
Perlahan-lahan mata Yan Chen terbuka, pemuda itu pun melihat ke sekeliling, namun tak lama kemudian, dia merebahkan tubuhnya di atas sebuah batu yang datar, seolah tak perduli meskipun saat ini gua itu terlihat sedikit ramai.
Jenderal kekaisaran yang melihat tindakan Yan Chen pun merasa geram, pemuda itu sepertinya sama sekali tidak menghargai kehadiran sang Kaisar beserta keluarga, bahkan berani mengacuhkan keberadaannya.
Swush...
Tiba-tiba saja Sang Jenderal itu pun melesat dengan sangat cepat, menuju tempat di mana Yan Chen tengah tertidur dengan santai, dia sengaja menggunakan aura kultivasi miliknya untuk menekan pemuda itu.
Namun Yan Chen bahkan sama sekali tidak terganggu dengan aura yang dikeluarkan oleh Sang Jenderal, dia hanya berdehem sambil sesekali merubah posisi tidurnya.
Sang Jenderal pun sejenak tertegun, Mungkinkah bocah ini sudah berada di ranah yang lebih tinggi darinya? tapi rasanya itu tidak mungkin, mengingat bocah yang kini ada di hadapannya mungkin baru saja menginjak usia sekitar 9 ataupun 10 tahun.
Sangat kecil kemungkinan, Jika dia memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada Jenderal kekaisaran.
Baru saja Sang Jenderal akan mencoba untuk menyerang Yan Chen, tiba-tiba suara berat terdengar.
"Hentikan jenderal Zheng Wu!" ucapnya. Itu adalah suara dari sang kaisar, yang telah menghentikan Jenderal kekaisarannya untuk mengganggu kenyamanan tidur Yan Chen.
Sang Jenderal pun akhirnya kembali ke tempat duduknya, di dalam hati, Sang Jenderal pun merasa sangat penasaran.
"Mengapa yang mulia Kaisar begitu menghormati pemuda yang tidak tahu diri itu? bahkan pemuda itu tidak sedikitpun menaruh hormat terhadap yang mulia." pikir Sang Jenderal sambil menatap wajah sang Kaisar.
__ADS_1
Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh kaisar Geng Jingyi, sehingga melarang dia untuk menyerang bocah ingusan yang tidak tahu tata krama itu.
Ketiga Yan bersaudara saling memandang, mereka tak tahu harus mengatakan apa, namun yang jelas mereka juga tidak bisa melarang Apa yang dilakukan oleh Yan Chen.
"Ehem.."
Terdengar suara sang Kaisar berdehem, sepertinya saat ini dia juga merasa sedikit tidak enak hati, dengan tindakan impulsif yang dilakukan oleh Jenderal kekaisarannya terhadap Yan Chen.
Setelah semua orang menghabiskan makanannya, ketiga Yan bersaudara pun dengan segera menyiapkan teh, beserta beberapa cangkir yang terbuat dari tanah liat, ketiganya sengaja mengajak mereka untuk sedikit bersantai dan menikmati udara yang mulai bersemilir sepoi-sepoi.
Tak lama Yan Chen pun kembali membuka matanya, dia menatap ke arah sang jendral yang tadi hendak menyerangnya, sambil tersenyum tipis. Kemudian beralih ke arah Kaisar Geng Jingyi, pemuda itu dengan cepat melemparkan satu buah botol giok kepada sang Kaisar.
Tindakannya itu, tentu membuat sang Jendral semakin berang, bocah ingusan di hadapannya ini tak hanya tidak memiliki tata krama, namun juga benar-benar sangat liar.
Sedangkan Yan Chen masih acuh tak acuh, dia mengulurkan tangannya untuk mengambil beberapa buah-buahan yang tersaji di atas sebuah nampan, tak jauh dari tempat dia terbaring tadi.
Kaisar Geng Jingyi dengan cepat segera mengambil botol giok yang dilemparkan oleh Yan Chen, dia pun segera membuka tutup botol tersebut untuk mengetahui isi yang ada di dalamnya.
Saat tutup botol itu terbuka, harum herbal yang sangat pekat menyeruak ke seluruh ruangan gua, kaisar Geng Jingyi pun segera mengeluarkan isinya, dan tiga buah pil kini berada di telapak tangannya.
