes air pun sehingga membuat gadis kecil itu melesat dengan cepat untuk membuat teh madu untuknya.
Yan Chen menerima dengan senang hati, meskipun wajahnya masih terlihat sangat datar, tapi tak membuat Liu Lin risih, sejak dikehidupan mereka dimasa lalu, selain pada istri dan juga anggota keluarganya, Yan Chen memang tak pernah ramah pada siapa pun.
Sedangkan Xiao Wu beserta sang istri terlihat merasa tak enak hati pada Liu Lin, walau bagaimanapun gadis kecil itu telah berbuat baik kepada putra mereka dengan mengambilkan air, tapi ternyata respon yang diberikan oleh Yan Chen masih tetap dingin.
Xiao Wu pun segera mendekati Liu Lin dan mengucapkan terima kasih, sedangkan gadis kecil itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia pun segera berjalan ke arah kedua orang tuanya dan bergelayut di tangan mereka.
***
"Apa? Jadi kaisar Cheng Jiang telah dikalahkan? Siapa sebenarnya kedua anak itu? Bagaimana bisa mereka membunuh ratu iblis Xie Hua?" tanya seorang pria yang menggunakan pakaian kebesaran seorang kaisar sambil menggertakkan giginya.
Dua orang yang saat ini tengah melapor pun segera menceritakan apa yang mereka lihat saat berada didepan istana kekaisaran Xiao, dari mulai kemunculan Liu Lin hingga kemunculan 3 orang bersaudara yang menghajar habis kaisar Cheng Jiang hingga mengalami luka parah, bahkan telah menjadi seorang yang cacat karena dantiannya telah dihancurkan.
__ADS_1
"Sial! Siapa mereka sebenarnya? Kalian berdua! tetap awasi keadaan di istana kekaisaran Xiao." ucap pria itu.
"Baik yang mulia." ucap keduanya serempak.