Semua orang yang ada di sana pun terbelalak kaget dan hampir menjatuhkan rahangnya, saat mengetahui jika pil yang diberikan oleh Yan Chen pada Kaisar Geng Jingyi merupakan pil penyembuh tingkat tinggi dengan kemurnian 100%.
__ADS_1
'Dari mana bocah itu bisa mendapatkan pil dengan kemurnian 100%? sedangkan para alkemis di daratan xingguan ini, hanya mampu membuat pil dengan kemurnian 70% saja, itu pun jika dijual sangat mahal harganya. Lalu bagaimana caranya bocah itu bisa mendapatkan harta yang langka dan juga sangat berharga ini?' fikir semua orang.
Mereka yang belum mengetahui siapa Yan Chen, tentu sangat penasaran, namun hal itu berbeda dengan Kaisar Geng Jingyi maupun Chen Guang dan juga para anggotanya.
Mereka selama ini sudah terbiasa melihat keajaiban demi keajaiban yang dipertontonkan oleh bocah itu, sehingga saat dia mengeluarkan botol giok yang berisi pil penyembuh tingkat tinggi itu, tidak membuat mereka kaget lagi.
Terlebih untuk Chen Guang dan juga seluruh anggotanya, yang pernah menyaksikan sendiri bagaimana bocah itu dengan santainya, melompat ke dalam kolam lava dan melakukan kultivasi di sana selama 6 tahun, hingga akhirnya sebuah perubahan di dalam tubuh bocah itu membuat semua orang tertunduk dan berlutut di hadapannya aura yang dikeluarkannya.
Jenderal kekaisaran yang tadi berniat untuk menyerang Yan Chen pun dibuat melotot, matanya seolah hendak keluar dari tempatnya. Dia benar-benar merasa sangat takjub dengan bocah yang ada di hadapannya kali ini, terlebih bocah itu dengan santainya melemparkan pil penyembuh tingkat tinggi yang harganya jika dibeli beli pasaran mungkin sebanding dengan 5 buah Paviliun besar.
Tapi dia bahkan sama sekali tak berkedip, seolah itu merupakan hal yang biasa dan tidak ada istimewanya sama sekali. Kaisar Geng Jingyi pun segera mengkonsumsi 1 butir pil penyembuh yang diberikan oleh Yan Chen, selang 20 hembusan nafas, akhirnya Kaisar Geng Jingyi pun merasakan, jika saat ini seluruh luka dalam maupun luka luar yang dideritanya tiba-tiba saja sembuh bahkan tanpa meninggalkan bekas sama sekali.
Yan Lu yang melihat kode yang diberikan oleh Yan Chen pun, segera meminta agar Kaisar Geng Jingyi segera menjauh dari tempat itu, pasukan kekaisaran cukup terkejut dengan ucapan dari sang pemuda, mereka hampir saja menarik pedang yang ada di pinggangnya dan menyerang Yan Lu.
Namun tak lama kemudian, mereka pun merasakan jika saat ini Kaisar Geng Jingyi, mungkin akan mendapatkan terobosan. kultivasinya yang macet selama bertahun-tahun, akhirnya bisa kembali meningkat, setelah mengkonsumsi pil penyembuh tingkat tinggi, yang di berikan oleh Yan Chen
Swush...
Kaisar Geng Jingyi pun segera melesat dengan cepat ke atas langit, dia akan bersiap untuk mendapatkan petir kesengsaraan, sebagai sebuah ujian kenaikan ranah kultivasinya.
Sementara dilangit saat ini, awan hitam bergulung di atas gunung dahei, petir berwarna kemerahan terlihat berderak-derak menandakan adanya seseorang yang akan menerima pembaptisan dari petir Surgawi, atas kenaikan ranah kultivasinya.
__ADS_1
Semua orang terlihat sangat khawatir, terlebih sang Kaisar baru saja sembuh dari luka dalam yang dialaminya, karena serangan dari kelompok tengkorak merah. Sedangkan Yan Chen masih tetap bersantai, sambil mengunyah buah yang saat ini ada di mulutnya.